• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Latihan Dasar untuk Anak Kucing Peliharaan

Ini 5 Latihan Dasar untuk Anak Kucing Peliharaan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Melatih anak kucing peliharaan berbeda dari anak anjing. Anak kucing mungkin tidak terlalu menerima latihan, seperti menangkap bola, mengambil koran, meraih frisbee, dan latihan-latihan lainnya yang memang dikhususkan untuk anjing.

Namun, ada juga beberapa latihan dasar yang bisa diterapkan baik pada anjing maupun kucing. Pada dasarnya, kucing adalah hewan yang sangat cerdas, sehingga kamu bisa dengan mudah mengajarkan berbagai hal. Mulailah melatih anak kucing peliharaan segera setelah kamu membawanya pulang agar anak kucing bisa beradaptasi untuk hidup dengan keluarga. 

Baca juga: Bagaimana Cara Melatih Kucing Liar Menjadi Penurut?

Berikut ini lima latihan dasar yang bisa dilakukan pada anak kucing peliharaan:

1.Ajari Anak Kucing untuk Duduk

Semakin banyak hewan diberi penghargaan atau hadiah atas suatu perilaku, maka semakin besar peluangnya untuk menguasai perilaku tersebut. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya masalah perilaku, latihan dasar pertama yang perlu diajarkan pada anak kucing peliharaan adalah perilaku dasar seperti duduk. 

Cara untuk mengajari anak kucing untuk duduk adalah dengan memberi penghargaan segera setelah ia duduk. Kamu juga bisa menggunakan suara seperti “bagus” saat anak kucing menyentuh lantai. Segera setelah anak kucing peliharaan berhasil menuruti perintahmu untuk duduk, kamu bisa memberi penghargaan berupa hadiah makanan, seperti tuna atau sesendok makanan kucing kaleng.

Bila anak kucing ingin meraih sendiri makanan tersebut dengan cakarnya atau berdiri di atas kaki belakangnya, jauhkan makanan tersebut darinya hingga semua kakinya menyentuh lantai.

Tujuannya agar kamu tidak memberinya hadiah atas perilaku yang tidak diinginkan (mengais dan berdiri di atas kaki belakang), alih-alih menghargai perilaku yang diinginkan (duduk). Triknya adalah pastikan anak kucing peliharaan sedang lapar saat kamu melatihnya, sehingga ia akan tertarik pada hadiah yang ditawarkan dan mengikuti instruksi.

2.Latih Anak Kucing agar Menyukai Kandangnya

Ajari anak kucing peliharaan agar betah di kandangnya sejak usia dini. Memberi makanan di dalam kandang adalah cara yang baik untuk membuatnya terbiasa berada di area tertutup.

Pada awal latihan, biarkan pintu kandang tetap terbuka, lalu saat anak kucing sudah terbiasa dengan kandangnya, tutup pintu kandang untuk beberapa saat. Melatih anak kucing untuk belajar menyukai kandangnya bermanfaat untuk mengamankan kucing saat ingin membawanya bepergian nantinya.

3.Latih Anak Kucing agar Terbiasa dengan Berbagai Jenis Belaian

Banyak kucing hanya mentolerir perlakuan dengan beberapa cara tertentu saja, dan tidak nyaman bila digendong dalam posisi canggung. Namun, anak kucing peliharaan kemungkinan besar pasti digendong dalam berbagai posisi tidak nyaman pada saat tertentu.

Misalnya, saat keponakan datang berkunjung atau saat di rumah sakit hewan, dan lain-lain. Kamu perlu mempersiapkan anak kucing untuk menghadapi hal tersebut dengan mengajarinya menerima berbagai jenis belaian dan pelukan.

Berlatihlah hanya sampai tahap di mana kucing merasa nyaman dan rileks. Cobalah untuk menggendong kucing dengan mengangkat sisi tubuhnya, atau menggendong di bawah lengannya dengan pantat menggantung.

Selain itu, berlatihlah menahan anak kucing untuk waktu yang singkat. Sentuh bagian tubuhnya, seperti kaki dan telinganya, tarik sedikit ekornya, dan usapkan jari kamu pada gigi dan gusinya. Berikan hadiah untuk setiap gerakan dan pelukan. 

Membiasakan anak kucing diperlakukan dengan berbagai cara memudahkan kamu untuk memangkas kukunya, menyikat giginya, dan membersihkan telinga seiring bertambah usianya.

Baca juga: Cara Tepat Merawat Telinga Kucing Peliharaan

4.Mengajari Anak Kucing untuk Bersosialisasi

Perlu diketahui, masa sosialisasi utama untuk anak kucing adalah antara usia 2-7 minggu. Banyak kucing yang ketakutan saat dewasa dan bersembunyi ketika pengunjung datang karena mereka hanya sedikit bertemu orang di luar keluarga selama masa sosialisasi.

Cegah hal itu terjadi dengan membiasakan anak kucing bertemu dengan banyak orang. Kamu bisa mengundang keluarga atau teman ke rumah. Berilah hadiah, mainan, belaian atau pujian untuk setiap pengalaman baru bertemu dengan orang lain, dan hindari memaksa anak kucing sampai ke titik di mana ia ketakutan.

Kamu juga bisa membawa anak kucing untuk berjalan-jalan di sekitar rumah, sehingga ia akan terbiasa berada di dekat berbagai hewan. Sebelum kamu mendekatkan kucing kamu ke kucing lain, kunjungi dokter hewan untuk memastikan anak kucing sudah terlindungi dengan vaksin yang tepat. 

5.Latih Anak Kucing untuk Bermain dengan Mainannya

Bermain dengan anak kucing adalah cara terbaik untuk mempererat ikatan dengannya dan mengurangi energi berlebih pada anak kucing. Namun, saat kamu bermain secara kasar dengan anak kucing, anak kucing akan belajar bahwa tidak apa-apa untuk bermain dengan gigi dan cakar pada kulit pemiliknya, yang bisa meningkat menjadi gigitan dan cakaran yang lebih keras. 

Gunakan mainan untuk berinteraksi dengan anak kucing peliharaan. Misalnya, mainan tali yang terdapat bulu di ujungnya, bola atau mainan catnip akan terasa menyenangkan bagi anak kucing sama seperti tangan kamu.

Baca juga: Pertama Kali Memelihara Kucing, Perhatikan 7 Hal Ini

Itulah 5 latihan dasar yang bisa diajarkan pada anak kucing peliharaan. Kamu juga bisa bertanya pada dokter hewan tentang cara merawat atau melatih anak kucing peliharaan lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga. 

Referensi:
Vetstreet. Diakses pada 2020. Five Training Tips for New Kitten Owners