
Ini 5 Fakta tentang Acetylsalicylic Acid atau yang Dikenal dengan Aspirin
Acetylsalicylic acid atau aspirin adalah obat yang sering orang gunakan untuk meredakan nyeri dan demam, tapi obat ini juga bisa mencegah penyakit jantung.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Acetylsalicylic Acid (Aspirin)?
- Manfaat Acetylsalicylic Acid (Aspirin)
- Fakta tentang Acetylsalicylic Acid
- Nospirinal: Salah Satu Merek Obat dengan Kandungan Asam Asetilsalisilat
- FAQ
Acetylsalicylic acid atau aspirin adalah obat yang paling umum orang gunakan. Obat ini cukup ampuh untuk meredakan rasa sakit, demam dan peradangan. Namun, acetylsalicylic acid juga masih punya segudang manfaat lainnya yang perlu kamu tahu.
Yuk, simak fakta-fakta menarik tentang acetylsalicylic acid atau aspirin, mulai dari sejarah penemuan hingga penggunaannya saat ini.
Apa Itu Acetylsalicylic Acid (Aspirin)?
Acetylsalicylic acid, atau yang lebih dikenal dengan aspirin, adalah obat dari golongan salisilat. Obat ini umum digunakan sebagai pereda nyeri, penurun demam, dan antiinflamasi.
Namun, aspirin juga memiliki peran penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular.
Manfaat Acetylsalicylic Acid (Aspirin)
Aspirin memiliki beragam manfaat, di antaranya:
- Meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri otot.
- Menurunkan demam.
- Mengurangi peradangan pada kondisi seperti arthritis.
- Mencegah penggumpalan darah, sehingga membantu mencegah serangan jantung dan stroke.
Fakta tentang Acetylsalicylic Acid
Berikut fakta menarik tentang acetylsalicylic acid yang perlu kamu ketahui:
1. Berawal dari penemuan bahan aktif dalam kulit pohon willow
Pada tahun 1763, seorang pendeta dan ahli botani bernama Reverend Edward Stone menemukan bahwa kulit pohon willow memiliki sifat penghilang rasa sakit. Ia menyadari bahwa senyawa yang terkandung dalam kulit pohon tersebut memiliki potensi medis yang besar.
Pada tahun 1860, Hermann Kolbe berhasil mengisolasi senyawa aktif dalam kulit pohon willow dan membuktikan bahwa senyawa tersebut adalah asam salisilat.
Kemudian di tahun 1897, seorang ilmuwan Jerman bernama Felix Hoffmann berhasil mensintesis senyawa asam salisilat yang lebih stabil dan mudah tubuh toleransi. Inilah asal mula penemuan acetylsalicylic acid atau aspirin.
2. Punya banyak manfaat, mulai dari pereda nyeri hingga pencegahan preeklamsia pada ibu hamil
Acetylsalicylic acid adalah obat yang efektif untuk mengurangi rasa sakit ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan pereda demam. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, zat dalam tubuh yang bertanggung jawab atas rasa sakit dan peradangan.
Namun, tidak hanya itu, aspirin juga memiliki efek antitrombotik yang dapat membantu mencegah penyakit jantung. Dalam dosis rendah, obat tersebut bisa menghambat penggumpalan darah dan mengurangi risiko pembekuan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Bahkan dalam beberapa kasus, acetylsalicylic acid juga dokter berikan untuk wanita hamil yang berisiko tinggi mengembangkan preeklamsia. Namun, penggunaan aspirin selama kehamilan harus berada di bawah pengawasan dokter.
3. Di balik manfaatnya, ada efek samping dari acetylsalicylic acid
Meskipun acetylsalicylic acid memiliki banyak manfaat, ada juga beberapa efek samping dan peringatan yang perlu diwaspadai. Efek samping yang umum terjadi, antara lain:
- Iritasi lambung dan gangguan pencernaan
Bila kamu menggunakannya dalam jangka panjan dan dalam dosis tinggi, aspirin bisa menyebabkan iritasi lambung dan gangguan pencernaan, termasuk tukak lambung dan perdarahan.
