
Ini Penyebab Batu Ginjal yang Wajib Diketahui
"Penyebab batu ginjal umumnya karena seseorang jarang meminum air. Bukan itu saja, sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan daging-dagingan juga termasuk penyebabnya."

DAFTAR ISI
- Apa Itu Batu Ginjal?
- Penyebab Batu Ginjal
- Metode Penanganan dan Pengobatan Medis
- Langkah Pencegahan Batu Ginjal
Pola makan yang tidak sehat bisa menjadi penyebab utama batu ginjal. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit hebat dan kesulitan buang air kecil.
Pasalnya, batu yang berbentuk kristal ini bisa mengganggu aliran urine yang menuju saluran kencing. Supaya kamu lebih waspada, sebaiknya ketahui hal apa saja yang bisa menyebabkan penyakit ini!
Apa Itu Batu Ginjal?
Batu ginjal adalah massa padat yang terbentuk dari endapan mineral dan garam di dalam ginjal. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai nefrolitiasis. Kristal ini terbentuk ketika urine menjadi sangat pekat, sehingga mineral seperti kalsium oksalat atau asam urat saling menempel dan mengeras.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, batu ginjal yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyumbat saluran kemih dan memicu infeksi hingga gagal ginjal permanen. Ukuran batu bervariasi, mulai dari butiran pasir hingga sebesar bola golf. Semakin besar ukuran batu, semakin tinggi risiko terjadinya hambatan aliran urine.
Penyebab Batu Ginjal
Nah, berikut berbagai kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya batu ginjal:
1. Jarang minum air putih
Tak sedikit orang yang menyepelekan minum air putih. Padahal, air sangat tubuh butuhkan untuk membantu mengeluarkan limbah-limbah.
Kurangnya asupan air, bisa membuat limbah mengendap dan mengeras. Alhasil, urine menjadi lebih pekat terbentuklah batu ginjal.
Itulah alasan kamu harus memastikan untuk mencukupi kebutuhan hidrasi tubuh dengan minum minimal delapan gelas air sehari.
Air putih merupakan pilihan terbaik karena tidak ada tambahan bahan apapun. Minuman yang memiliki rasa cenderung bisa meninggalkan residu dalam tubuh.
2. Konsumsi makanan tinggi garam
Mengonsumsi terlalu banyak garam juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Sebab, zat ini bisa meningkatkan jumlah kalsium dalam urine.
Kalsium adalah salah satu bahan yang bisa membentuk batu ginjal. Maka dari itu, hindari makanan tinggi garam yang biasanya terkandung pada makanan olahan dan makanan cepat saji.
Selain pencegahan, penyakit batu ginjal perlu penanganan khusus dari dokter spesialis. Nah, ini 5 Dokter Spesialis Urologi yang Bisa Bantu Atasi Batu Ginjal.
3. Oksalat
Pernah dengar oksalat? Senyawa alami yang terkandung dalam beberapa makanan.
Jika tubuh tidak dapat memproses oksalat dengan baik, senyawa ini bisa mengkristal dan menyebabkan batu ginjal.
Ada beberapa makanan yang tinggi kandungan oksalatnya, yaitu bayam, tomat, bit, dan cokelat. Batasi makanan ini apabila kamu punya potensi mengalami batu ginjal.
4. Terlalu banyak protein hewani
Mengonsumsi daging-dagingan secara berlebihan juga bisa memicu pembentukan batu ginjal.
Protein hewani dapat meningkatkan kadar asam urat dalam urine yang pada gilirannya membentuk kristal.
Sebaiknya seimbangkan asupan protein hewani dengan protein nabati yang bisa kamu dapatkan dari sayuran dan kacang-kacangan.
5. Riwayat keluarga
Genetika juga dapat memainkan peran dalam risiko batu ginjal. Seseorang yang punya riwayat keluarga dengan masalah batu ginjal, lebih rentan terhadap kondisi ini.
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki ayah atau ibu pengidap batu ginjal lebih rentan untuk memilikinya di kemudian hari.
Oleh sebab itu, ketahui riwayat kesehatan keluarga agar kamu bisa mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Mau tahu prosedur ESWL untuk mengatasi batu ginjal? Baca selengkapnya di artikel ini: “Mengenal Prosedur ESWL untuk Obati Batu Ginjal“.
6. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) bisa memengaruhi fungsi ginjal dan menyebabkan perubahan dalam komposisi urin.
Pada akhirnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Itu sebabnya, segera obati infeksi saluran kemih dan mengikuti pengobatan yang dokter rekomendasikan.
Semakin cepat kamu melakukan perawatan, semakin kecil peluang mengalami batu ginjal.
7. Konsumsi obat tertentu
Beberapa jenis obat-obatan, seperti antasida atau penurun tekanan darah, mengandung kalsium dan bersifat diuretik.
Nah, obat ini berpotensi menyebabkan batu ginjal apabila kamu konsumsi jangka panjang.
Jika sedang minum obat-obatan ini, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui risikonya dan tindakan pencegahan apa yang bisa kamu lakukan.
Metode Penanganan dan Pengobatan Medis
Penanganan batu ginjal bergantung pada ukuran dan jenis batu yang ditemukan melalui diagnosis medis. Untuk batu berukuran kecil, penderita biasanya disarankan minum banyak air putih (2-3 liter per hari). Hal ini bertujuan agar batu dapat keluar secara alami melalui saluran kemih dengan bantuan obat pereda nyeri.
Batu yang berukuran besar atau menyebabkan penyumbatan memerlukan tindakan medis lebih lanjut. Metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu menjadi butiran halus. Jika metode tersebut tidak memungkinkan, prosedur ureteroskopi atau operasi PNL (Percutaneous Nephrolithotomy) akan dilakukan oleh dokter spesialis urologi.
Langkah Pencegahan Batu Ginjal
Pencegahan utama adalah menjaga hidrasi tubuh dengan minum setidaknya 8-10 gelas air putih setiap hari. Langkah ini memastikan konsentrasi mineral dalam urine tetap rendah. Mengurangi konsumsi garam dan membatasi asupan protein hewani juga sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan zat dalam ginjal.
Penting untuk mengonsumsi makanan kaya kalsium guna mengikat oksalat di saluran pencernaan sebelum mencapai ginjal. Namun, konsumsi suplemen kalsium harus dikonsultasikan dengan tenaga medis terlebih dahulu. Menghindari kebiasaan menahan buang air kecil adalah langkah sederhana namun krusial untuk mencegah pengendapan mineral.
Adapun 5 Tips Sederhana untuk Mencegah Batu Ginjal yang perlu kamu ketahui.
Itulah informasi seputar batu ginjal yang perlu kamu ketahui.
Jika kamu memiliki pertanyaan lain tentang kondisi ini, jangan ragu menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, download aplikasinya sekarang juga!


