Ad Placeholder Image

Ini Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu Diketahui

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS 30 Oktober 2026

"Diet telur rebus diklaim efektif menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Pasalnya, kamu akan mengalami defisit kalori selama menjalani diet ini."

Ini Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu DiketahuiIni Fakta tentang Diet Telur Rebus yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Diet makan telur rebus telah menjadi salah satu tren penurunan berat badan yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Diet ini pada dasarnya adalah pola makan rendah karbohidrat, rendah kalori, namun tinggi protein.

Sesuai dengan namanya, diet ini mengharuskan kamu untuk mengonsumsi telur rebus setidaknya dua hingga tiga kali sehari, dikombinasikan dengan sayuran non-tepung dan beberapa jenis buah rendah gula. Tujuan utamanya adalah memaksa tubuh untuk menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama, sehingga penurunan berat badan bisa terjadi secara drastis dalam waktu singkat.

Amankah Hanya Makan Telur Rebus untuk Diet?

Secara medis, telur memang merupakan salah satu “superfood” yang sangat padat nutrisi. Satu butir telur rebus ukuran besar mengandung sekitar 77 kalori, 6 gram protein berkualitas tinggi, 5 gram lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin B12, selenium, dan kolin. Protein yang tinggi pada telur dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan memberikan efek kenyang yang lebih lama, sehingga secara alami akan menekan nafsu makan dan mengurangi asupan kalori harianmu.

Namun, diet makan telur rebus tergolong sebagai *fad diet* atau diet restriktif. Karena diet ini sangat membatasi asupan karbohidrat kompleks (seperti nasi, roti, gandum) dan beberapa jenis buah-buahan, tubuh sangat rentan mengalami defisiensi vitamin, mineral, dan serat. Kekurangan serat dapat memicu sembelit yang parah, sementara kekurangan vitamin B kompleks dan karbohidrat dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, hingga memicu sakit kepala. Oleh karena itu, jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis gizi sebelum memulai pola makan yang membatasi kelompok makanan tertentu.

Untuk mencegah efek samping dari diet restriktif ini, asupan suplemen tambahan seringkali diperlukan agar fungsi organ tubuh tetap berjalan optimal. Kamu bisa beli suplemen vitamin online di Halodoc untuk memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi esensial selama menjalani program penurunan berat badan ini. Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen yang aman untuk mendampingi diet makan telur rebus? Berikut ulasannya!

Aturan Penting dan Risiko Diet Telur Rebus

Ini aturan yang perlu kamu pahami:

1. Batas Waktu Pelaksanaan Diet

Diet makan telur rebus bukanlah pola makan yang dirancang untuk jangka panjang. Secara medis, diet restriktif ini sebaiknya hanya dilakukan maksimal selama 14 hari (2 minggu). Melanjutkan diet ini lebih dari waktu yang ditentukan dapat menyebabkan hilangnya massa otot, perlambatan laju metabolisme basal (metabolic damage), dan defisiensi gizi yang parah.

2. Perhatikan Asupan Kolesterol

Meskipun studi terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dari telur tidak berdampak signifikan terhadap kolesterol darah pada mayoritas orang sehat, penderita hiperkolesterolemia genetik atau penyakit kardiovaskular harus berhati-hati. Makan 3-4 butir telur setiap hari dapat membebani profil lipid bagi kelompok individu yang sensitif terhadap asupan kolesterol dari makanan (hyper-responders).

3. Kecukupan Hidrasi

Proses pemecahan protein dalam jumlah besar oleh ginjal membutuhkan air yang cukup untuk membuang sisa metabolisme berupa urea. Oleh karena itu, minum air putih minimal 2,5 hingga 3 liter per hari sangat diwajibkan selama diet ini untuk menjaga fungsi ginjal tetap sehat.

Studi Mengenai Konsumsi Telur dan Penurunan Berat Badan

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi komprehensif yang menjelaskan bahwa asupan protein berkualitas tinggi, seperti yang ditemukan dalam telur, berkorelasi langsung dengan peningkatan rasa kenyang (satiety) dan pengaturan hormon penekan nafsu makan seperti GLP-1 dan PYY.

Studi tersebut juga menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi sarapan berbasis telur mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih signifikan dibandingkan kelompok yang sarapan tinggi karbohidrat kompleks (seperti bagel), meskipun jumlah kalori yang dikonsumsi sama. Hal ini membuktikan bahwa kualitas makronutrien dari telur memang efektif untuk strategi penurunan berat badan jangka pendek, asalkan dibarengi dengan defisit kalori.

Turunkan Berat Badan dengan Aman lewat Halofit

Sedang mencari cara mengecilkan perut dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter? Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara mengecilkan perut yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara. Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara mengecilkan perut dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat pengecilan perut. Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Weight loss: Choosing a diet that’s right for you.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. The Hard-Boiled Egg Diet: Does It Work?
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Dietary protein and weight regulation.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Healthy diet fact sheet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang dan Cara Diet Sehat.

FAQ

1. Apakah diet makan telur rebus aman dilakukan oleh semua orang?

Tidak. Diet ini tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, penderita penyakit ginjal, individu dengan riwayat gangguan makan (eating disorders), dan penderita penyakit jantung atau kolesterol tinggi. Diet ini sangat restriktif dan bisa membahayakan kondisi medis tertentu tanpa pengawasan dokter.

2. Berapa banyak berat badan yang bisa turun dengan diet telur rebus?

Hasilnya bervariasi pada setiap individu tergantung pada berat badan awal, tingkat metabolisme, dan kepatuhan. Rata-rata orang bisa kehilangan 2 hingga 5 kilogram dalam waktu 2 minggu. Namun, perlu dicatat bahwa penurunan berat badan pada minggu pertama sebagian besar merupakan penyusutan kadar air (water weight), bukan sepenuhnya pembakaran lemak.

3. Apakah boleh mengganti telur rebus dengan telur dadar atau mata sapi?

Aturan dasar diet ini menyarankan telur direbus (hard-boiled) karena proses perebusan tidak menambah kalori ekstra dari minyak atau mentega. Jika digoreng menjadi telur dadar atau mata sapi, penambahan minyak goreng akan secara signifikan meningkatkan jumlah kalori dan lemak trans, yang bertentangan dengan tujuan defisit kalori dalam diet ini.

4. Makanan apa saja yang dilarang keras selama menjalani diet telur rebus?

Selama diet ini berlangsung, kamu diwajibkan menghindari semua jenis karbohidrat olahan (roti, pasta, mie), biji-bijian (nasi, gandum, jagung), makanan tinggi gula, minuman manis, produk susu tinggi lemak, dan sayuran bertepung seperti kentang dan ubi jalar.