Ad Placeholder Image

Ini Alasan Vaksin DBD Harus Diberikan Dua Dosis

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   13 Februari 2026

Vaksin DBD dari Qdenga harus diberikan dalam dua dosis agar sistem imun bisa membangun memori pertahanan yang kokoh dan tahan lama.

Ini Alasan Vaksin DBD Harus Diberikan Dua DosisIni Alasan Vaksin DBD Harus Diberikan Dua Dosis

DAFTAR ISI


Menghadapi ancaman nyamuk Aedes aegypti yang seolah tak ada habisnya, kehadiran vaksin DBD tentu menjadi angin segar bagi kita semua, namun penting untuk diingat bahwa perlindungannya tidaklah instan hanya dengan sekali suntik.

Alasan utama mengapa vaksin ini harus diberikan dalam dua dosis adalah untuk memastikan sistem imun kita tidak hanya sekadar “berkenalan” dengan virus, tetapi benar-benar membangun memori pertahanan yang kokoh dan tahan lama.

Dosis pertama berfungsi memicu respons awal, sementara dosis kedua bertugas sebagai penguat (booster) yang memastikan tubuh siap tempur secara maksimal dalam jangka panjang, sehingga risiko gejala berat pun bisa ditekan seminimal mungkin.

Alasan Vaksin DBD Harus 2 Dosis

Vaksin demam berdarah dengue (DBD) generasi baru (misalnya Qdenga/TAK-003) dirancang sebagai vaksin tetravalen (4 serotipe dengue). Pemberian vaksin ini harus lengkap 2 kali sesuai rekomendasi WHO dan Kemenkes agar proteksi imun maksimal.

Kemenkes RI mencantumkan bahwa QDENGA diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 3 bulan. (Vaksin lama, Dengvaxia, justru memerlukan 3 dosis jarak 6 bulan dan hanya untuk remaja 9–16 tahun seropositif.)

Demikian pula, WHO menyatakan jadwal vaksin TAK-003 adalah dua suntikan pada bulan ke-0 dan ke-3.

Jika pemberian dosis kedua tertunda, WHO menegaskan tidak perlu mengulang dari awal; cukup melanjutkan dosis kedua saat kesempatan tersedia.

  • Jadwal resmi: WHO/PAHO merekomendasikan 2 dosis (jarak ≥3 bulan) untuk anak usia 6–16 tahun di wilayah dengan risiko DBD tinggi. Kemenkes RI juga merujuk pedoman ini untuk vaksin Qdenga usia 6–45 tahun.
  • Proteksi optimal: Pemberian lengkap dua dosis memastikan tubuh mendapat paparan yang cukup untuk membangun kekebalan kuat. Dosis lengkap diperlukan agar tubuh “lebih kebal” dibanding hanya sekali suntik.

Efikasi Dua Dosis Menurut Studi Klinis

Uji klinis fase III dan meta-analisis mendukung perlunya dua dosis lengkap. 

Misalnya, uji klinis Lancet Global Health (2024) melaporkan efikasi kumulatif vaksin TAK-003 selama ~4,5 tahun yaitu 61,2% terhadap DBD terkonfirmasi secara laboratorium dan 84,1% terhadap DBD yang memerlukan rawat inap.

Ini menandakan dua dosis efektif menurunkan kejadian DBD, terutama kasus berat.

Meta-analisis terbaru (Flacco dkk. 2024) juga menemukan bahwa dua dosis TAK-003 menghasilkan imunogenisitas ≥90% terhadap keempat serotipe dengue pada semua kelompok usia, baik yang belum pernah terinfeksi maupun yang sudah terinfeksi sebelumnya.

Sebaliknya, satu dosis saja memberikan respons kekebalan yang lebih rendah (sekitar ≥70% pada orang dewasa, ~90% pada anak) dan proteksi tidak merata (hanya memadai untuk serotipe DENV-1 dan DENV-2 pada anak tanpa riwayat infeksi).

  • Hasil studi klinis: Dua dosis TAK-003 (bulan 0 dan 3) menurunkan risiko DBD hingga ~60–84% dibandingkan placebo. Dua dosis pula melindungi semua serotipe pada individu seropositif, serta DENV-1/2 pada seronegatif.
  • Respons imun: Analisis vaksin TAK-003 menunjukkan setelah dua dosis, sebagian besar penerima (≥90%) mencapai tingkat antibodi netralisasi tinggi terhadap semua serotipe. Imunitas ini jauh lebih kuat daripada setelah satu dosis saja.

Mekanisme Imunologi (Prime-Boost)

Secara imunologi, dua dosis lengkap diperlukan untuk memperkuat respon kekebalan. Vaksin Qdenga adalah vaksin live-attenuated (virus hidup dilemahkan), yang umumnya memerlukan rejimen prime-boost.

Dosis pertama bertugas “memperkenalkan” antigen dengue ke sistem imun dan membentuk sel memori limfosit, sedangkan dosis kedua menguatkan (booster) respon tersebut dengan meningkatkan jumlah dan kualitas antibodi netralisasi. 

