Ad Placeholder Image

Ini 5 Penyebab Timbulnya Bisul pada Kulit yang Perlu Diwaspadai

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Bisul yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dapat muncul salah satunya karena kebersihan tubuh yang tidak terjaga dengan baik.

Ini 5 Penyebab Timbulnya Bisul pada Kulit yang Perlu DiwaspadaiIni 5 Penyebab Timbulnya Bisul pada Kulit yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan benjolan kemerahan pada kulit yang terasa sangat nyeri, terutama saat tersentuh atau bergesekan dengan pakaian? Kondisi tersebut sangat umum dialami oleh masyarakat Indonesia dan dikenal dengan istilah bisul atau furunkel dalam bahasa medis. Pada dasarnya, bisul disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit. Awalnya, bisul mungkin hanya terlihat seperti gigitan nyamuk atau jerawat kecil, namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut akan membesar, meradang, dan akhirnya terisi oleh nanah.

Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena rasa nyerinya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas tidur, hingga menyebabkan demam ringan jika infeksi mulai meluas. Banyak orang tergoda untuk memencet atau memecahkan bisul sendiri dengan harapan cepat sembuh. Padahal, tindakan tersebut sangat berbahaya karena dapat mendorong bakteri masuk lebih dalam ke aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius seperti selulitis hingga sepsis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara penanganan yang tepat dan aman yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

Langkah pertama yang paling tepat adalah menjaga kebersihan area yang terinfeksi, memberikan kompres hangat, dan menggunakan obat-obatan topikal (oles) atau oral yang dijual bebas untuk meredakan gejala serta mempercepat proses pematangan bisul. Ada banyak sekali pilihan obat bebas dan obat bebas terbatas yang diformulasikan khusus untuk mengatasi peradangan dan infeksi pada kulit, mulai dari salep penarik nanah, cairan antiseptik, hingga obat pereda nyeri.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk mengatasi bisul yang aman dan efektif? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Bisul yang Ampuh

Untuk mengatasi bisul yang baru tumbuh maupun yang sudah mulai membesar, kamu bisa mengandalkan beberapa produk medis berikut ini. Produk-produk di bawah ini dapat dibeli tanpa resep dokter, namun pastikan kamu selalu membaca aturan pakainya.

1. Ichtyol Salep 10% 15 g

Ichtyol Salep, atau yang di kalangan masyarakat Indonesia lebih akrab disapa dengan sebutan “Salep Hitam”, merupakan obat legendaris yang sangat sering digunakan sebagai pertolongan pertama pada bisul. Kandungan aktif utama dalam salep ini adalah Ictammol 10%. Senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan), antibakteri ringan, dan antifungi. Cara kerjanya yang unik adalah dengan melunakkan jaringan kulit di atas bisul dan membantu mempercepat proses pematangan, sehingga nanah dapat keluar secara alami tanpa perlu dipencet secara paksa.

Manfaat spesifik dari Ichtyol Salep adalah meredakan rasa nyeri yang berdenyut, mengurangi pembengkakan kemerahan, serta “menarik” nanah ke permukaan kulit. Ini sangat cocok untuk bisul yang masih keras dan belum menunjukkan mata putih di tengahnya.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan area bisul terlebih dahulu menggunakan air hangat dan sabun atau cairan antiseptik.
  • Oleskan salep tipis-tipis pada area bisul secara merata.
  • Lakukan sebanyak 2 hingga 3 kali sehari. Disarankan untuk menutup area yang sudah diolesi salep dengan kasa steril agar salep tidak menempel pada pakaian.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hanya untuk pemakaian luar dan hindari kontak dengan mata atau area mukosa.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ichtyol Salep 10% 15 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Betadine Antiseptic Ointment 10 g

Ketika bisul akhirnya pecah secara alami, luka yang tertinggal akan menjadi sangat rentan terhadap infeksi sekunder. Di sinilah Betadine Antiseptic Ointment sangat dibutuhkan. Obat salep ini mengandung Povidone Iodine 10%, yang merupakan agen antiseptik berspektrum luas. Cara kerjanya adalah dengan melepaskan yodium secara perlahan untuk menghancurkan struktur sel bakteri, virus, dan jamur penyebab infeksi.

