• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu Diketahui

Ini Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 November 2022

"Diet telur rebus diklaim efektif menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Pasalnya, kamu akan mengalami defisit kalori selama menjalani diet ini."

Ini Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu DiketahuiIni Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Diet telur rebus adalah program penurunan berat badan dengan cara mengonsumsi beberapa porsi telur rebus per hari. Sebenarnya bukan cuma makan telur saja, kamu bisa menyandingkannya dengan sumber protein non lemak, sayuran dan buah. Selain itu, kamu juga tidak boleh mengonsumsi camilan di sela waktu makan. 

Untuk sarapan, kamu perlu mengonsumsi dua butir telur rebus, seporsi sayuran dan satu buah-buahan. Pastikan sayurannya non tepung dan buah-buahannya juga harus rendah karbohidrat.

Sedangkan makan siang dan malam terdiri dari sebutir telur, sayuran dan seporsi kecil protein tanpa lemak, seperti ikan atau dada ayam tanpa kulit. Karena termasuk diet ketat, kamu pantang untuk melakukannya dalam jangka panjang. Maksimal dua minggu saja. 

Sederet Fakta Soal Diet Telur Rebus

Jika kamu tertarik untuk mencobanya, berikut informasi lain seputar diet telur rebus:

1. Makanan yang boleh dikonsumsi

Kamu tetap boleh mengonsumsi makanan lain selain telur. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Kamu juga boleh meminum minuman bebas kalori, misalnya teh atau kopi tanpa pemanis, susu dan krim. Makanan lain yang boleh kamu konsumsi, meliputi:

  • Protein tanpa lemak, seperti daging unggas tanpa kulit dan ikan.
  • Sayuran non-tepung, contohnya , seperti brokoli, kubis, kembang kol, seledri, terong dan tomat. 
  • Buah rendah karbohidrat, seperti jeruk bali, jeruk nipis, jeruk limau, lemon, semangka dan beri.
  • Minyak kelapa, mentega, dan mayones dalam porsi sedikit.
  • Air putih, soda diet, dan teh atau kopi tanpa pemanis tambahan.
  • Bumbu dan rempah-rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kemangi, kunyit, jahe, lada, dan oregano.
  • Susu rendah lemak, seperti susu skim dan yoghurt rendah lemak, dan keju.

2. Makanan yang tidak boleh dikonsumsi

Ada juga makanan yang tidak boleh dikonsumsi, seperti:

  • Daging berlemak
  • Sayuran bertepung, misalnya kentang, ubi jalar, kacang-kacangan, jagung, dan kacang polong.
  • Buah yang tinggi karbohidrat, seperti pisang, nanas dan mangga.
  • Biji- bijian, contohnya roti, pasta, quinoa, couscous, farro, soba, dan barley.
  • Makanan olahan, makanan ringan dan makanan cepat saji.
  • Minuman dengan pemanis tambahan, seperti soda, jus, teh manis, dan minuman olahraga.

3. Cukup efektif untuk defisit kalori

Diet ini efektif menurunkan berat badan karena hampir semua pilihan makanannya rendah kalori. Dengan demikian, kamu mudah mendapatkan defisit kalori, yakni mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh sepanjang hari.

Defisit kalori adalah kunci utama penurunan berat badan. Selain rendah kalori, diet ini juga rendah karbohidrat sehingga peluang keberhasilannya cukup tinggi. Studi dalam jurnal PLOS ONE meninjau 12 penelitian terkait diet rendah karbohidrat. Hasilnya, diet rendah karbohidrat jangka pendek mampu menurunkan berat badan secara efektif.

4. Ada kekurangannya 

Diet telur rebus termasuk ketat sehingga kamu tidak boleh melakukannya dalam jangka panjang. Karena termasuk ketat, kamu juga berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Maka dari itu, pantang untuk melakukannya lebih dari dua minggu. 

Menurut studi pada Journal of Bone and Mineral Metabolism, diet ketat jangka panjang bisa menurunkan kepadatan tulang. Diet ini juga berisiko membentuk kebiasaan makan yang tidak sehat. Pasalnya, kamu perlu menghindari berbagai jenis makanan. 

Jika kamu punya pertanyaan lain seputar diet, hubungi ahli gizi melalui aplikasi Halodoc saja. Dokter yang ahli di bidangnya akan menjawab pertanyaan kamu sekaligus memberikan solusi terbaik. Jangan tunda sebelum kondisinya memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2022. The Boiled-Egg Diet: Does It Really Work?
Verywell Fit. Diakses pada 2022. What Is the Egg Diet?
Healthline. Diakses pada 2022. Boiled Egg Diet Review: All You Need to Know.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Effect of Two-Year Caloric Restriction on Bone Metabolism and Bone Mineral Density in Non-obese Younger Adults: a Randomized Clinical Trial.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. The effects of low-carbohydrate diets on cardiovascular risk factors: A meta-analysis.