Makanan kaya zat bisa bisa kamu peroleh dari sumber heme (hewani) atau non heme (nabati).

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen Zat Besi
- Jenis Zat Besi pada Makanan
- Sumber Makanan Tinggi Zat Besi
- Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi
- Studi Terkait
- FAQ
Zat besi adalah salah satu mineral esensial yang memiliki peran sangat vital bagi kelangsungan fungsi tubuh manusia. Mineral ini merupakan komponen utama penyusun hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengikat oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Tanpa asupan zat besi yang memadai, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah yang cukup, yang pada akhirnya akan mengganggu suplai oksigen dan menurunkan fungsi organ.
Di Indonesia, masalah defisiensi atau kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang cukup serius. Kondisi ini sering kali berujung pada anemia defisiensi besi, yang rentan dialami oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan, wanita usia subur (karena menstruasi), serta ibu hamil. Gejala yang paling umum dirasakan antara lain tubuh yang mudah lelah, wajah pucat, sulit berkonsentrasi, sering sakit kepala, hingga penurunan daya tahan tubuh yang membuat seseorang lebih mudah terserang penyakit infeksi.
Cara terbaik dan paling alami untuk memenuhi kebutuhan mineral ini adalah dengan memperhatikan kandungan zat besi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Terdapat banyak sekali sumber bahan pangan, baik dari hewani maupun nabati, yang kaya akan mineral ini. Namun, dalam kondisi tertentu di mana asupan dari makanan saja tidak mencukupi—misalnya saat hamil, mengalami pendarahan hebat, atau didiagnosis mengalami anemia kronis—penggunaan suplemen tambahan menjadi langkah yang sangat disarankan untuk mengembalikan kadar besi ke batas normal.
Jika kamu merasa tidak bisa memenuhi asupan zat besi hanya dari makanan sehari-hari, kamu bisa beli vitamin dan suplemen melalui aplikasi kesehatan yang terpercaya untuk membantu mendongkrak kadar hemoglobinmu. Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen zat besi yang aman dan makanan apa saja yang direkomendasikan? Berikut ulasan lengkapnya!
Rekomendasi Suplemen Zat Besi yang Ampuh
Apabila modifikasi pola makan tidak memberikan hasil yang signifikan, atau jika kamu sudah mengalami gejala anemia yang cukup mengganggu, dokter atau apoteker biasanya akan meresepkan suplemen zat besi. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang efektif, aman, dan mudah didapatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi harianmu:
1. Sangobion 10 Kapsul
Sangobion merupakan salah satu suplemen penambah darah yang sangat populer di Indonesia. Suplemen ini mengandung zat besi dalam bentuk Ferrous Gluconate yang relatif lebih mudah diserap oleh tubuh dan minim risiko iritasi lambung dibandingkan jenis zat besi lainnya. Selain zat besi, Sangobion juga dilengkapi dengan Vitamin C, Asam Folat, Vitamin B12, Copper, dan Sorbitol.
Kehadiran Vitamin C dalam produk ini bekerja secara sinergis untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam usus. Sementara itu, Asam Folat dan Vitamin B12 sangat penting untuk proses pembentukan sel darah merah yang sempurna. Sorbitol ditambahkan untuk membantu mencegah sembelit, yang merupakan efek samping umum dari konsumsi suplemen zat besi.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 kapsul, diminum 1 kali sehari pada waktu makan atau sesudah makan.
- Telan kapsul secara utuh dengan segelas air putih. Jangan dikunyah.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sangobion 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
2. Hufabion 10 Kapsul
Rekomendasi selanjutnya adalah Hufabion. Suplemen ini diformulasikan khusus untuk mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi dan mineral lainnya. Hufabion mengandung Ferrous Fumarate, Manganese Sulfate, Cupric Sulfate, Vitamin C, Asam Folat, dan Vitamin B12. Kombinasi mineral dan vitamin ini menjadikannya solusi yang komprehensif untuk mendukung hematopoiesis (proses pembentukan sel darah).
Ferrous Fumarate merupakan senyawa besi yang terbukti efektif menaikkan kadar hemoglobin dengan cepat. Suplemen ini sangat cocok dikonsumsi oleh wanita yang sedang menstruasi, ibu hamil, wanita menyusui, maupun individu yang sedang dalam masa pemulihan setelah sakit berat maupun operasi.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 kapsul sehari sesudah makan.
- Sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi, atau susu karena dapat menghambat penyerapan zat aktifnya.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Hufabion 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
3. Maltofer Chew 30 Tablet
Bagi kamu yang kesulitan menelan kapsul atau memiliki perut yang sangat sensitif, Maltofer Chew bisa menjadi pilihan terbaik. Maltofer mengandung Iron (III) Hydroxide Polymaltose Complex (IPC). Berbeda dengan garam besi konvensional, IPC memiliki profil keamanan yang lebih baik untuk lambung dan hampir tidak memiliki interaksi dengan makanan lain.