Penelitian Duke-NUS (2025) menegaskan bahwa WHO memang merekomendasikan vaksin dengue lebih dari satu dosis: dosis pertama memicu pembentukan sel memori, dan dosis kedua mengaktifkan sel-sel tersebut untuk proteksi yang lebih kuat.

Tanpa dosis kedua, tubuh belum sepenuhnya terlindungi; dosis booster diperlukan agar kekebalan lebih tahan lama dan lebih lengkap.

  • Prime-Boost: Dosis pertama menciptakan imunitas primer, dosis kedua menguatkan memori imun yang terbentuk. Dengan cara ini, antibodi yang dihasilkan lebih tinggi dan bertahan lama.
  • Analogi vaksin lain: Prinsip serupa berlaku pada banyak vaksin: satu dosis sering kali diikuti dengan booster untuk mencapai proteksi optimal.

Keamanan dan Efek Samping

Data uji klinis dan meta-analisis menunjukkan bahwa dua dosis vaksin DBD memiliki profil keamanan baik. Flacco dkk. melaporkan profil keamanan TAK-003 “sangat baik”.

Sebagian besar efek samping bersifat ringan dan sementara: reaksi lokal pada tempat suntikan (nyeri, kemerahan, bengkak) dan gejala sistemik ringan seperti sakit kepala, nyeri otot (mialgia), kelelahan (astenia), dan demam.

Kejadian serius (seperti anafilaksis) sangat jarang dilaporkan (<0,1%), dan tidak ada kasus perdarahan berat yang dikaitkan dengan vaksin Qdenga dalam uji klinis.

  • Ringan dan umum: Nyeri di tempat suntik, sakit kepala, demam, malaise, dan mialgia terjadi pada lebih dari 10% penerima. Efek samping ini biasanya sembuh dalam 1–2 hari.
  • Jarang serius: Reaksi berat (anafilaksis) hampir tidak terjadi. Studi jangka panjang tidak menemukan peningkatan risiko kejadian serius akibat dua dosis vaksin.

Rekomendasi Jadwal Vaksinasi

Berdasarkan data di atas, interval 3 bulan antar dosis dianggap optimal. WHO menegaskan tidak disarankan memperpendek interval: dua dosis dengan jarak 3 bulan merupakan jadwal standar.

Jika dosis kedua tertunda, tidak perlu mengulang vaksinasi dari awal; dosis kedua cukup diberikan segera sesudahnya. Hal ini memudahkan pelaksanaan jika ada kendala penjadwalan.

BPOM dan Kemenkes RI telah menyetujui Qdenga untuk usia 6–45 tahun dengan jadwal 2 dosis, jarak 3 bulan.

Vaksinasi Dengue Bisa di Rumah Pakai Halodoc

Kini Kamu bisa melakukan vaksinasi untuk keluarga dari rumah melalui layanan Halodoc Homecare (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).

Vaksin Qdenga

Nah, berikut ini keunggulan melakukan vaksinasi lewat layanan Halodoc Homecare:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Harga vaksin ini mulai dari Rp739.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
  • Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Begini cara pemesanannya:

Kamu bisa order layanan Halodoc Homecare melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp Official Halodoc Homecare di 0888-0999-9226.

Cara pesan layanan Halodoc Homecare dari website:

  1. Buka halaman https://www.halodoc.com/homecare/packages
  2. Pilih jenis layanan yang kamu ingin pesan, atau
  3. Cari jenis layanan yang kamu ingin pesan dalam kotak pencarian yang tersedia, misalnya: vaksin DBD
  4. Klik tombol “Tanya Admin” berlogo WhatsApp untuk terhubung dengan admin resmi Halodoc Homecare yang siap melayani pesananmu.

Untuk pemesanan di aplikasi Halodoc, berikut ini langkahnya:

  • Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
  • Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Lab, Vaccine & Homecare’.
  • Pilih kategori layanan Homecare yang kamu butuhkan.
  • Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan yang kamu inginkan.
  • Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Halodoc Homecare akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!

Booking Vaksin DBD di Halodoc Homecare, Mulai dari Harga Rp739.000!

Kesimpulan

Pemberian lengkap dua dosis vaksin DBD (Qdenga) sangat penting untuk menjamin perlindungan optimal. Dosis kedua berfungsi sebagai booster yang memperkuat imunitas yang dibentuk dosis pertama.

Studi klinis dan meta-analisis menunjukkan dua dosis memberikan efektivitas dan kekebalan yang jauh lebih baik dibanding satu dosis.

Sesuai pedoman WHO dan Kemenkes, dosis lengkap 2 kali dengan interval 3 bulan wajib diikuti agar vaksinasi DBD efektif mencegah penyakit dengue.

Kamu juga bisa tanya dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc jika masih punya pertanyaan terkait hal ini.

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk tanya dokter di Halodoc!

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Dengue and Severe Dengue. 
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Dengue.
Web MD. Diakses pada 2026. Dengue Fever.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Dengue and Severe Dengue.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dengue Fever.
Jurnal Kesmas UI. Diakses pada 2026. Pengaruh Iklim terhadap Kasus Demam Berdarah Dengue.