• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 7 Penyakit yang Bisa Muncul di Masa Awal Kehamilan

Ini 7 Penyakit yang Bisa Muncul di Masa Awal Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini 7 Penyakit yang Bisa Muncul di Masa Awal Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Mengetahui bahwa diri sedang hamil tentu menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi ibu yang sedang menanti-nantikan momongan. Ibu tentu berharap agar bayi di dalam kandungan bisa bertumbuh dan berkembang dengan sempurna selama kehamilan.

Nah, salah satu hal penting yang perlu ibu lakukan di awal kehamilan adalah memeriksakan kandungan secara rutin pada dokter kandungan. Selain mengetahui usia kehamilan, hal itu juga bertujuan untuk mengetahui adanya risiko penyakit yang bisa berkembang selama kehamilan. Melansir dari Johns Hopkins Medicine, sekitar 8 persen dari semua kehamilan mengalami komplikasi yang bila tidak ditangani, bisa membahayakan ibu atau bayinya. Berikut ulasannya.

Baca juga: Trimester Pertama, Ini 5 Cara Jaga Kehamilan

Penyakit yang Mesti Diwaspadai di Awal Kehamilan

Penyakit yang terjadi selama masa kehamilan bisa berkaitan dengan kesehatan ibu, kesehatan bayi atau keduanya. Beberapa penyakit muncul selama kehamilan, tapi ada juga yang merupakan komplikasi dari masalah kesehatan yang sudah dimiliki ibu sebelum hamil. Penting bagi ibu yang memiliki masalah kesehatan untuk mendapatkan perawatan kesehatan sebelum dan selama masa kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.

Berikut ini penyakit yang bisa muncul di awal kehamilan:

1.Hiperemesis Gravidarum

Rasa mual dan muntah atau yang dikenal sebagai morning sickness wajar dialami oleh ibu hamil, terutama selama 3 bulan pertama kehamilan. Penyebab kondisi ini adalah karena kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang dilepaskan oleh plasenta dalam darah meningkat pesat. 

Namun, bila ibu mengalami mual dan muntah yang parah dan terus menerus selama kehamilan, segera kunjungi dokter kandungan ibu untuk mendapatkan perawatan. Kondisi yang lebih parah daripada morning sickness ini disebut hiperemesis gravidarum. Kondisi tersebut bisa menyebabkan ibu berisiko mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan, serta mungkin memerlukan perawatan intensif.

2.Anemia

Saat hamil, ibu juga bisa mengalami anemia. Hal ini karena selama kehamilan, tubuh ibu menghasilkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi. Bila ibu tidak mendapatkan zat besi atau nutrisi tertentu lainnya dalam jumlah yang cukup, tubuh ibu mungkin tidak bisa menghasilkan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk membuat darah tambahan ini.

Ibu hamil yang mengalami anemia mungkin akan merasa lelah dan lemah. Namun, masalah kesehatan ini bisa diatasi dengan mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat. Ibu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya mengenai cara yang tepat untuk mengatasi anemia yang ibu alami.

Baca juga: Anemia Pada Ibu Hamil, Harus Dirawat di Rumah Sakit?

3.Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Tekanan darah tinggi kronis yang tidak terkontrol dengan baik sebelum dan selama kehamilan bisa membuat ibu berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, solusio plasenta, dan diabetes gestasional. Selain itu, ibu hamil dengan hipertensi tidak terkendali juga berisiko melahirkan bayi prematur atau berukuran lebih kecil dari usia kehamilan, dan keguguran. 

Oleh karena itu, penting untuk membicarakan pada dokter tentang masalah tekanan darah yang ibu miliki, sehingga bisa diatasi dengan tepat sebelum kehamilan. Mendapatkan pengobatan untuk tekanan darah tinggi juga penting dilakukan sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

4.Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Bila ibu hamil mengalami rasa nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih, kemungkinan besar ibu mengalami infeksi saluran kemih. Penyakit ini bisa muncul di masa awal kehamilan dan bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, infeksi, dan persalinan prematur bila tidak ditangani. 

Segera kunjungi dokter kandungan untuk mendapatkan pengobatan bila ibu merasa mengalami gejala ISK. Pengobatan dengan antibiotik biasanya mampu untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

5.Kehamilan Ektopik

Menemukan beberapa bercak darah itu normal saat hamil, tapi perdarahan hebat bisa menjadi tanda keguguran atau kehamilan ektopik, menurut Natali Aziz, MD, spesialis pengobatan ibu-janin di Rumah Sakit Anak Lucile Packard di California.

Kehamilan ektopik adalah komplikasi serius yang terjadi ketika sel telur yang dibuahi ditanamkan di luar rahim, biasanya di saluran tuba. Komplikasi ini ditandai dengan perdarahan yang disertai nyeri tajam di bagian bawah perut.

6.Infeksi

Ibu juga perlu mewaspadai infeksi yang bisa terjadi selama kehamilan, termasuk pada trimester 1. Beberapa infeksi seperti cytomegalovirus (CMV), toksoplasma dan parvovirus bisa membahayakan kesehatan ibu, bayi atau keduanya.

Cara termudah untuk menghindarinya adalah mencuci tangan secara teratur dan menghindari makanan tertentu. Bila ibu mengalami demam tinggi, disertai dengan gejala pernapasan bagian atas, nyeri tubuh dan gejala seperti flu atau ruam, segera kunjungi dokter kandungan.

7.Penyakit Menular Seksual

Meskipun normal terjadi selama kehamilan, keputihan juga bisa menjadi pertanda penyakit menular seksual (PMS) yang bisa berdampak serius pada kehamilan, menurut Aziz.

Tidak usah malu, beritahu pada dokter kandungan bila ibu mengalami keputihan yang mencurigakan. Mengobati PMS bisa menghindarkan bayi dari bahaya penyakit menular tersebut.

Baca juga: 7 Masalah Kehamilan Trimester Pertama

Itulah beberapa penyakit yang bisa muncul di masa awal kehamilan. Tidak usah cemas selama kehamilan, download saja aplikasi Halodoc yang bisa membantu ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. First Trimester Problems: When to Call Your Doctor.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Pregnancy Complications.
WebMD. Diakses pada 2021. Anemia in Pregnancy.