Ad Placeholder Image

Ini 6 Fakta yang Harus Diketahui Mengenai Gigi Susu

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   20 Februari 2025

Gigi susu merupakan gigi yang tumbuh di usia mulai dari 5 bulan dan akan digantikan dengan gigi permanen sebanyak 32 buah ketika waktunya sudah tiba.

Ini 6 Fakta yang Harus Diketahui Mengenai Gigi SusuIni 6 Fakta yang Harus Diketahui Mengenai Gigi Susu

DAFTAR ISI


Gigi susu atau yang banyak disebut dengan gigi sulung, merupakan sekumpulan gigi yang tumbuh pada anak, sebelum nantinya akan diganti dengan gigi tetap di usia dewasa. 

Gigi susu umumnya tumbuh pertama kali di usia 5 hingga 8 bulan. Namun pada beberapa kondisi, gigi susu bisa tumbuh lebih cepat atau lebih lambat. Gigi susu umumnya berjumlah 20 buah, yang nantinya akan digantikan dengan gigi permanen yang berjumlah 32 buh.

Nah, supaya tidak salah untuk membedakan mengenai gigi susu dan gigi permanen, yuk, simak dulu fakta mengenai gigi susu berikut ini!

Fakta Penting Mengenai Gigi Susu

Berikut ini sejumlah fakta penting mengenai gigi susu yang perlu diketahui, antara lain:

1. Gigi susu akan tanggal semuanya

Gigi susu umumnya akan mulai tumbuh saat anak memasuki usia 5-12 bulan. Gigi ini akan tumbuh satu per satu, hingga akhirnya nanti akan tanggal atau copot satu per satu juga. 

Tanggalnya gigi susu biasanya diawali dengan gigi susu seri, kemudian disusul dengan gigi taring, lalu gigi geraham. Nah, semua gigi susu yang tanggal ini nantinya akan digantikan oleh gigi permanen, ketika waktunya sudah tiba. 

Lalu, di usia berapa biasanya gigi susu akan mulai tanggal? Umumnya, gigi susu ini akan mulai copot satu per satu di usia 6–7 tahun. Dalam kebanyakan kasus, gigi geraham susu akan tanggal ketika anak berusia 9–12 tahun.

Cari tahu juga, berikut Ini Perkembangan Gigi Anak Tumbuh Sesuai Usia

2. Gigi susu jumlahnya berbeda dengan gigi permanen

Gigi permanen orang dewasa berjumlah 32 buah. Bagaimana dengan gigi susu? 

Gigi yang pada akhirnya akan tanggal ini umumnya berjumlah 20 buah. Inilah yang kemudian menjadi alasan, mengapa gigi permanen berjarak lebih rapat ketimbang gigi susu, karena jumlahnya jauh lebih banyak. 

3. Gigi susu tumbuh tiap bulannya

Umumnya gigi susu ini akan tumbuh setiap bulannya sejak gigi pertama muncul. Nah, ketika Si Kecil sudah mencapai usia tiga tahun, biasanya gigi susunya sudah lengkap yakni berjumlah 20 buah gigi. 

4. Gigi susu lebih mudah mengalami karies

Katanya gigi susu lebih “lemah” dibandingkan dengan gigi permanen. Kira-kira mitos atau fakta? 

Kenyataannya, kekokohan gigi susu dan permanen memang berbeda. Gigi permanen memiliki enamel yang lebih tebal ketimbang gigi susu. Enamel ini merupakan permukaan terluar pada gigi, yang berguna untuk melindungi gigi dari kerusakan. 

Menurut laman Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia, enamel yang tipis pada gigi susu ini memudahkan karies tubuh dan menyebar pada gigi. Oleh sebab itu, jangan heran bila sering melihat anak-anak di usia prasekolah yang memiliki gigi depan berwarna kecokelatan, atau kehitaman. 

5. Gigi susu dan gigi permanen memiliki akar yang berbeda

Perbedaan gigi susu dengan gigi permanen berikutnya ada pada bagian akarnya. Gigi susu umumnya memiliki akar yang lebih pendek dan tipis, jika dibandingkan dengan gigi permanen. 

Kondisi ini yang kemudian membuat gigi susu lebih mudah copot, serta gigi permanen bisa berkembang di bagian bawah gigi susu. 

6. Gigi susu bisa tumbuh sejak dalam kandungan

Fakta terakhir, gigi susu mulai berkembang atau tumbuh sejak Si Kecil berada di dalam kandungan. Pada beberapa kondisi,  gigi ini terbentuk di usia kehamilan enam minggu. 

Karena alasan inilah, ibu yang sedang hamil disarankan untuk mengonsumsi cukup kalsium, vitamin D, vitamin C, serta fosfor yang dapat mendukung pertumbuhan gigi dan tulang bayi. 

Cara Merawat Gigi Susu

Meski gigi susu bisa copot atau tanggal dengan sendiri, serta digantikan dengan gigi permanen, bukan berarti kita boleh mengabaikannya. Gigi susu pada anak juga perlu dirawat dengan baik, agar terhindari dari masalah pada gusi, gigi, dan mulut. 

