Ad Placeholder Image

Ini 5 Rekomendasi Obat Asma Inhaler yang Bagus dan Efektif

9 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS 24 September 2026

Setiap jenis alat inhaler memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Ini 5 Rekomendasi Obat Asma Inhaler yang Bagus dan EfektifIni 5 Rekomendasi Obat Asma Inhaler yang Bagus dan Efektif

DAFTAR ISI



Asma adalah kondisi ketika saluran udara mengalami penyempitan dan pembengkakan serta menghasilkan lendir yang berlebihan. Kondisi ini dapat memicu kesulitan untuk bernapas, batuk, sesak napas, hingga mengi.

Melakukan tindakan pencegahan agar asma tidak kambuh menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Namun, jika gejalanya kambuh dan semakin memburuk, sebaiknya segera lakukan pengobatan sesuai dengan saran dokter.

Nah, mau tahu apa saja obat asma inhaler yang ampuh untuk mengatasi serangan asma? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Asma Inhaler

Berikut ini rekomendasi oba asma inhaler yang bagus dan efektif untuk mengatasi dan menurunkan gejala asma:

1. Ventolin Nebules 2.5 mg 5 Ampul

Obat ini merupakan salah satu obat yang sangat efektif untuk mengatasi penyakit pada saluran pernapasan, seperti asma hingga penyakit paru. Namun, penggunaan obat ini memerlukan peralatan nebulizer.

Ventolin mengandung zat aktif salbutamol. Kandungan ini merupakan obat sistem saluran napas yang termasuk agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek.

Cara kerjanya dengan merangsang selektif reseptor beta-2 terutama pada otot bronkus sehingga otot bronkus mengalami relaksasi. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan dosis dan saran dokter, jadi kamu tidak bisa sembarangan menggunakan obat inhaler ini.

Rentang harga: Rp36.300 – Rp85.900 per strip.

Dapatkan Ventolin Nebules 2.5 mg 5 Ampul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Seretide Inhaler 25/50 mcg 120 Dosis

Obat asma Seretide inhaler ini mampu membantu kamu mengurangi gejala asma dengan cepat. Penggunaan obat ini pun harus sesuai dengan dosis dan saran dokter. Jadi, tidak boleh menggunakannya sembarangan.

Menggunakan obat ini tidak sesuai dengan dosis dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala, iritasi tenggorokan, hingga jantung berdebar.

Rentang harga: Rp187.600 – Rp192.800 per box.

Dapatkan Seretide Inhaler 25/50 mcg 120 Dosis di Toko Kesehatan Halodoc

3. Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses

Ventolin inhaler merupakan obat asma yang bisa langsung kamu gunakan tanpa bantuan alat nebulizer. Obat asma inhaler ini juga memiliki kandungan salbutamol untuk mengatasi penyakit asma dan penyakit paru.

Penggunaan obat ini harus sesuai dengan dosis dari dokter. Untuk menggunakannya, kocok dahulu inhaler sebelum menggunakannya. Kemudian, duduk tegak. Tekan inhaler bersama dengan tarik napas panjang. Tahan napas selama 10 detik setelah menghirup obat ini. Lalu, buang napas secara perlahan.

Kamu juga bisa cari tahu lebih banyak cara tepat menggunakan inhaler melalui artikel Cara Menggunakan Inhaler Asma dengan Tepat

Rentang harga: Rp161.900 – Rp164.600 per botol.

Dapatkan Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses di Toko Kesehatan Halodoc

4. Flixotide 50 mcg Inhaler

Obat inhaler asma ini mengandung fluticasone propionate sebesar 50 mcg. Kandungan tersebut mampu menurunkan gejala asma dan mencegah kondisi asma menjadi semakin memburuk.

Obat ini merupakan obat yang penggunaannya harus memerlukan resep dokter. Jadi, kamu tidak sembarangan boleh menggunakan obat ini.

Rentang harga: Rp132.900 – Rp170.700 per box.

