• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ikan Segar dan Bermerkuri, Ini Cara Membedakannya

Ikan Segar dan Bermerkuri, Ini Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Beberapa orang lebih memilih untuk mengonsumsi ikan dibandingkan ayam karena kandungan nutrisinya yang dianggap lebih menyehatkan. Memang, makanan laut tersebut mengandung protein dan asam omega-3 yang tinggi serta baik untuk kesehatan tubuh.

Walau begitu, belakangan ini terdapat banyak berita mengenai ikan yang dijual di pasaran mengandung merkuri. Banyak orang yang masih kesulitan untuk membedakan ikan segar dengan ikan bermerkuri. Hal ini dilakukan agar tubuh tidak keracunan oleh zat berbahaya tersebut. Berikut cara membedakannya!

Baca juga: Bahaya Ikan yang Keracunan Merkuri Jika Dikonsumsi

Cara Membedakan Ikan Segar dan Ikan Bermerkuri

Ikan adalah salah satu makanan sehat yang masih terbilang mudah untuk ditemukan. Makanan tersebut baik karena mengandung sumber protein, mikronutrien, dan lemak sehat. Meski begitu, beberapa ikan yang akan kamu beli mungkin telah mengandung merkuri yang tinggi dan beracun.

Ikan bermerkuri yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat berbahaya bagi bayi yang berada di dalam kandungan dan juga dapat menyebabkan masalah pada sistem sarafnya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui cara membedakan ikan segar dengan ikan bermerkuri agar dapat menghindari penyakit yang mungkin berbahaya.

Merkuri sendiri adalah logam berat yang umum berada di alam. Kandungan tersebut dilepaskan ke lingkungan dengan beberapa cara, seperti disebabkan proses industri atau peristiwa alam. Kamu dapat terpapar racun apabila sumber makanan kamu mengandung zat tersebut, seperti yang terdapat dalam ikan.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait ikan bermerkuri, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk menjawabnya. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi tersebut.

Lalu, bagaimana cara untuk membedakan ikan segar dan ikan bermerkuri? Berikut beberapa hal yang dapat membedakannya:

  1. Kenali Tanda dari Ikan Segar

Salah satu hal yang dapat kamu lakukan untuk menentukan ikan tersebut segar atau ikan bermerkuri adalah dengan mengenali tanda-tandanya. Ikan yang segar mempunyai mata yang bening, berwarna terang, dan aromanya yang terbilang segar. Jika ikan tersebut berbau asam, maka kemungkinan besar mengandung merkuri.

Baca juga: Hati-hati Bahaya Merkuri Pada Ikan

  1. Hindari Konsumsi Ikan Besar

Merkuri yang tersebar di laut akan diserap oleh tumbuhan. Setelah itu, tumbuhan tersebut akan dikonsumsi oleh ikan yang kecil dan akhirnya akan dikonsumsi oleh ikan yang lebih besar. Maka dari itu, ikan yang besar lebih banyak terpapar merkuri dibandingkan ikan yang kecil. Lebih banyak merkuri yang masuk ke tubuh, bahayanya lebih tinggi.

  1. Periksa Daftar Ikan dari Pemerintah

Umumnya, ikan yang bermerkuri jenisnya kurang lebih sama ketika beredar di pasaran. Pemerintah sering mengeluarkan daftar ikan yang mengandung zat berbahaya tersebut sehingga jangan kamu beli ketika berbelanja. Batasi konsumsi ikan tiap minggunya agar jika terkena paparan merkuri tidak terlalu besar.

  1. Konsumsi Ikan Air Tawar

Salah satu cara menghindari ikan bermerkuri adalah dengan mengonsumsi ikan air tawar. Hal tersebut karena kandungan tersebut umumnya terdapat pada ikan laut. Kandungan dari ikan tawar juga tidak jauh berbeda dalam hal sumber protein dan omega-3. Ikan air tawar terbilang aman dari kandungan merkuri.

Baca juga: Konsumsi Sushi Bisa Sebabkan Keracunan Merkuri, Benarkah?

Itulah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membedakan ikan segar dengan ikan bermerkuri. Selain itu, penting juga untuk melihat tempat kamu membeli bahan makanan tersebut. Jika ikan yang kamu beli terbilang lebih murah dibanding harga pasaran, kamu patut curiga tentang itu.

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. Should You Avoid Fish Because of Mercury?
Consumer Reports. Diakses pada 2019. Choose the Right Fish To Lower Mercury Risk Exposure