Berikut ini sejumlah cara merawat gigi susu pada anak: 

  • Ajarkan anak untuk rutin menggosok gigi, minimal dua kali sehari. Dalam menerapkan kebiasaan baik ini, orang tua tentunya perlu menjadi contoh bagi anak. 
  • Berikan anak sikat gigi dengan bulu yang lembut, serta pasta gigi dengan kandungan yang aman khusus anak. Jika sudah berusia di atas 2 tahun, berikan anak pasta gigi dengan kandungan flouride, untuk membantu memperkuat enamel gigi.
  • Tak hanya gigi, bagian sela-sela gigi dan lidah juga perlu dibersihkan. Ini berguna untuk mengurangi jumlah bakteri di rongga mulut, yang bisa menyebabkan masalah gigi dan mulut. 
  • Batasi konsumsi makanan manis seperti coklat dan permen. Makanan manis berisiko menyebabkan kerusakan enamel gigi, serta membuat gigi berlubang. 
  • Kurangi pemberian susu melalui botol dot. Dot bisa menyebabkan gigi anak terendam cairan manis terlalu lama, sehingga gigi mudah rusak. 
  • Ajak anak untuk melakukan kontrol gigi secara rutin, minimal enam bulan sekali. 
  • Hindari kebiasaan buruk mengisap jari. Sebab hal ini berisiko menyebabkan gigitan tanpa sengaja, serta merusak keselarasan gigi di kemudian hari. 

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gigi Susu Copot?

Ketika gigi susu anak copot, penting untuk tetap tenang dan melakukan beberapa langkah sederhana. Pertama, bersihkan area bekas gigi copot dengan kain kasa bersih yang dibasahi air matang. Jika ada perdarahan, tekan area tersebut dengan kain kasa selama beberapa menit.

Hindari memberikan makanan atau minuman panas, keras, atau lengket pada anak selama beberapa jam setelah gigi copot. Selanjutnya, perhatikan pertumbuhan gigi permanen yang akan menggantikan gigi susu.

Jika gigi permanen tidak muncul dalam waktu beberapa bulan atau ada tanda-tanda masalah seperti nyeri, pembengkakan, atau perubahan warna gusi, segera konsultasikan dengan dokter gigi anak. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga penting untuk memantau kesehatan gigi anak dan memastikan pertumbuhan gigi permanen yang optimal.

Bila anak mengalami sakit gigi, ada beberapa pilihan obat yang bisa ibu gunakan. Baca selengkapnya di artikel ini: “6 Obat Sakit Gigi Anak yang Aman untuk Digunakan“.

Kapan Gigi Susu Mulai Tanggal?

Gigi susu mulai tanggal (goyang) secara bertahap pada usia sekitar 6 hingga 12 tahun. Proses tanggalnya gigi susu ini memberikan jalan bagi gigi permanen untuk tumbuh menggantikannya. Urutan tanggalnya gigi susu biasanya mengikuti urutan tumbuhnya.

Kapan Gigi Susu Mulai Tumbuh?

Umumnya, gigi susu pertama kali muncul (erupsi) pada usia sekitar 6 bulan. Gigi yang pertama kali tumbuh biasanya adalah gigi seri tengah bawah. Setelah itu, gigi susu lainnya akan menyusul tumbuh secara bertahap hingga lengkap berjumlah 20 buah pada usia sekitar 3 tahun.

Berapa Jumlah Gigi Susu?

Anak-anak memiliki total 20 gigi susu. Gigi susu terdiri dari:

  • 8 gigi seri (4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah)
  • 4 gigi taring (2 di rahang atas dan 2 di rahang bawah)
  • 8 gigi geraham (4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah)

Bagaimana Cara Merawat Gigi Susu?

Perawatan gigi susu sangat penting untuk mencegah masalah gigi dan mulut pada anak. Berikut adalah beberapa tips merawat gigi susu:

  • Bersihkan gusi bayi dengan kain lembut yang bersih bahkan sebelum gigi pertama tumbuh.
  • Setelah gigi pertama muncul, sikat gigi anak secara teratur dua kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride yang sesuai untuk anak-anak.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis, terutama sebelum tidur.
  • Rutin periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali sejak gigi pertama muncul.

Penting untuk mengajarkan anak menyikat gigi sejak dini agar terbiasa menjaga kebersihan mulut.

Mau tahu lebih jauh mengenai gigi susu pada anak? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi: 
Kids Health. Diakses pada 2026. Teething Tots. 
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Baby’s First Tooth: 7 Facts Parents Should Know. 
Pregnancy, Birth and Baby. Diakses pada 2026. Teething. 

FAQ

1. Apakah gigi susu yang berlubang perlu dicabut?

Tidak selalu. Dokter gigi akan mempertimbangkan kondisi gigi dan dampaknya terhadap kesehatan gigi anak secara keseluruhan. Jika gigi berlubang masih bisa dirawat, dokter gigi akan melakukan penambalan. Namun, jika kerusakan sudah parah dan menyebabkan infeksi, pencabutan mungkin diperlukan.

2. Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami trauma pada gigi susu?

Segera periksakan anak ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan memberikan perawatan yang sesuai.

3. Apakah penggunaan dot atau empeng dapat memengaruhi pertumbuhan gigi susu?

Penggunaan dot atau empeng yang terlalu lama dapat memengaruhi pertumbuhan gigi dan rahang anak. Sebaiknya batasi penggunaan dot atau empeng setelah usia 2 tahun.