Manfaat utama dari Maltofer adalah untuk pencegahan dan pengobatan defisiensi besi laten (tanpa anemia) maupun anemia defisiensi besi yang nyata. Karena bentuknya tablet kunyah dengan rasa yang umumnya dapat diterima dengan baik, suplemen ini nyaman digunakan. Mekanisme pelepasannya yang terkontrol membuat risiko keracunan atau overdosis zat besi menjadi sangat minimal.
Dosis dan aturan pakai:
- Pengobatan Anemia (Dewasa): 1-3 tablet sehari.
- Pencegahan/Defisiensi Laten: 1 tablet sehari.
- Tablet dapat dikunyah atau ditelan langsung selama atau segera setelah makan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Maltofer Chew 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Memaksimalkan Penyerapan Zat Besi
- Konsumsi bersama Vitamin C: Minum suplemen atau makan makanan kaya zat besi bersamaan dengan sumber vitamin C (seperti jeruk, stroberi, atau tomat) untuk melipatgandakan penyerapannya.
- Beri jeda dengan teh dan kopi: Teh dan kopi mengandung tanin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi dan mencegahnya diserap oleh tubuh. Beri jeda minimal 2 jam.
- Hindari kalsium dosis tinggi bersamaan: Suplemen kalsium atau susu dalam jumlah banyak dapat menghambat penyerapan zat besi. Jangan meminum suplemen besi berbarengan dengan susu.
4. Tonikum Bayer Sirup 100 ml
Tonikum Bayer adalah suplemen berbentuk sirup yang sudah dikenal luas dari generasi ke generasi. Produk ini merupakan kombinasi dari zat besi (Ferrous Gluconate), Kalsium, Mangan, Zinc, dan berbagai multivitamin (Vitamin B1, B2, B3, B6, B12, dan Vitamin C). Bentuknya yang cair membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih cepat di saluran pencernaan.
Selain bermanfaat untuk mengatasi kekurangan darah merah, Tonikum Bayer juga berfungsi sebagai tonikum untuk mengembalikan stamina tubuh yang kelelahan, mendukung masa pertumbuhan remaja, memenuhi kebutuhan nutrisi lansia, serta aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan asupan energi ekstra.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan Ibu Hamil: 1 sendok makan (15 ml), 1 kali sehari.
- Anak-anak (6-12 tahun): 1/2 sendok makan, 1 kali sehari.
- Kocok dahulu sebelum diminum. Sebaiknya diminum bersama atau setelah makan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Tonikum Bayer Sirup 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc
5. Feritrin 10 Kapsul
Feritrin adalah suplemen hematinik yang efektif untuk meningkatkan produksi hemoglobin. Suplemen ini memiliki kandungan utama Ferrous Fumarate (setara dengan elemen besi), Folic Acid (Asam Folat), Vitamin B12, dan Vitamin C. Kandungan zat besinya diformulasikan untuk mengembalikan simpanan besi (ferritin) di dalam hati yang mulai menipis akibat pola makan yang buruk atau pendarahan.
Manfaat utama Feritrin ditujukan bagi mereka yang didiagnosis menderita anemia makrositik maupun mikrositik, serta sangat disarankan bagi ibu hamil di trimester kedua dan ketiga, di mana volume darah ibu meningkat drastis untuk mendukung perkembangan janin.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 kapsul per hari.
- Untuk kasus anemia berat, dosis dapat disesuaikan oleh dokter.
- Diminum setelah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Feritrin 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Mengenal Jenis Zat Besi pada Makanan
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang daftar makanannya, penting untuk dipahami bahwa zat besi yang terdapat di alam terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
1. Zat Besi Heme (Heme Iron)
Zat besi heme secara eksklusif hanya ditemukan pada produk hewani, terutama daging dan darah hewan. Tubuh manusia sangat menyukai jenis zat besi ini. Tingkat penyerapannya (bioavailabilitas) sangat tinggi, yaitu mencapai 15% hingga 35%. Artinya, tubuh dapat langsung menggunakan mineral ini untuk memproduksi sel darah merah tanpa perlu melalui proses konversi yang rumit di dalam usus.
2. Zat Besi Non-Heme (Non-Heme Iron)
Zat besi non-heme utamanya berasal dari sumber nabati, seperti sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Meskipun jumlah zat besi dalam sumber nabati seringkali lebih tinggi secara gramasi, tingkat penyerapan zat besi non-heme oleh tubuh jauh lebih rendah, yakni hanya sekitar 2% hingga 20%. Tubuh harus mengubah struktur kimia zat besi ini terlebih dahulu sebelum bisa diserap. Itulah mengapa kaum vegetarian sangat rentan mengalami anemia jika tidak merencanakan dietnya dengan cermat.
Daftar Sumber Makanan Tinggi Zat Besi
Untuk memastikan simpanan ferritin dalam tubuhmu tetap aman, kamu harus bervariasi dalam memilih makanan. Berikut adalah berbagai bahan pangan yang patut masuk dalam menu harianmu:
1. Daging Merah dan Hati
Daging sapi, kambing, dan terutama jeroan seperti hati merupakan “raja” dari segala sumber zat besi. Satu porsi hati sapi seberat 100 gram dapat memenuhi lebih dari 30% kebutuhan harian zat besi. Hati ayam juga merupakan alternatif yang sangat baik dan murah. Karena ini adalah besi heme, penyerapannya sangat efisien untuk melawan rasa lelah kronis.
