• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 7 Jenis Depresi yang Perlu Diketahui

Ini 7 Jenis Depresi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini 7 Jenis Depresi yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang serius dan cukup umum terjadi. Namun, jenis depresi ada banyak. Mulai dari yang ringan, sedang, hingga cukup parah dan berisiko mengancam nyawa. Jadi, penting untuk mengetahui jenis depresi yang bisa dialami. Simak dalam penjelasan berikut ini, ya!

Waspada Ragam Jenis Depresi Ini

Pada dasarnya, meski jenisnya cukup banyak, depresi punya satu kesamaan, yaitu gangguan suasana hati, yang jauh lebih serius dibanding kesedihan biasa. Cara agar lebih bisa memahami gangguan kesehatan mental ini, berikut ini jenis depresi yang perlu diwaspadai:

1.Depresi Mayor

Depresi mayor adalah salah satu jenis depresi yang paling umum terdiagnosis. Jenis depresi ini ditandai dengan gejala kesedihan, putus asa, dan kesepian, yang berlangsung selama lebih dari dua minggu. Gejala depresi ini cukup serius dan berdampak pada kualitas hidup pengidapnya.

Beberapa gejalanya adalah tidak nafsu makan, tubuh terasa lemas, dan cenderung menghindar dari orang-orang di sekitar. Penyebabnya belum diketahui pasti. Namun, jenis depresi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik, gangguan struktur kimia otak, dan trauma psikologis. 

Baca juga: Depresi Bisa Terjadi pada Segala Usia

2.Distimia

Distimia adalah jenis depresi yang berlangsung selama dua tahun atau lebih. Namun, tingkat keparahan gejalanya bisa lebih ringan ataupun lebih berat dibanding jenis depresi sebelumnya. 

Meski umumnya tidak mengganggu pola aktivitas sehari-hari, distimia dapat memengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Misalnya, menjadi tidak percaya diri, sulit konsentrasi, pola pikir terganggu, dan mudah putus asa. Sama seperti depresi berat, jenis depresi ini juga punya banyak faktor pemicu.

3.Depresi Premenstrual (Premenstrual Dysphoric Disorder/PMDD)

Berkaitan dengan premenstrual syndrome (PMS), depresi premenstrual adalah gangguan suasana hati yang cukup serius, sehingga bisa mengganggu keseimbangan emosi dan perilaku pengidapnya. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa sedih, cemas, dan gangguan suasana hati ekstrem, ketika memasuki masa PMS. 

Baca juga: Cyberbullying Bisa Sebabkan Depresi Hingga Bunuh Diri

4.Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah jenis depresi yang ditandai dengan adanya dua suasana hati yang bertolak belakang, yaitu mania dan depresi. Mania ditandai dengan munculnya perilaku atau emosi yang meluap-luap, seperti rasa gembira atau semangat yang membuncah dan tidak bisa dikendalikan.

Sebaliknya, depresi pada gangguan bipolar ditunjukkan dengan rasa tidak berdaya, putus asa, dan sedih. Kondisi ini bisa membuat pengidapnya mengurung diri di kamar, bicaranya sangat lambat seolah sedang melantur, dan tidak mau makan.

5.Depresi Postpartum

Jenis depresi ini terjadi pada wanita, beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan. Gejala depresi postpartum berdampak pada kesehatan dan ikatan batin antara ibu dan bayinya. Penyebab utamanya adalah perubahan hormon, yaitu ketika hormon estrogen dan progesteron yang tadinya cukup tinggi pada masa kehamilan menurun secara drastis setelah melahirkan.

6.Gangguan Suasana Hati Musiman (Seasonal Affective Disorder)

Jenis depresi yang satu ini berkaitan dengan musim, tepatnya perubahan waktu pada musim dingin atau musim hujan, yang cenderung lebih pendek dan sangat sedikit sinar matahari. Jenis depresi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya ketika cuaca sudah lebih cerah dan hangat.

Baca juga: Ciri dan Tanda Gejala Depresi Pada yang Wajib Kamu Ketahui

7.Depresi Situasional

Depresi situasional adalah jenis depresi yang tidak menentu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya gejala murung, perubahan pola tidur dan pola makan, ketika ada kejadian yang memberi tekanan mental yang cukup tinggi. 

Jika dijelaskan secara sederhana, gejala depresi situasional muncul akibat respons otak terhadap stres. Penyebabnya bisa berbeda-beda. Bisa karena kejadian yang bersifat positif seperti pernikahan atau menyesuaikan tempat kerja yang baru, hingga kehilangan pekerjaan, perceraian, atau perpisahan dengan keluarga dekat.

Itulah jenis depresi yang perlu diketahui dan diwaspadai. Jika kamu merasa mengalaminya, jangan ragu untuk segera mencari bantuan ahli. Kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bicara dengan psikolog, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2020. Warning Signs & Types of Depression.
WebMD. Diakses pada 2020. Types of Depression.
Beyond Blue. Diakses pada 2020. Types of Depression.
Healthline. Diakses pada 2020. Persistent Depressive Disorder (Dysthymia).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Premenstrual dysphoric disorder: Different from PMS?