Dapatkan Flixotide 50 mcg Inhaler di Toko Kesehatan Halodoc

5. Suprasma Inhaler 100 mcg 200 Dose

Obat asma inhaler ini mampu mengatasi penyempitan saluran napas yang terjadi akibat asma dan sesak nafas. Produk ini juga mampu meringankan gejala asma, seperti mengi, dada terasa sesak, hingga napas menjadi lebih pendek.

Namun, penggunaan obat ini harus sesuai dengan dosis dan saran yang diberikan oleh dokter. Bila digunakan secara berlebihan, obat inhaler asma ini berisiko meningkatkan efek samping, seperti iritasi mulut dan tenggorokan.

Rentang harga: Rp90.000 – Rp97.700 per box.

Dapatkan Suprasma Inhaler 100 mcg 200 Dose di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Menggunakan Alat Inhaler Asma

  • Kocok inhaler dengan baik sebelum digunakan.
  • Lepaskan tutup pelindung dari corong inhaler.
  • Letakkan corong di mulut dan tutup bibir di sekitarnya.
  • Hirup napas dalam-dalam dan tahan napas selama beberapa detik.
  • Buang napas perlahan melalui mulut.
  • Pastikan untuk membersihkan corong inhaler setelah digunakan.
  • Gunakan inhaler sesuai dengan petunjuk dokter atau apoteker.

Jenis Alat Inhaler Asma

Ada beberapa jenis alat inhaler asma yang tersedia, antara lain:

  • Metered-dose inhaler (MDI): Alat inhaler yang menggunakan propelan untuk menyemprotkan obat ke paru-paru.
  • Dry powder inhaler (DPI): Alat inhaler yang menggunakan bubuk obat yang dihirup melalui mulut.
  • Nebulizer: Alat yang mengubah obat cair menjadi uap yang dihirup melalui masker atau mulut.

Setiap jenis alat inhaler memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk memilih alat inhaler yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

Waspada terhadap berbagai penyebab asma. Cari tahu ulasannya melalui artikel 7 Faktor Penyebab Asma yang Harus Diketahui. Cegah asma dengan menghindari pemicu alergi, menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan tetap stabil.

Hal Penting Tentang Penggunaan Inhaler

Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait penggunaan inhaler:

  • Resep dokter: Inhaler asma memerlukan resep dan diagnosis dari dokter. Jangan menggunakan inhaler tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Teknik yang benar: Teknik penggunaan inhaler yang salah dapat mengurangi efektivitas obat. Pastikan kamu memahami cara menggunakan inhaler dengan benar. Tanyakan kepada dokter atau apoteker jika kamu memiliki pertanyaan.
  • Efek samping: Penggunaan inhaler pelega (reliever) yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti tremor atau jantung berdebar. Kumur air setelah menggunakan inhaler steroid untuk mencegah sariawan jamur.

Itulah penjelasan seputar penggunaan dan rekomendasi inhaler. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait penggunaan inhaler, hubungi dokter di Halodoc saja!

Rekomendasi Dokter yang Bisa Bantu Atasi Gejala Asma

Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala asma, segera hubungi dokter pilihan di Halodoc untuk mencegahnya agar tidak semakin parah.

Dokter bisa memberikan solusi penanganannya dan meresepkan obat untuk meringankan gejalanya. 

Berikut ini daftar dokter pilihan Halodoc yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 6 tahun dan mendapatkan penilaian baik para pasien yang sebelumnya mereka tangani:

1. dr. Muhammad Fadill Akbar AIFO-K

Pertama ada dr. Muhammad Fadill Akbar AIFO-K yang juga merupakan bagian dari Dokter Pilihan untuk kamu hubungi. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada 2022.

Dokter Muhammad Fadill Akbar AIFO-K kini berpraktik di Kota Palembang, Sumatera Selatan dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR ZT00000267539180.

Dengan pengalaman sebagai dokter umum selama 3 tahun, dr. Muhammad Fadill Akbar AIFO-K bisa memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai gangguan kesehatan ringan. 

Chat dr. Muhammad Fadill Akbar AIFO-K mulai dari Rp 49.000,- di Halodoc.

