• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Negatif Overthinking Bagi Kesehatan

Ini Dampak Negatif Overthinking Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Dampak Negatif Overthinking Bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu memiliki kebiasaan bergumul dalam pikiran, hingga membuat diri kamu cemas dan sulit tidur? Jika pernah, mungkin kamu sering overthinking. Seseorang yang sering kali berpikir berlebihan atau overthinking, selalu khawatir saat tidak bisa menganalisis segala permasalahan. 


Bagi orang yang selalu overthinking, rasanya tidak mungkin untuk tetap tenang, meski satu hari dalam satu waktu. Perlu diingat, terus-menerus resah dan khawatir mungkin menuntut kamu lebih dari sekedar memiliki kedamaian mental. Ketika pikiran terus-menerus berubah, tubuh juga mengalami lonjakan kortisol. Artinya, overthinking bisa berdampak negatif pada kesehatan dalam jangka panjang. 


Baca juga: Punya Sahabat Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental


Kesehatan Terganggu Akibat Overthinking


Overthinking yang berlangsung dalam jangka yang panjang dapat memicu dampak negatif untuk kesehatan tubuh dan mental, yaitu: 


1. Memengaruhi Kinerja Otak


Salah satu organ tubuh yang paling berdampak akibat overthinking dan stres, yaitu otak. Stres cenderung berdampak pada kesehatan otak. Kortisol bisa merusak dan membunuh sel-sel otak pada hipokampus.


Overthinking yang kronis dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan konektivitasnya. Stres kronis bisa menyebabkan masalah mental, seperti gangguan kecemasan dan gangguan mood. 


Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidupmu apabila dibiarkan begitu saja. Jika kamu sering overthinking, coba bicarakan dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc yang akan membantumu kapan saja dan di mana saja. 


2. Memengaruhi Sistem Pencernaan


Terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan stres, yang pada akhirnya memengaruhi sistem pencernaan. Paparan stres menyebabkan masalah pencernaan, seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus besar, perubahan motilitas saluran cerna dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus dan perubahan mikrobiota usus. 



3. Fungsi Jantung Terganggu


Overthinking dan khawatir berlebihan bisa membahayakan kesehatan kardiovaskular. Sakit dada, takikardia, pusing, merupakan beberapa masalah yang bisa muncul akibat overthinking. Faktor risiko seperti depresi, penyalahgunaan zat dan kesulitan tidur yang berkaitan dengan kekhawatiran kronis juga bisa memperparah masalah. 


4. Merusak Kesehatan Kulit


Kecemasan, stres, dan overthinking yang terus-menerus bisa memengaruhi kesehatan kulit. Stres emosional yang disebabkan oleh overthinking bisa memengaruhi atau memperburuk sejumlah gangguan kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia, areata, dan dermatitis seboroik. 


Stres menyebabkan peradangan pada tubuh yang menyebabkan flare-up pada kulit. Sistem kompleks kulit yang saling berhubungan, sistem endokrin, dan sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh stres kronis yang memperburuk penyakit kulit. 


Baca juga: Ini 3 Cara Diagnosis untuk Deteksi Penyakit OCD


5. Menekan Sistem Kekebalan Tubuh


Pernahkah kamu menyadari bahwa saat stres atau cemas jadi sering jatuh sakit? Hal ini karena stres menyebabkan pelepasan kortisol dalam tubuh, yang pada akhirnya melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika pertahanan alami tubuh ditekan, hal itu menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit. 


6. Risiko Kanker Meningkat


Overthinking atau berpikir berlebihan menyebabkan stres dan aktivitas konstan sumbu hipotalamus hipofisis adrenal merusak respons imun, yang menyebabkan kanker tertentu berkembang terus-menerus. 


Sadari, Lalu Kelola Overthinking

Menyadari bahwa kamu sedang overthinking dan menyadari apa yang sedang terjadi adalah langkah pertama untuk mengelola overthinking. Salah satu cara untuk menyadarinya adalah jika kamu memiliki lebih dari tiga masalah yang sedang dipikirkan dan selalu bergumul dengan “bagaimana jika”.


Jika kamu ingin mengalihkan perhatian dan masuk ke tubuh secara fisik untuk membebaskan sistem kognitif, cobalah untuk melakukan aktivitas yang membuat kamu sibuk, misalnya olahraga. 


Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari


Mempraktikkan pernapasan diafragma atau pernapasan perut, bisa membantu menurunkan detak jantung, memperlambat pernapasan dan berhubungan dengan tubuh. Hal ini pada gilirannya menjernihkan pikiran kamu. 


Selama 20 menit sebelum tidur, cobalah untuk menuliskan daftar kekhawatiran atau apa yang harus dilakukan. Jika masih terasa sulit, jangan sungkan untuk berbicara dengan teman, orang terkasih, atau psikolog melalui aplikasi Halodoc. Mereka bisa memberi perspektif baru dan menyadari bahwa sesuatu yang tampaknya mengerikan atau kompleks sebenarnya tidak terlalu rumit. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. How Worrying Affects the Body
The Health Site. Diakses pada 2021. 6 health problems caused by overthinking
Huffpost. Diakses pada 2021. Here's What Happens To Your Body When You Overthink