
Ini 5 Pantangan Saraf Kejepit yang Harus Dipatuhi
Ada beberapa pantangan saraf kejepit yang harus dipatuhi oleh pengidapnya.

DAFTAR ISI
- Gejala Saraf Kejepit yang Umum Terjadi
- Pantangan Saraf Kejepit
- Pantangan Makanan dan Minuman
- Tips Tambahan Agar Gejala Tidak Semakin Parah
- Catatan Penting
- Contoh Menu Harian yang Aman untuk Penderita Saraf Kejepit
- Bisakah Syaraf Kejepit Dicegah?
Saraf kejepit atau yang dikenal dengan hernia nukleus pulposus (HNP) merupakan kondisi yang tidak dapat disepelekan. Kondisi tersebut terjadi saat bantalan lembut dari jaringan yang ada di antara tulang belakang terdorong keluar.
Akibatnya, saraf kejepit dapat menimbulkan rasa nyeri dan beberapa gejala lain seperti mati rasa, kelemahan pada anggota tubuh yang terkena.
Apabila kamu terdiagnosis kondisi tersebut, ada beberapa pantangan yang harus kamu patuhi, agar proses pemulihan dapat berjalan secara lancar.
Gejala Saraf Kejepit yang Umum Terjadi
Sebelum membahas pantangan saraf kejepit, ada baiknya kamu memahami dulu gejalanya.
Gejala saraf kejepit bervariasi, tergantung pada lokasi saraf yang terpengaruh dan tingkat keparahan kompresi.
Beberapa gejala yang umum meliputi:
- Nyeri: Bisa terasa tajam, seperti terbakar, atau tumpul.
- Mati rasa: Penurunan sensasi di area yang dipersarafi oleh saraf tersebut.
- Kesemutan (paresthesia): Sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum.
- Kelemahan otot: Kesulitan menggerakkan atau mengangkat sesuatu.
- Nyeri yang menjalar: Misalnya, nyeri dari saraf kejepit di punggung bawah bisa menjalar ke kaki (sciatica).
Jika mengalami gejala penyakit saraf, Ini Rekomendasi Dokter Saraf di Halodoc yang bisa kamu hubungi.
Pantangan Saraf Kejepit
Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan bila memiliki saraf kejepit, antara lain:
1. Mengangkat benda yang terlalu berat
Tidak mengangkat objek atau benda yang terlalu berat mungkin hal yang paling penting untuk dilakukan ketika terdiagnosis saraf kejepit.
Sebab, mengangkat benda yang berat dapat memberi tekanan yang tidak semestinya pada semua otot dan persendian di tubuhmu.
Alhasil, proses penyembuhan saraf yang terjepit pun akan terganggu atau malah semakin memburuk.
Maka dari itu, kamu disarankan untuk tidak mengangkat benda yang beratnya melebihi lima kilogram.
2. Melakukan olahraga berat
Selain mengangkat benda yang terlalu berat, kamu juga perlu menghindari olahraga berat.
Aktivitas tersebut dapat memperburuk pemulihan saraf yang terjepit atau menimbulkan cedera dan rasa sakit yang lebih parah.
Maka dari itu, pastikan untuk mengistirahatkan otot ketika sedang mengalami saraf terjepit.
3. Melakukan gerakan berulang
Salah satu hal menjadi pantangan saraf kejepit adalah tidak melakukan gerakan tertentu secara berulang.
Sebab, carpal tunnel syndrome sering kali menjadi pemicu saraf terjepit pada tangan atau pergelangan akibat mengetik terlalu sering.
Maka dari itu, kamu perlu menghindari gerakan yang berulang seperti mengetik agar proses pemulihan berjalan secara optimal.
Bila memang harus mengetik, maka cobalah untuk menggunakan bantalan pergelangan tangan pada keyboard. Tujuannya agar beberapa tekanan pada saraf di area tersebut dapat berkurang.
4. Melakukan gerakan yang tiba-tiba
Tak hanya pada area yang mengalami saraf kejepit, gerakan tiba-tiba juga perlu dihindari pada seluruh bagian tubuh.
Sebab, setiap gerakan tiba-tiba seperti tersentak dapat menyebabkan respons stres dalam tubuh.
Akibatnya, saraf dan otot akan menegang, sehingga malah memperburuk kondisi saraf yang terjepit.
5. Terlalu sering begadang
Agar saraf yang terjepit tidak semakin parah, maka pastikan kamu mendapatkan tidur berkualitas yang cukup.
Tidur merupakan salah satu cara tubuh untuk penyembuhan, pemulihan, dan perawatan rutin pada tubuh kita. Maka dari itu, pastikan untuk tidak begadang atau kurang tidur.
Cobalah untuk tidur lebih awal setiap harinya saat mengalami saraf terjepit. Di samping itu, kamu juga perlu memastikan kualitas kasur dan bantal yang digunakan.
Tujuannya agar posisi tidur terasa nyaman dan menghindari risiko saraf kejepit semakin parah.
Pantangan Makanan dan Minuman
Selain aktivitas, pola makan juga berperan penting dalam proses penyembuhan saraf kejepit.
Beberapa makanan dan minuman dapat memicu peradangan dan memperparah nyeri.
Berikut adalah pantangan makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari:
- Makanan tinggi lemak jenuh dan trans: Makanan cepat saji, gorengan, dan makanan olahan dapat memicu peradangan dalam tubuh.
