• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Beberapa Tanda Gangguan Kepribadian Paranoid

Ini Beberapa Tanda Gangguan Kepribadian Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Beberapa orang mungkin saja merasa takut dan khawatir saat seseorang berada di dekatnya atau menghampirinya. Memang, rasa takut adalah hal yang wajar bagi semua orang. Namun, jika kecurigaan tersebut terus-menerus dibiarkan, gangguan mental mungkin saja terjadi.

Jika kamu merasakan hal tersebut, mungkin saja kamu mengidap gangguan kepribadian paranoid. Hal ini dapat menyebabkan kelainan pada pola pikir, sehingga selalu khawatir akan situasi yang kemungkinannya sangat kecil untuk terjadi. Beberapa gejala dapat timbul saat seseorang mengidap gangguan kepribadian paranoid. Jika kamu merasakan beberapa gejala atau tanda ini, ada baiknya untuk langsung mendapat pengobatan.

Baca juga: Waspada 5 Komplikasi dari Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala Munculnya Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid adalah kelainan yang terjadi saat seseorang terlalu curiga pada orang lain. Pengidapnya sangat tidak memercayai orang lain dan selalu meyakinkan diri sendiri jika orang lain berusaha untuk menyakitinya. Meski selalu curiga pada orang lain, pengidapnya tidak pernah mengakui jika ia menaruh pikiran negatif pada orang lain. Orang dengan gangguan ini kerap tampak aneh atau ganjil.

Biasanya, gangguan kepribadian paranoid ini lebih sering muncul saat memasuki usia dewasa muda. Meski begitu, bisa saja seseorang mengalami kelainan ini sejak masih anak-anak atau remaja awal. Selain itu, gangguan mental ini juga lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita. Penanganan dari gangguan ini dapat menjadi hal yang sulit karena pengidapnya kerap menaruh rasa curiga pada orang lain.

Memang sulit mendiagnosis gangguan ini pada orang lain karena pengidapnya terus menyangkal akan sesuatu yang terjadi. Meski begitu, kamu dapat melihat beberapa gejala yang umum ditimbulkan saat seseorang mengalami gangguan kepribadian paranoid.

Baca juga: Cara Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Memuaskan Dirinya

Gambaran gejala dari gangguan kepribadian paranoid secara umum adalah rasa curiga yang selalu timbul pada orang lain. Segala rasa tidak percaya ini tanpa dasar, sehingga membuatnya sulit untuk membentuk hubungan sosial dengan orang lain. Pengidap gangguan ini merasa jika perilakunya adalah hal yang normal, tetapi dapat dianggap orang lain sebagai permusuhan atau menaruh rasa curiga. Beberapa gejala lainnya yang dapat timbul adalah:

  • Kerap merasa dibohongi, ditipu, atau dieksploitasi oleh orang lain.
  • Menganggap jika teman, keluarga, dan pasangannya tidak dapat dipercaya dan tidak setia.
  • Mengalami ledakan amarah sebagai tanggapan saat merasa telah ditipu.
  • Terlalu mengendalikan hubungan untuk menghindari dieksploitasi atau dimanipulasi.
  • Selalu mencari makna tersembunyi pada gerakan dan percakapan.
  • Sering kali memiliki pandangan negatif pada orang lain.

Beberapa gejala dari gangguan kepribadian paranoid dapat mirip dengan gejala penyakit mental lainnya. Contoh gangguan yang mirip dengan kelainan ini adalah skizofrenia dan gangguan kepribadian ambang. Umumnya, sulit untuk menilai dengan jelas diagnosis dari gangguan-gangguan tersebut. Maka dari itu, pastikan untuk mendapatkan diagnosis dari profesional daripada melakukannya sendiri, karena kemungkinan terjadi kesalahan sangat besar.

Setelah mengetahui beberapa gejala dari gangguan mental tersebut dan melihat seseorang mengalaminya, berarti dia sedang tidak baik-baik saja. Alangkah lebih baik jika kamu menyarankan agar pengidapnya mendapatkan pemeriksaan oleh psikiater atau psikolog. Dengan begitu, penanganan yang efektif dapat dilakukan agar dirinya menjadi lebih baik.

Baca juga: Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian, Hati-Hati Alami Gangguan Kepribadian

Kamu juga dapat memastikan segala gejala atau tanda dari gangguan kepribadian paranoid pada psikiater atau psikolog dari Halodoc. Caranya hanya cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

 

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.