
Ini Penyebab Vertigo di Usia Muda dan Cara Mengatasinya
Jika tidak ditangani penyebabnya, vertigo dapat muncul terus menerus dan memengaruhi kualitas hidup.

DAFTAR ISI
- Penyebab Vertigo di Usia Muda yang Perlu Kamu Tahu
- Cara Mengatasi Vertigo di Usia Muda
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Vertigo di usia muda bukan hal yang mustahil. Banyak orang mengira sensasi pusing berputar hanya dialami orang lanjut usia, padahal vertigo juga bisa muncul pada remaja dan dewasa muda dengan berbagai penyebab, mulai dari gangguan telinga dalam hingga migrain.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, vertigo bukanlah penyakit, melainkan kumpulan gejala akibat gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Karena itu, mengenali penyebab vertigo di usia muda penting agar kamu bisa mengatasinya dengan tepat dan tahu kapan perlu memeriksakan diri.
Penyebab Vertigo di Usia Muda yang Perlu Kamu Tahu
Vertigo adalah ilusi bergerak, misalnya merasa diri atau lingkungan sekitar berputar, padahal sebenarnya tidak. Kemenkes membagi vertigo menjadi dua jenis utama, yaitu vertigo perifer yang berasal dari telinga dalam atau saraf keseimbangan, dan vertigo sentral yang berasal dari gangguan otak atau sistem saraf pusat. Vertigo perifer merupakan jenis yang paling sering terjadi.
1. BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)
BPPV terjadi ketika kristal kalsium karbonat (otolit) di telinga dalam terlepas dan bergerak ke saluran setengah lingkaran. Akibatnya, muncul pusing berputar saat posisi kepala berubah, misalnya ketika bangun tidur atau menoleh, dan biasanya berlangsung kurang dari satu menit. Menurut Kemenkes, sekitar 50% kasus BPPV tidak diketahui penyebabnya, sementara penyebab lain antara lain trauma kepala dan peradangan saraf keseimbangan.
2. Migrain Vestibular
Migrain vestibular menyebabkan vertigo atau pusing yang dapat disertai sakit kepala, mual, serta sensitif terhadap cahaya dan suara. Cleveland Clinic menyebutkan kondisi ini dialami sekitar 3% orang dewasa, dan risikonya lebih tinggi pada orang dengan riwayat migrain pribadi maupun keluarga. Pemicunya antara lain stres, kelelahan, perubahan hormon saat menstruasi, dan makanan tertentu.
3. Gangguan Telinga Dalam Lainnya
- Neuritis vestibular: vertigo berat mendadak tanpa gangguan pendengaran yang dapat berlangsung beberapa hari.
- Penyakit Meniere: vertigo berulang selama 20 menit hingga 2 jam, disertai telinga berdenging, penurunan pendengaran, dan rasa penuh di telinga.
- Labirintitis: peradangan pada telinga dalam yang mengganggu keseimbangan.
4. Faktor Lain
Kemenkes juga menyebutkan vertigo dapat dipicu efek samping obat tertentu, perubahan tekanan saat menyelam, alergi, gangguan kecemasan, cedera kepala, serta perubahan hormon selama kehamilan. Karena penyebabnya beragam, diagnosis dari dokter tetap diperlukan.
Cara Mengatasi Vertigo di Usia Muda
- Segera duduk atau berbaring saat vertigo menyerang agar kamu tidak terjatuh.
- Gerakkan kepala secara perlahan dan hindari perubahan posisi yang mendadak, misalnya bangun dari tempat tidur secara bertahap.
- Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala sedikit lebih tinggi saat tidur, sesuai saran Kemenkes.
- Kelola stres, cukupi istirahat, dan kenali pemicu jika kamu memiliki riwayat migrain.
- Batasi konsumsi garam jika dokter mendiagnosis penyakit Meniere, serta kurangi konsumsi alkohol.
- Jangan mengonsumsi obat antivertigo tanpa anjuran dokter, karena penanganan bergantung pada penyebabnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter jika vertigo sering kambuh, berlangsung lama, atau mengganggu aktivitas. Segera cari pertolongan medis bila vertigo disertai sakit kepala baru yang hebat, nyeri leher, sulit berjalan, pingsan, gangguan penglihatan, bicara pelo, sulit menelan, atau kelemahan anggota gerak, karena bisa menandakan gangguan saraf pusat.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk membantu mengenali penyebab vertigo dan menentukan penanganan yang sesuai.
Studi Terkait
Artikel Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes tentang BPPV menjelaskan bahwa pengobatan dengan obat saja memberikan hasil yang kurang memuaskan. Penanganan utama BPPV adalah manuver reposisi untuk mengembalikan otolit dari saluran telinga dalam, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 95% pada BPPV kanal posterior. Obat antivertigo dan antimual digunakan terutama bila mual dan muntah sangat berat.
Kemenkes juga menyebutkan pilihan penanganan vertigo meliputi obat-obatan, rehabilitasi vestibular, Canalith Repositioning Procedure (CRP), hingga pembedahan pada kasus tertentu. Sebagian kasus dapat membaik sendiri seiring otak beradaptasi.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Vertigo di usia muda bisa berasal dari telinga dalam, migrain, hingga gangguan saraf, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Melalui chat dokter, kamu bisa menceritakan pola keluhan, pemicu, dan gejala penyerta untuk mendapatkan arahan awal, termasuk kapan perlu pemeriksaan langsung ke dokter THT atau saraf.
Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisimu.
Referensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. BPPV.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Vertigo.
Manual MSD Versi Konsumen. Diakses pada 2026. Rasa Pusing dan Vertigo.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Vestibular Migraine.
FAQ
Apakah vertigo di usia muda berbahaya?
Sebagian besar vertigo disebabkan gangguan telinga dalam yang tidak berbahaya, seperti BPPV. Namun, vertigo yang disertai sakit kepala hebat, gangguan bicara, atau kelemahan anggota gerak perlu segera diperiksa.
Apa penyebab vertigo yang paling sering?
Vertigo perifer, termasuk BPPV, merupakan jenis yang paling sering terjadi. BPPV muncul ketika kristal di telinga dalam berpindah tempat sehingga memicu pusing berputar saat posisi kepala berubah.
Apakah stres bisa memicu vertigo?
Stres merupakan salah satu pemicu migrain vestibular, dan Kemenkes juga menyebutkan gangguan kecemasan sebagai salah satu pemicu vertigo. Mengelola stres dan tidur cukup dapat membantu mengurangi kekambuhan.
Apakah vertigo bisa sembuh sendiri?
Sebagian kasus vertigo dapat membaik sendiri seiring otak beradaptasi. Meski begitu, BPPV umumnya ditangani dengan manuver reposisi oleh tenaga medis, jadi sebaiknya konsultasikan kondisimu dengan dokter.