- Gula berlebihan: Konsumsi gula berlebihan dari soda, minuman manis, dan makanan manis dapat memperburuk peradangan.
- Daging olahan dan daging berlemak: Sosis, nugget, daging merah berlemak, dan jeroan sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi inflamasi dan berat badan.
- Produk tinggi gluten dan karbohidrat olahan: Roti putih, pasta, dan tepung olahan dapat memicu respons inflamasi pada beberapa orang.
- Kafein dan alkohol berlebihan: Kopi, minuman berenergi, dan alkohol dapat meningkatkan ketegangan otot dan mengganggu pemulihan saraf.
- Makanan tinggi purin (opsional): Beberapa orang mungkin perlu membatasi makanan tinggi purin seperti udang, kepiting, dan beberapa jenis sayuran jika mengalami peningkatan asam urat yang memperburuk kondisi.
Pahami lebih dalam mengenai Sistem Saraf Manusia – Bagian, Fungsi, dan Gangguan yang bisa terjadi berikut ini.
Tips Tambahan Agar Gejala Tidak Semakin Parah
Berikut adalah beberapa tips tambahan yang dapat membantu kamu mengelola saraf kejepit dan mencegahnya semakin parah:
- Jaga berat badan ideal: Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada tulang belakang dan saraf. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga berat badan ideal adalah salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Perbaiki postur tubuh: Perhatikan postur tubuh saat berjalan, duduk, dan tidur. Postur yang baik dapat mengurangi tekanan pada saraf.
- Lakukan peregangan ringan: Peregangan ringan dan aktivitas fisik yang aman seperti jalan kaki atau yoga ringan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.
- Konsultasi dengan dokter atau fisioterapis di Halodoc: Dapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai dari profesional medis di Halodoc. Fisioterapi dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar saraf yang terkena dan memperbaiki postur tubuh.
Catatan Penting
Pantangan dan rekomendasi di atas bersifat umum.
Kondisi setiap individu berbeda, dan lokasi saraf kejepit (misalnya, di leher atau punggung bawah) juga dapat memengaruhi jenis pantangan yang perlu diperhatikan.
Selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan lainnya di Halodoc untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kamu.
Menurut WHO, penanganan saraf kejepit harus dilakukan secara komprehensif dan individual, mempertimbangkan kondisi medis, gaya hidup, dan preferensi pasien.
Contoh Menu Harian yang Aman untuk Penderita Saraf Kejepit
Berikut adalah contoh menu harian yang kaya nutrisi dan rendah inflamasi, cocok untuk penderita saraf kejepit:
- Sarapan: Oatmeal dengan buah beri dan kacang almond, telur rebus.
- Makan siang: Salad sayuran hijau dengan ayam panggang atau ikan, quinoa.
- Makan malam: Ikan salmon panggang dengan sayuran kukus (brokoli, wortel, buncis), nasi merah.
- Camilan: Buah-buahan segar, yoghurt plain dengan sedikit madu.
Pastikan untuk minum air putih yang cukup sepanjang hari dan hindari minuman manis atau berkafein.
Bisakah Syaraf Kejepit Dicegah?
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah saraf terjepit:
- Mempertahankan posisi tubuh yang baik, misalnya seperti menghindari berbaring di satu posisi dalam waktu lama atau menyilangkan kaki.
- Mengurangi aktivitas fisik yang sama berulang kali, seperti mengetik.
- Perbanyak waktu istirahat sesudah melakukan aktivitas fisik.
- Mempertahankan berat badan yang sehat.
- Lakukanlah olahraga yang dapat meningkatkan fleksibilitas otot, seperti yoga.
Nah, itulah penjelasan mengenai beberapa pantangan saraf kejepit yang harus dihindari atau bahkan tidak dilakukan sama sekali.
Mulai dari mengangkat benda yang terlalu berat, hingga memiliki waktu tidur yang kurang atau begadang.
Saraf kejepit sebenarnya dapat dicegah melalui beberapa cara. Salah satunya adalah mengurangi aktivitas fisik yang sama secara berulang kali.
Atau kamu juga bisa konsumsi obat-obatan untuk membantu mengatasi kondisi ini. Yuk pelajari lebih lanjut dengan baca artikel berikut: Ini 5 Rekomendasi Obat yang Ampuh untuk Mengatasi Saraf Kejepit.
Bila kamu merasakan nyeri pada pinggang yang tak kunjung membaik, segeralah memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf.
Sebab, bisa jadi rasa nyeri tersebut merupakan gejala saraf terjepit. Perlu diingat bahwa semakin cepat diagnosis dan perawatan saraf kejepit dilakukan, maka semakin cepat rasa sakitnya teratasi.
Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat tanya dokter, tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama.
Jadi tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pinched nerve.
Web MD. Diakses pada 2026. Pinched (Compressed) Nerve.
Better Health Alaska. Diakses pada 2026. 10 Things Not to Do if You Have a Pinched Nerve.
FAQ
1. Apakah saraf kejepit bisa sembuh total?
Dengan penanganan yang tepat, banyak kasus saraf kejepit dapat sembuh total. Namun, penting untuk mengikuti anjuran dokter dan menghindari aktivitas yang memperburuk kondisi.
2. Kapan saya harus mencari pertolongan medis?
Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami nyeri hebat, kelemahan otot yang signifikan, atau kehilangan kontrol atas fungsi usus atau kandung kemih.


