Morning Sickness

Pengertian Morning Sickness

Morning sickness atau emesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil trimester awal (3 bulan pertama kehamilan). Kondisi ini merupakan kondisi yang normal terjadi dan pada umumnya akan hilang setelah masuk trimester kedua. Jika mual dan muntah terjadi hebat, maka disebut hiperemesis gravidarum dan kondisi ini memerlukan penanganan segera.

 

Gejala Morning Sickness

Gejala morning sickness adalah mual, yang muncul terutama pada pagi hari. Terkadang mual ini dapat berujung pada muntah yang tidak terlalu banyak. Gejala lain yang bisa menyertai adalah pusing, lemas, dan sensitif terhadap bau-bauan menyengat.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Morning Sickness

Penyebab kondisi ini adalah peningkatan hormon beta HCG pada wanita hamil. Kondisi ini normal dan banyak ahli yang percaya bahwa kondisi ini merupakan pertanda baik, yaitu mengindikasikan adanya plasenta yang tumbuh dengan baik dan normal. Faktor risiko kondisi mual dan muntah pada wanita hamil adalah riwayat kondisi yang sama pada kehamilan sebelumnya dan saat mencium bau-bauan menyengat.

 

Diagnosis Morning Sickness

Diagnosis dilakukan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Tidak ada pemeriksaan penunjang khusus untuk kondisi morning sickness. Namun bila dokter mencurigai ada kondisi hiperemesis gravidarum, maka dokter melakukan pemeriksaan keton urin untuk memastikan diagnosis.

Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan ada tidaknya hormon beta HCG pada urine (test pack) untuk memastikan morning sickness yang terjadi disebabkan karena adanya kehamilan.

 

Penanganan Morning Sickness

Pada umumnya morning sickness adalah kondisi normal, maka tidak ada penanganan khusus untuk kondisi ini. Gejala ini dapat hilang setelah usia kehamilan di atas 12 minggu. Untuk mengurangi keluhan ibu hamil dapat mengkonsumsi air rebusan jahe. Jika dokter mencurigai kondisi hiperemesis gravidarum, maka tata laksana yang sesuai meliputi:

  • Vitamin B6.
  • Obat antihistamin H1 (dimenhidrinat, difenhidramin, prometazin).
  • Antiemetik (ondansetron, metoklopramid).
  • Cairan infus.

 

Pencegahan Morning Sickness

Jika ibu hamil tidak ingin mengalami morning sickness, ini pencegahan yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Menghindari bau-bauan yang menyengat.
  • Pola makan sehat.
  • Olahraga teratur.
  • Istirahat cukup.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu dapat menemui dokter jika pengobatan yang dilakukan tidak membantu untuk mengurangi gejalanya. Selain itu, muntah yang terkait dengan gejala-gejala ini, yang mungkin berasal dari penyebab lain, seperti demam, sakit perut, dan sakit kepala. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu di sini.