Ad Placeholder Image

Ini Pilihan Dongeng Anak yang Bisa Dibacakan sebelum Tidur

15 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 September 2026

Membacakan dongeng pada anak bisa asah kemampuan bahasa dan imajinasi.

Ini Pilihan Dongeng Anak yang Bisa Dibacakan sebelum TidurIni Pilihan Dongeng Anak yang Bisa Dibacakan sebelum Tidur

DAFTAR ISI


Membacakan dongeng sebelum tidur merupakan tradisi manis yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sangat efektif mendukung tumbuh kembang anak. Aktivitas sederhana ini membantu si Kecil merasa lebih tenang, rileks, dan siap untuk tidur lelap di malam hari.

Selain mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak, cerita dongeng juga merangsang imajinasi serta kemampuan berbahasa si Kecil. Berikut adalah beberapa pilihan cerita dongeng edukatif yang bisa dibacakan sebelum tidur.

Pilihan Dongeng Sebelum Tidur untuk Si Kecil

Berikut berbagai pilihan dongeng anak yang bisa orang tua bacakan sebelum tidur:

1. Bawang Merah Bawang Putih

Pada zaman dahulu, hiduplah dua saudari tiri bernama Bawang Merah dan Bawang Putih. Sejak kecil, Bawang Putih sudah kehilangan ibunya.

Setelah itu, ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang sudah memiliki anak bernama Bawang Merah. 

Sayangnya, tak lama kemudian, ayah Bawang Putih pun meninggal, meninggalkan Bawang Putih hidup bersama ibu tiri dan saudari tirinya. Sejak saat itu, kehidupan Bawang Putih berubah drastis. 

Setiap hari, dia dipaksa mengerjakan semua pekerjaan rumah, dari membersihkan rumah hingga mencuci pakaian, sementara Bawang Merah hanya duduk santai.

Suatu hari, ketika sedang mencuci di sungai, salah satu baju milik ibu tirinya terbawa arus dan hanyut. 

Bawang Putih sangat panik, tak tahu harus berbuat apa. Dalam kebingungannya, dia bertemu dengan seorang nenek tua yang baik hati.  

Nenek itu mengatakan bahwa dia telah menemukan baju yang hanyut, dan akan mengembalikannya.

Akan tetapi nenek punya satu permintaan, yakni Bawang Putih harus membantunya menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah.

Dengan senang hati, Bawang Putih pun membantu nenek tersebut.

Setelah semua pekerjaan selesai, nenek itu menepati janjinya dan mengembalikan baju ibu tirinya.

Tak hanya itu, nenek itu juga memberinya hadiah, sebuah labu, dengan pilihan antara labu besar dan labu kecil.  Dengan rendah hati, Bawang Putih memilih labu yang kecil.

Setibanya di rumah, betapa terkejutnya Bawang Putih, ibu tiri, dan Bawang Merah ketika mereka membuka labu tersebut dan menemukan bahwa labu itu berisi perhiasan yang sangat banyak.

Tergiur dengan nasib baik Bawang Putih, keesokan harinya Bawang Merah meniru apa yang dilakukan oleh Bawang Putih.

Dia sengaja menghanyutkan bajunya dan mencari nenek yang sama. 

Ketika diberi pilihan, Bawang Merah dengan rakus memilih labu yang besar, berharap mendapatkan lebih banyak harta.

Namun, saat labu itu dibuka, isinya adalah ular-ular berbisa yang mengerikan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi Bawang Merah dan ibunya.

Mereka menyadari bahwa keserakahan dan perilaku buruk mereka terhadap Bawang Putih adalah sebuah kesalahan besar. 

Dengan hati yang penuh penyesalan, mereka meminta maaf kepada Bawang Putih atas semua yang telah mereka lakukan.

Pesan moral dari kisah ini yang bisa diajarkan ke anak adalah, jangan pernah bersikap buruk terhadap orang lain dan hindarilah sifat serakah.

2. Timun Mas

Dahulu kala, hiduplah seorang wanita tua bernama Mbok Sirni yang tinggal seorang diri. 

Suaminya telah lama meninggal, dan meskipun setiap hari ia bekerja keras menanam sayur-mayur dan menjualnya di pasar, ia tetap merasa kesepian karena tak memiliki seorang anak pun. 

Setiap hari, Mbok Sirni memanjatkan doa kepada Tuhan, berharap agar diberikan seorang anak yang bisa menemani hari-harinya.

Suatu hari, ketika sedang berdoa dengan sungguh-sungguh, muncul raksasa bertubuh besar dan berwajah hijau, yang dikenal dengan nama Buto Ijo. 

Raksasa itu menawarkan bantuan kepada Mbok Sirni. “Aku bisa memberimu seorang anak, tetapi ada syaratnya. Ketika anak itu berusia enam tahun, kamu harus menyerahkannya kembali padaku,” ucap Buto Ijo dengan suara menggelegar.

