• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian, Hati-Hati Alami Gangguan Kepribadian

Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian, Hati-Hati Alami Gangguan Kepribadian

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Mendapat perhatian dari orang lain, menjadi populer dan diakui oleh orang banyak tentu dapat membuat hati menjadi senang. Namun, bila kamu selalu mencari perhatian dari orang lain dan ingin terus menerus menjadi pusat perhatian, sebaiknya hati-hati. Sebab, hal itu bisa jadi gejala gangguan kepribadian. Yuk, simak baca penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Gangguan kepribadian adalah jenis gangguan mental di mana seseorang memiliki pola pikir, fungsi, dan perilaku yang tidak sehat. Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian memiliki kesulitan untuk memahami dan berinteraksi di dalam situasi atau dengan orang lain. Akibatnya, tidak jarang mereka mengalami masalah baik dalam hubungan dengan orang lain, kegiatan sosial, pekerjaan, dan sekolah.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Kepribadian Highly Sensitive Person

Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian Tanda Gangguan Kepribadian Histrionik

Histrionic personality disorder (HPD) adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku yang terus-menerus mencari perhatian dan memiliki emosi yang ekstrem. Orang-orang dengan HPD ingin menjadi pusat perhatian di setiap kelompok orang, dan mereka akan merasa tidak nyaman bila tidak diperhatikan. 

Meskipun orang dengan gangguan kepribadian ini biasanya memiliki kepribadian yang ceria dan menarik, tetapi mereka sulit menerima bila orang lain tidak memberi perhatian khusus pada mereka. Pengidap HPD, bahkan bisa berperilaku menggoda atau provokatif secara seksual demi menarik perhatian orang lain pada diri mereka sendiri.

Pola perilaku selalu mencari perhatian dan emosi ekstrem yang menandakan gangguan kepribadian histrionik ini dapat dimulai pada awal masa dewasa, dan dapat ditunjukkan dalam berbagai konteks. Berikut ini ciri-ciri orang yang mengidap gangguan kepribadian histrionic:

  • Terus-menerus mencari perhatian.

  • Terlalu emosional, dramatis, atau provokatif secara seksual untuk mendapatkan perhatian.

  • Seringkali berbicara secara dramatis dan memiliki pendapat yang kuat, tetapi tanpa didukung fakta atau detil di balik pendapatnya.

  • Emosi yang dangkal dan cepat berubah.

  • Sangat memperhatikan penampilan fisiknya.

  • Menganggap ia memiliki hubungan yang lebih dekat dengan orang lain dari yang sebenarnya.

Baca juga: Berani Tampil Ala Livi Zheng, Ini 8 Tanda Alami Gangguan Kepribadian Narsistik

Penyebab Gangguan Kepribadian Histrionik

Para peneliti sampai saat ini belum mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan gangguan kepribadian histrionik. Namun, gangguan kepribadian ini dipercaya dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, antara lain:

  • Faktor biologis dan genetik.

  • Faktor sosial, seperti bagaimana seseorang berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman pada masa awal perkembangnya.

  • Faktor psikologis, kepribadian, dan temperamen individu yang dibentuk oleh lingkungannya atau dipelajari sebagai upaya untuk bertahan terhadap stres.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pengidap gangguan ini juga berpotensi untuk menurunkan gangguan ini pada anak-anaknya nanti.

Pengobatan untuk Gangguan Kepribadian Histrionik

Mengakui gangguan kepribadian yang dimiliki adalah langkah pertama yang penting bagi pengidap agar bisa mendapatkan pengobatan. Pasalnya, beberapa pengidap bisa tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kepribadian karena menurut mereka, cara berpikir dan perilaku mereka tampak wajar. 

Bahkan mereka mungkin malah menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi. Karena itu, langkah pengobatan untuk gangguan kepribadian histrionik adalah dengan memiliki kesadaran akan gangguan kepribadian tersebut.

Setelah itu, pengidap dapat mencari bantuan dari tenaga ahli seperti seorang psikolog, psikiater, atau terapis untuk membantu mengatasi gangguan kepribadiannya tersebut. Pengobatan gangguan kepribadian histrionik biasanya melibatkan psikoterapi jangka panjang dengan seorang terapis yang memiliki pengalaman dalam mengobati gangguan kepribadian semacam ini. Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk membantu mengatasi gejala.

Baca juga: Kapan Seseorang Membutuhkan Psikoterapi?

Bila kamu memiliki gejala-gejala gangguan kepribadian histrionik seperti di atas, coba bicarakan saja pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak usah malu, kamu bisa menghubungi psikolog melalui Video/Voice Call dan Chat, untuk berbicara dan minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Personality disorders.
Psychcentral. Diakses pada 2020. Histrionic Personality Disorder.