2. Seafood (Boga Bahari)
Kerang, tiram, udang, dan ikan laut (seperti tuna dan sarden) adalah pahlawan pencegah anemia. Selain mengandung besi heme, hidangan laut ini juga kaya akan zinc, vitamin B12, dan asam lemak omega-3 yang mendukung kesehatan jantung serta perkembangan fungsi kognitif otak.
3. Sayuran Berdaun Hijau Gelap
Bayam, kangkung, brokoli, dan daun singkong merupakan contoh sayuran dengan kandungan zat besi non-heme yang sangat tinggi. Meskipun penyerapannya rendah, sayuran ini kaya akan antioksidan dan vitamin C. Sebagai contoh, brokoli tidak hanya mengandung zat besi tetapi juga memiliki vitamin C bawaan yang membantu usus menyerap zat besi tersebut secara lebih optimal.
4. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Bagi mereka yang mengurangi konsumsi daging, kacang merah, lentil, buncis, kacang kedelai, dan biji labu adalah penyelamat. Olahan kacang kedelai seperti tahu dan tempe tidak hanya menjadi sumber protein yang baik, tetapi juga berkontribusi menyumbang zat besi non-heme yang signifikan untuk tubuh.
Kapan Harus Waspada dan Menghubungi Dokter?
Sering kali, kekurangan zat besi tidak menunjukkan gejala pada tahap awal (defisiensi laten). Namun, ketika simpanan benar-benar habis, tubuh akan mulai “berteriak” meminta pertolongan. Kamu wajib mengetahui kapan harus ke dokter jika kamu mulai merasakan gejala anemia yang parah, seperti:
- Napas menjadi pendek atau terengah-engah meski hanya melakukan aktivitas ringan.
- Detak jantung yang tidak beraturan atau berdebar cepat (palpitasi).
- Tangan dan kaki selalu terasa dingin.
- Kuku menjadi rapuh atau bentuknya mencekung seperti sendok (koilonychia).
- Mengalami pica, yaitu keinginan tidak wajar untuk mengunyah es batu, tanah, atau kertas.
Studi Mengenai Asupan Zat Besi pada Makanan
National Institutes of Health (NIH) menerbitkan pedoman komprehensif yang menjelaskan bahwa prevalensi anemia akibat defisiensi besi secara global masih menempati urutan teratas di antara defisiensi mikronutrien lainnya.
Studi klinis tersebut menegaskan bahwa pendekatan diet yang menggabungkan sumber besi heme (daging) dengan peningkat penyerapan (seperti jus jeruk kaya vitamin C) dapat memperbaiki status hemoglobin secara drastis dalam kurun waktu 3 hingga 4 minggu. Edukasi terkait pola makan ini dinilai jauh lebih efektif untuk pencegahan jangka panjang dibandingkan hanya mengandalkan suplemen tanpa perbaikan gaya hidup.
Menjaga kadar hemoglobin agar tetap stabil memang membutuhkan komitmen dalam menjaga pola makan sehari-hari. Jika modifikasi diet dirasa belum cukup mengatasi rasa lemas dan pusing, tidak ada salahnya menggunakan bantuan medis.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan langsung diantar ke depan pintu rumahmu tanpa perlu antre di apotek.
Selain itu, pastikan untuk selalu memantau kondisi kesehatanmu. Jangan biarkan gejala tubuh yang kelelahan dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merusak kinerja organ vital seperti jantung.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Nutritional anaemias: tools for effective prevention and control.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Iron deficiency anemia – Symptoms and causes.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Iron – Health Professional Fact Sheet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan WUS.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Iron-Rich Foods: Meat, Seafood, Vegetables & More.
FAQ
1. Apa saja contoh zat besi pada makanan yang paling mudah didapat?
Sumber zat besi yang paling mudah didapatkan sehari-hari meliputi bayam, hati ayam, tempe, tahu, daging sapi, dan telur. Bahan-bahan ini sangat umum ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang terjangkau.
2. Apakah minum teh setelah makan dapat menghilangkan zat besi?
Ya, teh mengandung senyawa tanin yang dapat mengikat mineral besi di dalam saluran pencernaan, sehingga mencegah tubuh menyerapnya. Sebaiknya hindari minum teh atau kopi setidaknya 1-2 jam setelah mengonsumsi makanan utama yang tinggi besi.
3. Berapa lama suplemen zat besi bekerja untuk menghilangkan anemia?
Umumnya, kamu akan mulai merasa lebih berenergi dan gejala berkurang dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah rutin minum suplemen. Namun, untuk mengembalikan kadar hemoglobin dan cadangan ferritin secara total, suplemen biasanya perlu dikonsumsi selama 3 hingga 6 bulan sesuai anjuran dokter.
4. Apakah suplemen zat besi memiliki efek samping?
Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah sembelit (susah buang air besar), kotoran (feses) yang berubah warna menjadi hitam gelap, dan terkadang mual jika diminum saat perut kosong. Meminumnya setelah makan dan memperbanyak serat dapat membantu mengurangi efek samping ini.



