Ad Placeholder Image

Ini 5 Fakta tentang Acetylsalicylic Acid atau yang Dikenal dengan Aspirin

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Oktober 2026

Acetylsalicylic acid atau aspirin adalah obat yang sering orang gunakan untuk meredakan nyeri dan demam, tapi obat ini juga bisa mencegah penyakit jantung.

Ini 5 Fakta tentang Acetylsalicylic Acid atau yang Dikenal dengan AspirinIni 5 Fakta tentang Acetylsalicylic Acid atau yang Dikenal dengan Aspirin

DAFTAR ISI


Aspirin atau acetylsalicylic acid merupakan obat yang dapat meredakan nyeri dan demam, sekaligus mengurangi peradangan. Pada dosis tertentu, aspirin juga digunakan untuk membantu mencegah terbentuknya bekuan darah, tetapi penggunaannya harus berdasarkan anjuran dokter.

Obat ini tidak selalu cocok untuk semua orang karena dapat meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung. Kenali manfaat, aturan pakai, serta kondisi yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan aspirin atau obat pereda nyeri lain.

Mengenal Aspirin

Aspirin termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang berperan dalam nyeri, demam, dan peradangan. Aspirin juga menghambat fungsi trombosit sehingga pada kondisi tertentu dapat digunakan sebagai antiplatelet.

Untuk nyeri atau demam, aspirin sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau rekomendasi tenaga kesehatan. Jangan memberikan aspirin kepada anak dan remaja yang sedang mengalami infeksi virus, kecuali atas arahan dokter, karena terdapat risiko sindrom Reye yang jarang tetapi serius.

Hindari penggunaan aspirin tanpa konsultasi jika memiliki riwayat tukak lambung, perdarahan, alergi OAINS, gangguan ginjal, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Karena aspirin dan beberapa obat berikut sama-sama dapat memengaruhi lambung atau perdarahan, rekomendasi produk perlu disesuaikan dengan keluhan dan kondisi kesehatan.

Rekomendasi Obat Pereda Nyeri

1. Opistan 500 mg 10 Kaplet

Mengandung asam mefenamat, yaitu OAINS untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan. Dosis umum orang dewasa harus mengikuti etiket atau resep dokter; obat ini perlu diwaspadai pada penderita gangguan lambung, ginjal, alergi OAINS, serta tidak digunakan bersamaan dengan OAINS lain tanpa arahan dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Opistan 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Spedifen 400 mg 6 Tablet

Mengandung ibuprofen dalam bentuk ibuprofen arginine, yang bekerja sebagai OAINS untuk meredakan nyeri dan peradangan. Gunakan sesuai petunjuk kemasan atau dokter, dan hindari jika memiliki riwayat perdarahan lambung, alergi OAINS, atau kondisi tertentu pada kehamilan tanpa konsultasi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Spedifen 400 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Panadol Extra 10 Kaplet

Mengandung paracetamol dan kafein untuk membantu meredakan nyeri, termasuk sakit kepala. Ikuti dosis pada kemasan, jangan menggabungkannya dengan produk lain yang juga mengandung paracetamol, dan berhati-hati jika memiliki penyakit hati atau mengonsumsi alkohol.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol Extra 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Voltadex 50 mg 10 Tablet

Mengandung diclofenac sodium, yaitu OAINS yang membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Gunakan sesuai resep atau petunjuk tenaga kesehatan karena dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, perdarahan, serta masalah ginjal atau jantung pada sebagian orang.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltadex 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Cataflam 25 mg 10 Tablet

Mengandung diclofenac potassium, OAINS untuk meredakan nyeri dan peradangan. Dosis perlu mengikuti resep atau aturan pakai, terutama karena obat ini tidak boleh digunakan sembarangan pada penderita tukak lambung, gangguan ginjal, penyakit jantung, atau alergi OAINS.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cataflam 25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Aman Menggunakan Obat Pereda Nyeri

  • Baca komposisi dan aturan pakai sebelum minum obat.
  • Jangan menggabungkan aspirin dengan ibuprofen, asam mefenamat, atau diclofenac tanpa arahan dokter.
  • Minum obat sesuai dosis dan durasi yang dianjurkan; jangan menambah dosis karena nyeri belum membaik.
  • Segera cari pertolongan jika muncul muntah darah, buang air besar berwarna hitam, sesak napas, bengkak pada wajah, atau nyeri dada.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan nyeri yang berat, berulang, terjadi setelah cedera, disertai demam tinggi, kelemahan anggota tubuh, sesak, atau tidak membaik setelah penggunaan obat. Kamu dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Aspirin and Other Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Informasi Obat dan Penggunaan Obat yang Aman.
WebMD. Diakses pada 2026. Aspirin Oral: Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings.
World Health Organization. Diakses pada 2026. WHO Model List of Essential Medicines.

FAQ

Apakah aspirin sama dengan paracetamol?

Tidak. Aspirin termasuk OAINS dan dapat memengaruhi fungsi trombosit, sedangkan paracetamol terutama digunakan untuk meredakan nyeri dan demam.

Apakah aspirin boleh diminum bersama obat nyeri lain?

Sebaiknya tidak menggabungkan aspirin dengan OAINS lain tanpa arahan dokter karena dapat meningkatkan risiko iritasi lambung dan perdarahan. Periksa komposisi obat atau tanyakan kepada apoteker sebelum menggunakannya.

Kapan harus berhenti menggunakan aspirin?

Hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan jika muncul tanda alergi, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, atau perdarahan yang tidak biasa. Untuk penggunaan aspirin sebagai pencegah penyakit jantung atau stroke, jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.