Ad Placeholder Image

Ini 3 Penyebab Seseorang Mengalami Dejavu dari Sisi Psikologi

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 September 2026

“Ada beberapa penyebab dari sisi psikologi yang diyakini menjadi faktor mengapa seseorang mengalami dejavu. Salah satunya adalah persepsi pikiran yang terpecah ketika sedang menyaksikan sesuatu yang baru.”

Ini 3 Penyebab Seseorang Mengalami Dejavu dari Sisi PsikologiIni 3 Penyebab Seseorang Mengalami Dejavu dari Sisi Psikologi

DAFTAR ISI


Déjà vu adalah perasaan seolah-olah pernah mengalami situasi yang sedang berlangsung, meskipun kejadian tersebut sebenarnya baru terjadi. Pengalaman ini cukup umum dan biasanya berlangsung singkat.

Dalam banyak kasus, déjà vu bukan tanda gangguan mental atau penyakit tertentu. Namun, déjà vu yang sangat sering, mengganggu aktivitas, atau disertai gejala lain perlu diperhatikan.

Memahami Déjà Vu dari Sisi Psikologi

Déjà vu dapat terjadi ketika otak memproses informasi baru dengan cara yang terasa mirip dengan pengalaman sebelumnya. Kemiripan suasana, tempat, percakapan, atau emosi dapat memicu sensasi familier, walaupun seseorang tidak benar-benar mengingat peristiwa yang sama.

Salah satu penjelasan psikologisnya berkaitan dengan memori dan perhatian. Ketika perhatian seseorang sempat teralihkan, informasi yang baru dilihat dapat diproses secara singkat, lalu terasa seperti ingatan ketika kembali disadari.

Déjà vu juga dapat muncul saat seseorang sedang lelah, kurang tidur, atau mengalami stres. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi dan cara otak mengolah informasi, tetapi tidak berarti déjà vu selalu disebabkan oleh masalah psikologis.

Karena déjà vu merupakan pengalaman, bukan diagnosis, obat tidak diperlukan secara otomatis. Jika keluhan berulang atau membuat khawatir, evaluasi oleh dokter lebih tepat untuk mencari penyebab yang mendasari.

Kapan Harus Berkonsultasi?

  • Catat kapan déjà vu terjadi, durasi, situasi pemicu, dan gejala yang menyertainya.
  • Prioritaskan tidur cukup, makan teratur, dan kelola stres dengan aktivitas yang menenangkan.
  • Hindari menyimpulkan diagnosis sendiri hanya berdasarkan pengalaman déjà vu.

Segera konsultasikan kondisi ini ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja bila déjà vu sering muncul, disertai kehilangan kesadaran, kebingungan, gerakan tubuh tidak terkendali, sakit kepala berat, atau gangguan ingatan.

Studi Terkait

Penelitian tentang déjà vu menunjukkan bahwa pengalaman ini berkaitan dengan proses pengenalan dan ingatan di otak. Meski begitu, mekanismenya belum sepenuhnya dipahami dan dapat berbeda pada setiap orang.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Kamu dapat menyampaikan keluhan dan memperoleh arahan awal dari dokter tanpa perlu datang langsung. Dokter juga dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Déjà vu and memory processing.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Mental health and neurological conditions.
WebMD. Diakses pada 2026. Déjà vu: Causes and when to seek help.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Informasi kesehatan jiwa.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Diakses pada 2026. Informasi keamanan obat.

FAQ

Apakah déjà vu normal?

Déjà vu yang muncul sesekali dan berlangsung singkat umumnya merupakan pengalaman yang normal. Kondisi ini tidak otomatis menunjukkan gangguan mental.

Apakah déjà vu disebabkan oleh stres?

Stres, kelelahan, dan kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi serta pemrosesan memori. Namun, penyebab déjà vu tidak selalu dapat dipastikan hanya dari faktor tersebut.

Kapan déjà vu perlu diperiksakan?

Periksakan diri jika déjà vu sering terjadi, mengganggu aktivitas, atau disertai kebingungan, kehilangan kesadaran, gerakan tidak terkendali, dan gangguan ingatan. Dokter akan menilai gejala dan menentukan pemeriksaan yang sesuai.

Apakah déjà vu harus diobati dengan obat?

Tidak semua déjà vu memerlukan obat. Pengobatan hanya dipertimbangkan bila dokter menemukan kondisi medis atau gangguan tertentu yang mendasarinya.