Manfaat utama dari Betadine Salep adalah mencegah terjadinya penyebaran infeksi setelah bisul pecah, mengeringkan luka berair, dan mempercepat proses penyembuhan jaringan kulit yang rusak. Teksturnya yang berupa salep membuatnya mampu menempel lebih lama pada kulit dibandingkan cairan biasa, sehingga perlindungan terhadap kuman lebih optimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan sisa nanah atau darah pada bisul yang telah pecah dengan hati-hati.
  • Oleskan Betadine Antiseptic Ointment 1-2 kali sehari pada seluruh permukaan luka.
  • Tutup perlahan menggunakan plester atau kasa steril untuk melindungi luka dari debu dan kotoran.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang pada area kulit yang sangat luas, serta ibu hamil perlu berkonsultasi sebelum penggunaannya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Antiseptic Ointment 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan Mandiri Bisul di Rumah
  1. Kompres Hangat: Lakukan kompres pada area bisul menggunakan handuk hangat selama 10-15 menit, 3-4 kali sehari. Ini membantu melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat pematangan.
  2. Jangan Dipencet: Jangan pernah memencet, menusuk jarum, atau memotong bisul sendiri. Biarkan bisul pecah dengan sendirinya.
  3. Cuci Tangan: Selalu cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah menyentuh area bisul untuk mencegah penyebaran bakteri ke area tubuh lain.

3. Panadol 500 mg 10 Kaplet

Selain penanganan dari luar, bisul sering kali menyebabkan rasa sakit yang berdenyut hebat hingga memicu demam pada penderitanya. Untuk mengatasi hal ini, Panadol bisa menjadi solusi yang tepat. Panadol mengandung Paracetamol 500 mg, yang bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas). Obat ini bekerja langsung pada pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) dan menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat kimia yang memicu rasa sakit dan peradangan.

Manfaat mengonsumsi obat ini adalah meringankan rasa nyeri yang tajam di area bisul, membuat kamu merasa lebih nyaman, serta menurunkan suhu tubuh apabila bisul menyebabkan demam sistemik. Paracetamol sangat ramah di lambung sehingga aman dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 kaplet, diulang tiap 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal 8 kaplet dalam 24 jam.
  • Aturan dosis anak 6-11 tahun: 1/2-1 kaplet, diulang tiap 4-6 jam. Maksimal 4 kaplet sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Ikuti dosis yang dianjurkan dan jangan mengonsumsinya bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung Paracetamol untuk mencegah overdosis pada hati.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Rivanol 100 ml

Rivanol adalah cairan antiseptik berwarna kuning cerah yang mengandung Ethacridine lactate. Senyawa ini dikenal efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif, termasuk bakteri penyebab utama munculnya bisul. Cairan ini tidak menimbulkan rasa perih saat diaplikasikan pada kulit yang meradang, sehingga sangat nyaman digunakan.

Manfaat utama Rivanol dalam kasus bisul adalah sebagai cairan kompres atau pembersih. Dengan mengompres area bisul menggunakan cairan ini, kamu bisa menekan pertumbuhan bakteri, mengurangi risiko penyebaran infeksi ke folikel rambut di sekitarnya, serta menenangkan kulit yang membengkak kemerahan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan secukupnya pada kapas atau kasa steril.
  • Tempelkan kompres kasa yang telah dibasahi Rivanol di atas bisul selama beberapa menit, 2-3 kali sehari.
  • Bisa juga digunakan untuk membersihkan sisa kotoran di sekitar area bisul yang pecah.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hanya untuk pemakaian luar, tidak boleh diminum.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rivanol 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Dettol Cairan Antiseptik 95 ml

Langkah pencegahan penyebaran infeksi adalah kunci penting saat kamu sedang menderita bisul. Dettol Cairan Antiseptik mengandung bahan aktif Chloroxylenol 4.8% w/v. Bahan aktif ini bekerja dengan cara menghancurkan membran sel bakteri, menyebabkan isi sel kuman bocor dan akhirnya mati. Chloroxylenol merupakan perlindungan tangguh untuk membasmi berbagai patogen di permukaan kulit maupun benda mati.

Manfaat produk ini sangat luas. Bagi penderita bisul, menggunakan cairan Dettol saat mandi dapat membantu membersihkan seluruh tubuh dari bakteri berlebih penyebab infeksi folikel. Selain itu, produk ini juga bisa dicampurkan ke dalam air cucian untuk mensterilkan pakaian, handuk, atau sprei yang bersentuhan langsung dengan bisul agar tidak menulari anggota keluarga lainnya.

Dosis dan aturan pakai:

  • Untuk mandi: Campurkan 1 tutup botol Dettol ke dalam bak mandi atau air bilasan.
  • Untuk membersihkan kulit/luka ringan: Campurkan 1 tutup botol Dettol dengan 1 gelas air, usapkan dengan kapas.
  • Untuk mencuci pakaian/handuk: Tambahkan 1 tutup botol pada bilasan cucian.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Jangan gunakan langsung tanpa pengenceran pada kulit yang luka terbuka. Hanya untuk pemakaian luar.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dettol Cairan Antiseptik 95 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Bisul Disebabkan Oleh Apa Saja?

1. Infeksi Bakteri Staphylococcus aureus

Penyebab utama dari munculnya bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya adalah flora normal yang hidup berkoloni di permukaan kulit kita maupun di dalam rongga hidung tanpa menimbulkan masalah. Namun, apabila terdapat luka goresan kecil, gigitan serangga, atau folikel rambut yang tersumbat, bakteri ini bisa masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam, berkembang biak secara masif, dan memicu reaksi imun tubuh yang berujung pada penumpukan nanah.

