06 June 2018

Inilah Perbedaan Usus Buntu dan Mag

Inilah Perbedaan Usus Buntu dan Mag

Halodoc, Jakarta - Karena rasa nyerinya sama-sama di bagian perut, terkadang banyak orang salah mengenali perbedaan usus buntu dan mag. Padahal, hal ini bisa berujung timbulnya masalah yang lebih serius. Kok bisa? Kata ahli, usus buntu sebaiknya harus segera ditangani. Sebab, bisa pecah dan menyebarkan rancun ke seluruh tubuh. Masalahnya, banyak orang yang enggak menyadari kalau tubuhnya mengalami peradangan usus buntu. Alhasil, penanganannya terkadang harus melalui tindakan operasi.

Gejala Usus Buntu

Kata ahli, gejala penyakit usus buntu memang umumnya ditandai dengan sakit. Namun, meskipun demikian enggak semua jenis sakit perut akan berujung pada usus buntu. Selain itu, usus buntu juga biasanya diawali sakit perut di bagian tengah, dan rasa sakitnya enggak bertahan secara tetap. Dengan kata lain, sakitnya akan datang dan pergi.

Selanjutnya, bila rasa sakitnya muncul kembali, rasa nyeri akan berpindah ke tempat usus buntu berada, yaitu di sekitar perut kanan bawah. Dalam banyak kasus, rasa nyeri ini akan bertambah parah dan terus menerus terasa sakit. Apalagi, bila bagian tersebut ditekan, rasa nyeri akan bertambah parah.

(Baca juga: Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi? Berikut Ulasannya)

Nah, berikut gejala usus buntu menurut ahli seperti dilansir Bold Sky:

  1. Sakit Perut Akut

Perut terasa sakit lebih dari sebelumnya tanpa alasan yang jelas, terutama di perut bagian bawah. Kata ahli, hal itu bisa menandai bahwa usus buntu mungkin akan atau telah pecah.

  1. Mual

Usus buntu juga biasanya ditandai dengan rasa mual yang terjadi setiap hari, meski pencernaan baik-baik saja. Bila merasakan hal ini, sebaiknya segera berdiskusi dengan dokter.

  1. Muntah

Enggak cuma kehamilan, gangguan pencernaan, dan stres saja yang sering kali menyebabkan muntah. Dalam banyak kasus, usus buntu juga bisa membuat pengidapnya sering muntah tanpa alasan yang kuat.

  1. Nafsu Makan Hilang

Bila kamu enggak merasa lapar atau merasa kehilangan nafsu makan, bisa jadi hal itu menandai bahwa usus buntu akan pecah. Penyebabnya bisa jadi karena peradangan di daerah yang menginduksi kehilangan nafsu makan.

  1. Frekusensi Urin Meningkat

Usus buntu juga bisa ditandai dengan meningkatnya frekuensi urin. Kok bisa? Kata ahli karena letaknya di dekat tulang panggul yang lebih rendah dan dekat kandung kemih, radang usus buntu bisa memengaruhi kandung kemih dan mengiritasinya. Nah, hal inilah yang bisa menyebabkan sering buah air kecil.

(Baca juga: Waspada 9 Gejala Usus Buntu Pada Anak dan Cara Penanganannya)

  1. Demam

Demam memang bisa menandai berbagai masalah medis. Namun, bila kamu merasakan demam yang disertai nyeri perut di bagian bawah, menggigil, dan mual, bisa jadi hal itu menandai kalau usus buntu meradang dan akan pecah. Kata ahli, peradangan inilah yang bisa menimbulkan demam.

Yang perlu diketahui, kondisi di atas perlu dipastikan lebih lanjut oleh dokter untuk membedakan usus buntu dengan penyakit lain yang mungkin saja dapat menimbulkan keluhan yang sama.

Gejala Mag

Kondisi medis ini merupakan penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Enggak percaya? Menurut data dari beberapa pusat edoskopi di Indonesia, ada sekitar 7.000 kasus mag. Masih berdasarkan data di atas, 86,4 persen dari jumlah tersebut merupakan dispepsia fungsional, kondisi mag yang enggak diketahui penyebabnya.

Nah, menurut para ahli seorang bisa dikatakan mengidap mag atau dispepsia bila mengalami satu atau lebih gejala berikut:

    • Timbul rasa panas seperti terbakar atau nyeri pada ulu hati.
    • Perut terasa penuh setelah makan.
    • Cepat merasa kenyang, meski tidak menghabiskan porsi makan seperti biasanya.

 

 

Selain tiga gejala di atas, gejala mag yang paling sering muncul seperti perut kembung, rasa panas seperti terbakar di dada, sering bersendawa, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga turunnya berat badan.

(Baca juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Mag Saat Puasa)

Nah, itulah perbedaan usus buntu dan mag yang perlu kamu ketahui. Untuk tahu lebih lengkap mengenai perbedaan usus buntu dan mag, kamu bisa berdiskusi dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!