• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Gangguan Kecemasan pada Kesehatan Tubuh

Ini Dampak Gangguan Kecemasan pada Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Rasa cemas adalah emosi yang wajar yang dimiliki oleh semua orang. Rasa cemas muncul sebagai respons otak terhadap stres yang memperingatkan kamu akan adanya potensi bahaya. Jadi, tidak masalah bila kamu sesekali merasa cemas. Misalnya, saat menghadapi masalah di kantor, sebelum mengikuti ujian atau sebelum membuat keputusan yang penting.

Namun, bila kamu terus menerus merasa cemas, hal itu bisa jadi pertanda gangguan kecemasan. Tidak hanya dapat menyebabkan masalah di sekolah atau pekerjaan, kecemasan yang berlebihan juga dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh, lho.

Baca juga: Ini 3 Jenis Gangguan Kecemasan yang Umum

Dampak Gangguan Kecemasan Pada Kesehatan

Saat merasa cemas, kamu mengalami beberapa gejala pada tubuh, seperti meningkatnya detak jantung dan pernapasan. Respons fisik tersebut penting karena membantu memusatkan aliran darah ke otak, sehingga mempersiapkan kamu menghadapi situasi yang intens. Namun, bila berlebihan, kecemasan menyebabkan kamu merasa pusing dan mual. 

Baca juga: 15 Gejala yang Timbul dari Gangguan Kecemasan

Pada kasus gangguan kecemasan, kecemasan yang berlebihan dan terus-menerus menyebabkan dampak buruk berikut pada kesehatan:

  • Mengganggu Sistem Saraf Pusat

Kecemasan jangka panjang dan serangan panik yang biasanya dialami oleh orang dengan gangguan kecemasan dapat menyebabkan otak melepaskan hormon secara teratur. Kondisi ini meningkatkan frekuensi munculnya gejala, seperti sakit kepala, pusing, dan depresi.

Saat kamu merasa cemas dan stres, otak membanjiri sistem saraf dengan hormon dan bahan kimia yang dirancang untuk membantu kamu merespons ancaman. Adrenalin dan kortisol adalah contohnya. Meskipun bermanfaat untuk peristiwa stres yang kadang-kadang bisa terjadi, paparan jangka panjang terhadap hormon stres dapat berbahaya bagi kesehatan fisik. Misalnya, paparan jangka panjang terhadap kortisol dapat berperan pada peningkatan berat badan.

  • Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Gangguan kecemasan dapat menyebabkan detak jantung meningkat, jantung berdebar dan nyeri dada. Kamu yang mengidap gangguan tersebut mungkin juga berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Bila kamu sudah mengidap penyakit jantung, gangguan kecemasan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

  • Menyebabkan Masalah Pencernaan

Kecemasan juga bisa memengaruhi sistem ekskresi dan pencernaan kamu. Saat merasa cemas, kamu mungkin bisa mengalami sakit perut, mual diare, dan masalah pencernaan lainnya. Nafsu makan menurun juga bisa terjadi. Tidak heran bila gangguan kecemasan diduga memiliki kaitan dengan berkembangnya sindrom iritasi usus besar (IBS) setelah infeksi usus. IBS ditandai dengan gejala-gejala berupa muntah, diare, atau sembelit.

  • Melemahkan Sistem Imun Tubuh

Kecemasan dapat memicu respon stres dan melepaskan banyak bahan kimia dan hormon seperti adrenalin ke dalam sistem kamu. Dalam jangka pendek, hal ini meningkatkan denyut nadi dan pernapasan kamu, sehingga otak bisa mendapatkan lebih banyak oksigen.

Respons tersebut juga mempersiapkan kamu untuk menanggapi situasi yang intens dengan tepat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh kamu mungkin juga bisa mendapatkan dorongan singkat. Jadi, sesekali stres bermanfaat bagi tubuh dan tubuh akan kembali berfungsi normal begitu stres hilang.

Namun, bila kamu sering merasa cemas dan stres, tubuh kamu tidak pernah mendapat sinyal untuk kembali berfungsi normal. Hal ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kamu, sehingga kamu jadi mudah jatuh sakit dan rentan terinfeksi virus. Selain itu, vaksin mungkin juga tidak bisa bekerja dengan baik bila kamu merasa cemas.

  • Menyebabkan Masalah Pernapasan

Kecemasan juga dapat membuat pernapasan menjadi cepat dan dangkal. Bila kamu mengidap penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kamu berisiko tinggi dirawat di rumah sakit akibat komplikasi terkait kecemasan. Selain itu, kecemasan juga bisa memperburuk gejala asma.

Baca juga: Jalani Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Gangguan Kecemasan

Menurut National Institute of Mental Health, gangguan kecemasan bisa diatasi dengan psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya. Nah, itulah beberapa hal yang bisa dipahami tentang dampak gangguan kecemasan pada kesehatan tubuh. Jangan biarkan gangguan kecemasan berlangsung lama. Segera berobat dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Effects of Anxiety on the Body.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Anxiety Disorders