2. Kebersihan Diri yang Buruk

Malas mandi setelah beraktivitas berat atau berkeringat, jarang mengganti pakaian, hingga tidur dengan sprei yang kotor dapat menjadi surga bagi perkembangbiakan bakteri. Kulit yang kotor dan lembap memudahkan bakteri patogen menginfeksi folikel rambut.

3. Pakaian Ketat dan Gesekan

Sering memakai celana jeans ketat, celana dalam berbahan nilon yang tidak menyerap keringat, atau kerah baju yang terus bergesekan dengan leher dapat mengiritasi folikel rambut. Gesekan terus-menerus ini menyebabkan mikrolesi (luka sangat kecil) di kulit yang membuka jalan bagi bakteri untuk masuk.

Kapan Harus ke Dokter?

1. Ukuran Bisul Tidak Wajar dan Semakin Nyeri

Jika kamu sudah mencoba pengobatan mandiri selama lebih dari seminggu namun bisul justru bertambah besar melebihi ukuran bola pingpong, terasa sangat keras, dan nyerinya tak tertahankan, segera cari pertolongan medis. Ini bisa jadi tanda infeksi yang lebih dalam atau pembentukan karbunkel (kumpulan bisul yang menyatu).

2. Disertai Demam Tinggi dan Merambat

Apabila kemerahan di sekitar bisul terlihat menyebar dengan cepat (tanda selulitis) atau kamu mengalami demam menggigil, ini menandakan infeksi mulai masuk ke jaringan yang lebih luas. Kondisi ini memerlukan intervensi medis segera, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik oral atau melakukan tindakan bedah minor (insisi) untuk mengeluarkan nanah dengan aman.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Studi Mengenai Infeksi Kulit dan Furunkulosis

Journal of Clinical Microbiology menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa peningkatan kasus infeksi kulit dan jaringan lunak (SSTI), termasuk bisul, sangat erat kaitannya dengan strain bakteri MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) yang didapat di masyarakat.

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya diagnosis yang cepat dan penanganan awal menggunakan obat-obatan topikal yang tepat, serta menjaga higienitas personal untuk memutus rantai penularan. Penggunaan antiseptik kulit yang tepat terbukti secara signifikan menurunkan kekambuhan bisul pada pasien yang memiliki riwayat furunkulosis berulang.

Kini, mengatasi masalah kulit tidak perlu repot ke luar rumah. Jika gejala terasa ringan, kamu bisa beli obat online di Halodoc dan produk 100% asli akan langsung diantar ke depan pintumu.

Selain itu, apabila bisul tak kunjung membaik atau disertai komplikasi demam, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter ahli untuk mendapatkan penanganan medis yang aman dan terpercaya melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Boils and carbuncles – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Boils (Furuncles): Causes, Symptoms & Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Skin conditions and hygiene.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Management of Staphylococcus aureus Infections.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Gejala dan Cara Mencegah Bisul.

FAQ

1. Apakah bisul disebabkan oleh darah kotor?

Tidak benar. Anggapan bahwa bisul karena “darah kotor” hanyalah mitos belaka. Fakta medis menunjukkan bahwa bisul murni disebabkan oleh infeksi bakteri lokal (biasanya Staphylococcus aureus) pada folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit, bukan karena kualitas atau kondisi darah seseorang.

2. Apakah telur dan daging ayam bisa memicu munculnya bisul?

Secara umum, makanan seperti telur atau ayam tidak menyebabkan bisul, kecuali kamu memiliki alergi spesifik terhadap protein tersebut yang memicu rasa gatal, kemudian kulit digaruk hingga luka dan terinfeksi bakteri. Jadi, pemicu utamanya tetaplah infeksi bakteri dan kurangnya menjaga kebersihan.

3. Bolehkan memecahkan bisul menggunakan jarum yang sudah dipanaskan?

Sangat tidak dianjurkan. Meskipun jarum sudah dipanaskan, tindakan memecahkan bisul sendiri di rumah berisiko tinggi memicu infeksi sekunder, menyebabkan bakteri masuk ke aliran darah (bakteremia), dan meninggalkan bekas luka permanen (scarring). Sebaiknya kompres hangat dan gunakan obat salep agar nanah keluar secara alami.

4. Berapa lama rata-rata waktu yang dibutuhkan agar bisul sembuh total?

Untuk bisul berukuran kecil hingga sedang, biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu dari mulai muncul benjolan merah hingga nanahnya pecah dan mengering secara alami. Proses ini dapat dipercepat dengan perawatan kompres hangat rutin dan penggunaan salep antiseptik yang direkomendasikan.