2. dr. Putri Zulfira Yasmin

dr. Putri Zulfira Yasmin

Selanjutnya ada dr. Putri Zulfira Yasmin yang juga merupakan bagian dari Dokter Pilihan untuk kamu hubungi. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman pada 2023.

Dokter Putri Zulfira Yasmin kini berpraktik di Medan, Sumatera Utara dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR ZT00000267539180.

Dengan pengalaman sebagai dokter umum selama 2 tahun, dr. Putri Zulfira Yasmin bisa memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai gangguan kesehatan ringan. 

Chat dr. Putri Zulfira Yasmin mulai dari Rp 49.000,- di Halodoc.

3. dr. Ketut Santika Susanti

Kemudian, ada dr. Ketut Santika Susanti yang merupakan bagian dari Dokter Pilihan yang bisa kamu hubungi. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada 2013.

Dokter Ketut Santika Susanti kini berpraktik di Kab. Buleleng, Bali dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR RU00000390728898.

Dengan pengalaman sebagai dokter umum selama 14 tahun, dr. Ketut Santika Susanti bisa memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai gangguan kesehatan ringan. 

Chat dr. Ketut Santika Susanti dari Rp 49.000,- di Halodoc.

Itulah beberapa dokter yang bisa kamu hubungi. Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter tersebut agar kondisi yang kamu alami dapat segera ditangani. 

Dokter tersebut tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja.

Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Asthma.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Asthma.

FAQ

1. Apakah Ibu Hamil Boleh Memakai Inhaler Asma?

Ya, ibu hamil diperbolehkan bahkan sangat dianjurkan memakai inhaler asma jika memang memiliki riwayat asma. Mengontrol gejala asma sangat krusial selama kehamilan agar pasokan oksigen ke janin tetap lancar.

Membiarkan serangan asma tanpa penanganan jauh lebih berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi dibandingkan risiko dari penggunaan obat itu sendiri. Kendati demikian, penggunaannya harus tetap berada di bawah pengawasan dan resep dokter kandungan atau dokter spesialis paru.

2. Apa Obat Asma yang Aman untuk Ibu Hamil?

Jenis obat asma yang umumnya dinilai paling aman dan menjadi pilihan utama bagi ibu hamil adalah obat bentuk hirup (inhaler), karena obat bekerja langsung pada saluran pernapasan dan meminimalkan jumlah obat yang masuk ke aliran darah.

Jenis obat asma yang sering diresepkan meliputi:

  • Inhaler Pereda Cepat (Reliever): Mengandung bronkodilator untuk meredakan sesak secara instan.
  • Inhaler Pengontrol Jangka Panjang (Controller): Mengandung kortikosteroid inhalasi (seperti budesonide) untuk mengontrol peradangan saluran napas secara rutin.

3. Apakah Salbutamol Inhaler Aman untuk Ibu Hamil?

Ya, inhaler yang mengandung salbutamol umumnya dianggap aman untuk ibu hamil dan digolongkan sebagai obat yang dapat digunakan atas indikasi medis yang jelas.

Salbutamol bekerja cepat melebarkan otot saluran napas saat asma kambuh. Meskipun dalam jumlah kecil dapat melewati plasenta, manfaatnya jauh lebih besar untuk mencegah kekurangan oksigen pada ibu dan janin akibat sesak napas.

4. Apa Merk Obat Asma yang Aman untuk Ibu Menyusui?

Bagi ibu menyusui, pengobatan asma tetap berfokus pada bentuk inhalasi agar sedikit atau bahkan tidak ada obat yang terserap ke dalam ASI.

Beberapa merk obat asma berbentuk inhaler yang umum diresepkan oleh dokter meliputi:

  • Ventolin Inhaler (berisi salbutamol, sebagai pereda cepat).
  • Pulmicort (berisi budesonide, sebagai pengontrol peradangan).
  • Symbicort Turbuhaler (kombinasi budesonide dan formoterol).

Catatan Penting: Asma adalah kondisi medis serius yang memerlukan penanganan tepat. Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis sebelum menggunakan atau mengubah dosis obat asma apa pun, baik selama masa kehamilan maupun saat menyusui.