Ini 4 Cara Mengatasi Dada Sesak setelah Olahraga
Dada sesak setelah olahraga bisa jadi tanda kelelahan atau masalah jantung, kenali penyebabnya sejak dini.

DAFTAR ISI
Kegiatan olahraga akan membuat tubuh terengah-engah. Namun jika kamu mengalami sesak dada setelah olahraga, kemungkinan ada masalah kesehatan yang diduga menjadi penyebabnya.
Bahkan sesak dada setelah olahraga bisa menjadi pertanda kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera.
Ketika mengalami sesak dada setelah olahraga, kamu bertanya-tanya dada sesak kenapa dan yang terpikirkan sering kali adalah masalah pada jantung dan paru-paru.
Namun sebenarnya ada banyak alasan yang menyebabkan sesak dada setelah olahraga. Untuk dapat mengatasinya pun, kamu perlu mengetahui penyebabnya terlebih dulu.
Cara Mengatasi Sesak Dada setelah Olahraga
Berikut ini cara mengatasi sesak dada setelah olahraga:
1. Segera Beristirahat
Sesak dada setelah olahraga biasanya merupakan bentuk cedera yang cukup ringan. Dengan istirahat biasanya ini akan mengatasi ketegangan otot dada. Jadi, luangkanlah waktu untuk beristirahat sampai benar-benar pulih.
2. Lakukan Peregangan Pendinginan
Untuk melakukan peregangan pendinginan, kamu bisa mencoba melakukan beberapa hal seperti:
- Tempatkan kursi di sebelah kiri dan kanan sejauh lengan sehingga kursi saling berhadapan.
- Berlutut di antara kursi.
- Tempatkan masing-masing lengan di kursi dan kunci lengan.
- Cobalah untuk berjalan mundur dengan lutut, sampai lengan terangkat pada sudut sekitar 10 derajat.
- Posisikan tubuh sehingga dada sejajar dengan lantai.
- Jaga agar kepala tetap lurus, turunkan dada ke lantai dan gantung dalam posisi ini.
- Kamu akan merasakan peregangan di sepanjang otot dada melalui lengan bawah.
- Tahan posisi ini sekitar satu menit.
3. Duduk dengan Menyandarkan Kepala ke Meja
Jika terdapat meja di sekitar kursi, kamu bisa mendapatkan posisi duduk yang sedikit jauh lebih nyaman untuk mengatur napas.
Duduk di kursi dengan kaki menyentuh lantai dan menghadap ke meja. Kemudian condongkan dada sedikit ke depan dan letakkan tangan di atas meja. Letakkan kepala di lengan atau bantal.
4. Konsultasikan pada Dokter
Jika dengan cara-cara di atas tidak membuat sesak dada membaik, sebaiknya segera kunjungi dokter di rumah sakit.
Sebab bisa saja kondisi ini terjadi akibat adanya masalah medis tertentu yang tidak dapat diatasi dengan cara-cara di atas.
Penyebab Dada Sesak Setelah Olahraga
Merasa dada sesak setelah olahraga adalah keluhan yang cukup sering terjadi, baik pada pemula maupun atlet berpengalaman.
Kondisi ini bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari yang ringan seperti kelelahan otot hingga tanda masalah serius pada jantung atau paru-paru.
Mengetahui penyebabnya penting agar kamu bisa menentukan apakah sesak tersebut wajar atau perlu pemeriksaan medis lebih lanjut.
1. Kurang Pemanasan Sebelum Berolahraga
Pemanasan membantu tubuh beradaptasi dengan peningkatan detak jantung dan kebutuhan oksigen.
Jika kamu langsung berolahraga intens tanpa pemanasan, jantung dan paru bisa “kaget”, menyebabkan aliran darah tidak optimal dan muncul rasa sesak di dada.
Pemanasan 5–10 menit sebelum olahraga dapat meningkatkan aliran oksigen ke otot dan mencegah sesak napas mendadak.
2. Olahraga Terlalu Berat atau Melebihi Kapasitas Tubuh
Berolahraga di luar batas kemampuan tubuh bisa membuat jantung bekerja terlalu keras.
Ketika asupan oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi, otot dada bisa terasa tegang dan menyebabkan sensasi sesak atau nyeri dada.
3. Asma Akibat Olahraga (Exercise-Induced Bronchoconstriction)
Bagi beberapa orang, olahraga justru dapat memicu penyempitan saluran napas atau asma akibat olahraga. Gejalanya meliputi:
- Napas berbunyi (wheezing).
- Batuk setelah olahraga.
- Dada terasa berat atau sesak.
Kondisi ini sering muncul setelah olahraga intens di udara dingin atau kering. Pengobatan biasanya dilakukan dengan inhaler bronkodilator sebelum aktivitas fisik.
4. Dehidrasi dan Ketidakseimbangan Elektrolit
Ketika tubuh kehilangan banyak cairan tanpa cukup penggantian, otot, termasuk otot di dinding dada, bisa mengalami kram atau kekakuan.
Dehidrasi juga menurunkan volume darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras memompa oksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan dada terasa sesak.
5. Refluks Asam Lambung (GERD)
Olahraga intens dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan, terutama jika kamu berolahraga setelah makan. Gejala yang bisa muncul meliputi:
- Rasa terbakar di dada (heartburn).
- Sesak napas ringan.
- Sensasi tidak nyaman di tenggorokan.
Kondisi ini bisa dicegah dengan memberi jeda minimal 2 jam antara waktu makan dan mulai berolahraga.
6. Gangguan pada Jantung
Dada sesak setelah olahraga juga bisa menjadi tanda adanya masalah jantung, seperti penyakit arteri koroner.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai jantung mengalami penyempitan, sehingga aliran oksigen ke otot jantung berkurang. Waspadai gejala seperti:
- Nyeri dada menjalar ke lengan kiri, leher, atau punggung.
- Pusing, keringat dingin, dan sesak napas berat.
Jika kamu mengalami gejala ini, hentikan aktivitas dan segera cari pertolongan medis.
Sesak dada yang disertai nyeri saat olahraga perlu segera diperiksa untuk menyingkirkan risiko serangan jantung.
7. Faktor Lingkungan
Udara yang terlalu panas, dingin, atau polusi tinggi bisa membuat paru bekerja lebih keras. Akibatnya, pernapasan terasa berat dan menimbulkan sensasi sesak dada setelah olahraga di luar ruangan.
Gunakan masker olahraga atau pilih waktu berolahraga saat udara lebih bersih, misalnya pagi hari sebelum lalu lintas padat.
8. Kecemasan atau Serangan Panik
Beberapa orang mengalami sesak dada bukan karena masalah fisik, melainkan akibat reaksi psikologis seperti kecemasan.
Saat panik, napas menjadi cepat dan dangkal (hiperventilasi), menyebabkan rasa sesak, jantung berdebar, dan nyeri di dada.
Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



