• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Mudah Marah Bisa Berdampak pada Karakter Anak, Benarkah?

Ibu Mudah Marah Bisa Berdampak pada Karakter Anak, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ibu Mudah Marah Bisa Berdampak pada Karakter Anak, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Sering kali, ibu atau ayah mengungkapkan kekecewaan atau kemarahan pada anak ketika mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ayah dan ibu. Coba ibu dan ayah sempatkan sejenak dan berpikir, berapa kali dalam satu hari ibu dan ayah memarahi anak? Apakah sering atau justru sebaliknya?

Pasalnya, emosi memang sering menjadi cara untuk memberikan teguran pada anak, padahal kesalahan yang mereka lakukan sebenarnya tidak sebesar kemarahan yang dikeluarkan ayah dan ibu. Tahukah jika sebenarnya kemarahan ibu berdampak pada karakter anak? Untuk lebih jelasnya, yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Anak Usia 1-2 Tahun

Ibu Mudah Marah Bisa Berdampak pada Karakter Anak, Benarkah?

Menegur ketika anak melakukan sesuatu hal yang keliru memang wajar adanya. Namun, selalu mengedepankan emosi sebagai cara menegur tidak pernah menjadi hal yang tepat dilakukan. Apalagi jika ibu sering melakukannya ketika mendapati anak berbuat kesalahan. Selalu ingat bahwa anak sangat memerlukan saran dari kedua orangtuanya, tetapi di saat yang sama, ia pun membutuhkan perhatian dan kasih sayang. 

Pasalnya, jika ibu hanya mengedepankan emosi dan kemarahan ketika memberikan nasihat pada anak, apa yang ibu harapkan tidak akan tersampaikan padanya. Justru, kemarahan ibu yang terlalu sering dilampiaskan pada anak bisa berdampak ke karakter dan perkembangan ia nantinya. Imbasnya, ia akan menunjukkan sikap-sikap yang lebih negatif karena sering dimarahi, seperti: 

1. Menjadi Pribadi yang Merasa Rendah Diri

Bentakan dan amarah orangtua pada anak yang terlalu sering akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang minder dan merasa rendah diri ketika dewasa. Ia pun menjadi kurang percaya diri, karena merasa apa yang ia lakukan selalu salah di mata ibu dan ayah. 

2. Menjadi Pribadi yang Selalu Menutup Diri

Emosi yang ditunjukkan pada anak secara berlebihan akan membuat anak menjadi pribadi yang menutup diri. Ia akan merasa takut pada orangtuanya, bahkan untuk menceritakan masalah yang ia alami di sekolah. Jangan sampai terjadi, karena ini bisa memicu anak melakukan segala hal yang tidak mampu dikontrol atau diketahui oleh orangtuanya. 

Baca juga: 19 Kondisi yang Ditangani oleh Dokter Gizi Anak

3. Menjadi Pribadi Pemberontak

Bentakan, amarah, dan pukulan yang diterima anak dalam frekuensi yang sering akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang rentan memberontak. Alhasil, mereka akan lebih cuek pada orangtuanya, bahkan bisa jadi ia akan melakukan semua hal yang dilarang oleh ibu. 

4. Menjadi Pribadi yang Emosional atau Temperamental

Hati-hati, ibu yang pemarah bisa menurun pada anak. Ditakutkan, anak pun akan menerapkan cara yang sama pada keturunan mereka nantinya. Ia akan menjadi pribadi yang kasar dalam berkata maupun berbuat, mudah marah, tidak bisa menghargai orang lain, dan bersikap semaunya. 

Baca juga: Ibu, Begini Cara Mengajak Anak ke Dokter Tanpa Rewel

Itulah penjelasan mengenai kemarahan ibu berdampak pada karakter anak. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, diharapkan ibu mampu mengontrol emosi saat mendidik anak. Buat anak selalu merasa disayangi sebagai cara agar ibu bisa menjadi sahabat bagi mereka. Jika ibu kesulitan melakukannya, ibu bisa meminta bantuan ahli psikologi di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2021. Mother, Damned-est.
Psychologies. Diakses pada 2021. The Five Mother Types.
Lakeside. Diakses pada 2021. How Does a Parent’s Anger Impact His or Her Child?