Ini Jadwal Minum Obat saat Puasa yang Perlu Diperhatikan
Ada beberapa pola waktu minum obat yang bisa diikuti saat sedang berpuasa.

DAFTAR ISI
Menjalankan ibadah puasa bagi penderita penyakit kronis atau mereka yang harus rutin mengonsumsi obat memang memerlukan perhatian khusus.
Salah satu tantangan utama adalah menyesuaikan jadwal minum obat agar tetap efektif tanpa mengganggu ibadah puasa.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat dalam mengatur waktu konsumsi obat selama bulan Ramadan.
Ini Jarak Minum Obat saat Puasa
Bagi sebagian orang, perubahan waktu makan selama puasa dapat memengaruhi efektivitas obat yang dikonsumsi.
Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter atau apoteker sangat dianjurkan agar terapi obat tetap optimal.
Saat berpuasa, waktu konsumsi obat terbatas pada periode antara berbuka puasa dan sahur. Untuk itu, ada beberapa pola yang bisa diikuti:
- Obat yang diminum 1 kali sehari: Jika obat hanya perlu diminum sekali sehari, maka bisa dikonsumsi setelah berbuka puasa atau setelah sahur, sesuai dengan anjuran dokter.
- Obat yang diminum 2 kali sehari: Bisa diminum saat berbuka puasa dan dosis kedua sebelum sahur, dengan jarak sekitar 10–12 jam.
- Obat yang diminum 3 kali sehari atau lebih: Bagi obat yang harus dikonsumsi lebih dari dua kali sehari, konsultasi dengan dokter sangat penting. Dokter akan menyarankan bentuk obat alternatif seperti obat dengan pelepasan lambat (sustained release) atau mengganti terapi dengan obat lain yang cukup diminum 1–2 kali sehari.
Untuk penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung, penyesuaian jadwal minum obat sangat penting agar tetap mendapatkan manfaat optimal tanpa mengganggu kondisi kesehatan.
Tips Minum Obat ketika Puasa
Agar tidak lupa atau salah dalam mengonsumsi obat saat puasa, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Beri pengingat minum obat dengan alarm di ponsel atau catatan pengingat agar tidak melewatkan jadwal minum obat.
- Pastikan minum air yang cukup saat sahur dan berbuka untuk membantu penyerapan obat dan mencegah dehidrasi.
- Jika ada keraguan mengenai perubahan jadwal atau efek samping obat, sebaiknya konsultasi dengan dokter.
- Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping seperti pusing atau lemas. Bila merasa tidak nyaman, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
- Pilihlah makanan sehat dan seimbang dalam porsi yang cukup.
- Hindari atau batasi konsumsi makanan ultra-processed atau tinggi lemak, karena dapat mengganggu sistem pencernaan.
Dengan memahami jadwal dan cara minum obat yang tepat, puasa dapat tetap dijalankan dengan aman dan kesehatan tetap terjaga.
Baca juga: Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Faktanya.
Jika kamu memiliki kondisi khusus yang perlu diperhatikan, jangan ragu untuk meminta saran dari dokter atau apoteker.
Nah, apabila kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut seputar konsumsi obat saat puasa, kamu bisa menghubungi dokter melalui Halodoc.
Dokter di Halodoc telah berpengalaman, sehingga mampu menjawab pertanyaanmu dan memberi saran akurat terkait jadwal minum obat ketika puasa.
Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah dan aman, tanpa perlu ke luar rumah.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!