Untuk mengurangi risiko ini, kamu perlu mengonsumsi obat tersebut dengan makanan atau dalam dosis rendah.
- Alergi dan reaksi hipersensitivitas
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi saat menggunakan acetylsalicylic acid. Reaksi alergi yang bisa terjadi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, sesak napas, atau pembengkakan wajah, bibir, atau lidah.
Bila kamu memiliki riwayat alergi terhadap aspirin, hindari mengonsumsinya dan bicarakanlah dengan dokter.
- Meningkatkan risiko perdarahan
Aspirin bisa memengaruhi kemampuan pembekuan darah, yang bisa meningkatkan risiko pendarahan.
Bila kamu memiliki kondisi pendarahan atau sedang menggunakan obat pengencer darah, beritahu dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut.
4. Tidak boleh dikonsumsi anak-anak
Penting untuk kamu ingat, acetylsalicylic acid tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun, kecuali atas anjuran dokter. Penggunaan obat tersebut pada anak-anak bisa menyebabkan sindrom Reye, kondisi langka tetapi serius yang dapat mempengaruhi otak dan hati.
Agar lebih jelas, coba baca Alasan Aspirin Bisa Sebabkan Sindrom Reye pada Anak.
5. Berbeda dengan parasetamol
Meski sama-sama merupakan obat penghilang rasa sakit yang umum, acetylsalicylic acid (aspirin) dan parasetamol (asetaminofen) adalah dua jenis obat yang berbeda. Perbedaan utama adalah aspirin juga memiliki efek antiinflamasi dan antikoagulan, sementara parasetamol tidak memiliki efek tersebut.
Nospirinal: Salah Satu Merek Obat dengan Kandungan Asam Asetilsalisilat
Nospirinal adalah salah satu merek obat yang mengandung asam asetilsalisilat (aspirin). Setiap tablet Nospirinal umumnya mengandung 80 mg aspirin, yang digunakan sebagai agen antiplatelet.
Ini berarti Nospirinal membantu mencegah penggumpalan darah, sehingga mengurangi risiko kondisi serius seperti serangan jantung, stroke, dan trombosis.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai Nospirinal:
- Indikasi utama: Pencegahan infark miokard (serangan jantung), angina pektoris, stroke, dan trombosis.
- Kandungan: Asam Asetilsalisilat 80 mg (aspirin).
- Dosis umum: Biasanya 1 tablet diminum 1 kali sehari, sebaiknya bersama makanan untuk mengurangi iritasi lambung. Dosis harus sesuai dengan anjuran dokter.
- Efek samping: Gangguan pencernaan, peningkatan risiko perdarahan, dan sakit maag adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi.
- Peringatan: Nospirinal adalah obat keras dan memerlukan resep dokter. Penggunaan tanpa pengawasan harus dihindari, terutama pada ibu hamil (terutama trimester ketiga), penderita gangguan hati berat, atau orang dengan riwayat alergi aspirin.
Nospirinal bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin dan mencegah penggumpalan trombosit dalam darah. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Nospirinal sesuai untuk kondisi kamu.
Itulah fakta mengenai acetylsalicylic acid yang perlu diketahui. Sebelum mengonsumsi obat apapun, pastikan kamu membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter.
Kamu bisa menghubungi dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah di Halodoc terkait penggunaan obat ini.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2026. Uses, benefits, and risks of aspirin.
National Health Service. Diakses pada 2026. About aspirin for pain relief.
FAQ
1. Nospirinal obat apa?
Nospirinal adalah obat antiplatelet (pengencer darah) dosis rendah berisi asam ssetilsalisilat yang bekerja secara spesifik untuk mencegah keping darah saling menempel, guna meminimalkan risiko penyumbatan pembuluh darah seperti serangan jantung dan stroke.
2. Apakah nospirinal 80 mg adalah aspirin?
Ya, benar. Nospirinal mengandung asam asetilsalisilat 80 mg (aspirin dosis rendah). Berbeda dengan dosis tinggi untuk nyeri, dosis 80 mg ini secara spesifik digunakan sebagai antiplatelet atau pengencer darah untuk mencegah penggumpalan yang memicu serangan jantung atau stroke.


