• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Dampak COVID-19 bagi Kesehatan Sistem Pernapasan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Dampak COVID-19 bagi Kesehatan Sistem Pernapasan

Ini 5 Dampak COVID-19 bagi Kesehatan Sistem Pernapasan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Maret 2023

“Orang yang terinfeksi COVID-19 memiliki potensi untuk terserang penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Contohnya seperti pneumonia dan bronkitis”.

Ini 5 Dampak COVID-19 bagi Kesehatan Sistem PernapasanIni 5 Dampak COVID-19 bagi Kesehatan Sistem Pernapasan

Halodoc – Dampak COVID-19 di Indonesia memang sudah tidak separah tiga tahun lalu. Namun, bukan berarti kamu bisa lengah dari penyakit ini. Apalagi baru-baru ini ditemukan penyakit COVID-19 varian baru, yaitu Kraken yang disebut-sebut lebih menular.  

Nah, dalam banyak kasus, pengidap COVID-19 juga mengalami masalah pada sistem pernapasannya. Lantas, apa saja dampak infeksi COVID-19 pada sistem pernapasan?

Dampak COVID-19 pada Sistem Pernapasan 

Dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia saat ini, mungkin kamu sudah mulai lupa bagaimana penyakit ini dapat mempengaruhi pernapasan.

Mari lakukan kilas balik sejenak mengenai bahaya COVID-19 bagi pernapasan.

1. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan merupakan hal yang pasti terjadi pada pengidap COVID-19. Virus corona yang masuk dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut, akan menyerang sel sehat dan membuat virus baru.

Lalu, virus berkembang biak dan menginfeksi sel di dekatnya. Sehingga menyebabkan infeksi dan pembengkakan di saluran pernapasan dan paru-paru.

2. Pneumonia

Dampak COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi penyakit paru-paru seperti pneumonia. Pneumonia adalah kondisi ketika paru-paru dipenuhi dengan cairan dan meradang, yang mengakibatkan kesulitan bernapas.

Gangguan pernapasan ini bisa menjadi cukup parah pada beberapa orang.  Bahkan, memerlukan perawatan khusus di rumah sakit dengan bantuan oksigen dan alat ventilator.

Pneumonia yang disebabkan oleh COVID-19 cenderung terjadi di kedua paru-paru. Kantung udara di paru-paru terisi oleh cairan sehingga membatasi kemampuan untuk menghirup oksigen. Akibatnya pengidap pneumonia mengalami kesulitan bernapas dan batuk berdahak.

3. Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan atau iritasi yang terjadi pada saluran bronkus, sehingga menimbulkan sesak napas.

Perlu dipahami, bronkitis yang disebabkan oleh COVID-19 menyebabkan produksi dahak yang berlebihan di saluran udara yang berakibat batuk dan dada sesak.

Gejala bronkitis yang dipicu oleh COVID-19 bisa dirasakan dari batuk yang tidak kunjung sembuh selama berbulan-bulan dan dada sesak berkelanjutan.

4. Acute respiratory distress syndrome (ARDS)

ARDS atau bisa juga disebut sindrom gangguan pernapasan akut terjadi karena penumpukan cairan di bagian kantung udara kecil yang elastis, atau dikenal dengan alveoli. 

ARDS masih ada kaitannya dengan pneumonia. Jika pneumonia yang disebabkan oleh COVID-19 berkembang, maka akan lebih banyak alveoli yang terisi dengan cairan yang bocor dari pembuluh darah di paru-paru. 

Akibatnya pengidap merasa sesak napas dan dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut. Pengidap ARDS kerap kali kesulitan untuk bernapas dan memerlukan bantuan dari alat ventilator untuk membantu sirkulasi oksigen dalam tubuh.

5. Sepsis

Bahaya COVID-19 lainnya adalah penyakit sepsis. Sepsis merupakan komplikasi langka yang dapat terjadi ketika infeksi telah mencapai dan menyebar melalui aliran darah.

Jika infeksi telah menyebar maka dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Saat sepsis menyerang tubuh, fungsi organ-organ penting seperti paru-paru, jantung, dan sistem tubuh lainnya akan perlahan-lahan rusak dan tidak bisa berfungsi seperti seharusnya.

Sudah tahu tentang COVID-19 varian Kraken? Ulasan selengkapnya dapat kamu simak di laman ini, “7 Cara Efektif Mencegah Penularan COVID-19 Varian Kraken”.

Cara Mencegah Tertular COVID-19

Ada berbagai upaya yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari infeksi COVID-19. Untuk mencegah tertular penyakit ini, kamu perlu menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik seperti:

  • Selalu mencuci tangan. Tangan merupakan pintu masuknya virus-virus ke dalam tubuh. Mencuci tangan merupakan langkah mudah untuk terhindar dari virus corona.
  • Menggunakan masker, terutama jika dalam keadaan sakit.
  • Menjaga sanitasi barang-barang yang ada.
  • Hindari kerumunan.
  • Kurangi mobilitas.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi sayur, buah-buahan, dan vitamin.

Itulah bahaya COVID-19 yang dapat menyerang kesehatan pernapasan manusia. Walaupun kini kasus COVID-19 telah mereda, ingat untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Jika kamu merasa mengalami gejala COVID-19, jangan ragu untuk segera hubungi dokter melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc untuk konsultasi yang lebih mudah. 

Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2023. COVID-19 Lung Damage.
Harvard Health Publicing. Diakses pada 2023. Preventing the spread of the coronavirus.