Mbok Sirni, yang sangat merindukan seorang anak, langsung menyetujui permintaan itu tanpa berpikir panjang.

Buto Ijo kemudian memberikan benih mentimun kepada Mbok Sirni dan menyuruhnya menanamnya di ladang. 

Ia mengatakan bahwa di antara semua timun yang tumbuh, akan ada satu timun berwarna emas yang berisi bayi. Dua minggu kemudian, tanaman-tanaman timun mulai berbuah. 

Di antara semua buah, ada satu timun yang ukurannya paling besar dan berwarna emas. Dengan penuh kegembiraan, Mbok Sirni membelah timun itu dan di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan yang cantik. 

Bayi itu kemudian diberi nama Timun Mas oleh Mbok Sirni. Waktu berlalu, Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan baik hati. 

Mbok Sirni sangat menyayanginya. Namun, tibalah saat yang dinantikan Buto Ijo. Ia kembali untuk menagih janji dan mengambil Timun Mas.

Mbok Sirni yang tidak ingin kehilangan putri kesayangannya, berdoa dengan tulus agar Timun Mas bisa selamat.

Doanya dijawab oleh seorang petapa yang datang membawa empat benda: biji mentimun, jarum, garam, dan terasi.

Petapa itu memberikan benda-benda tersebut kepada Timun Mas, dengan pesan bahwa barang-barang itu bisa digunakan untuk melindungi dirinya.

Ketika Buto Ijo mulai mengejar Timun Maas, gadis itu melemparkan biji mentimun yang seketika tumbuh menjadi hutan mentimun yang lebat, menghalangi jalan Buto Ijo. 

Namun, Buto Ijo berhasil menerobos hutan itu dan terus mengejar. Lalu Timun Mas menaburkan jarum, yang berubah menjadi hutan bambu runcing yang menghadang Buto Ijo. 

Meski terluka, raksasa itu tetap tidak menyerah. Timun Mas kemudian menaburkan garam yang seketika berubah menjadi lautan luas. Namun, Buto Ijo tetap bisa menyeberang. 

Akhirnya, Timun Mas menaburkan terasi yang berubah menjadi lumpur panas. Buto Ijo terperangkap dan akhirnya tenggelam di dalam lumpur tersebut.

Dengan kematian Buto Ijo, Timun Maas akhirnya bebas dan kembali ke rumah. Ia hidup bahagia bersama Mbok Sirni tanpa lagi dihantui oleh ancaman raksasa yang jahat.

Pesan moral dari cerita ini adalah jangan pernah berniat jahat terhadap orang lain, karena pada akhirnya, kejahatan itu akan berbalik pada diri sendiri.

3. Batu Menangis

Pada suatu waktu di sebuah desa yang terpencil, hiduplah seorang janda tua bersama putri semata wayangnya yang bernama Darmi.

Meski Darmi memiliki wajah yang luar biasa cantik, sayangnya, perilakunya jauh dari indah. 

Ia dikenal sebagai gadis yang sangat egois dan tidak memiliki kepedulian terhadap orang lain, termasuk ibunya sendiri.

Darmi sangat terobsesi dengan penampilannya. Bahkan, setiap hari ia hanya sibuk mempercantik diri di dalam kamarnya, tanpa pernah mengurus atau membantu pekerjaan rumah. 

Kamarnya selalu berantakan, tapi Darmi tidak peduli. Baginya yang terpenting adalah wajahnya harus selalu tampil sempurna.

Sementara itu, ibunya yang sudah tua harus bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tidak peduli seberapa berat pekerjaannya, sang ibu selalu melakukannya dengan tulus demi memastikan Darmi bisa hidup nyaman.

Namun, meskipun begitu, Darmi seringkali memperlakukan ibunya dengan buruk. 

Ketika orang-orang bertanya siapa yang selalu berjalan di belakangnya, Darmi dengan kejam menyebut ibunya sebagai “budaknya.” Perlakuan kasar Darmi membuat hati ibunya hancur. 

Sang ibu yang tidak lagi sanggup menahan rasa sakit di hatinya, akhirnya berdoa dengan penuh kesedihan.

Tanpa disangka, doa itu membawa kutukan. Perlahan-lahan, tubuh Darmi mulai berubah menjadi batu. 

Saat proses itu terjadi, Darmi menangis dan memohon ampun kepada ibunya, tetapi semuanya sudah terlambat.

Akhirnya, Darmi berubah menjadi batu yang terus-menerus mengeluarkan air mata.

Cerita ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua.

Pesan moralnya adalah bahwa perilaku buruk dan ketidakpedulian terhadap orang tua bisa mendatangkan penyesalan yang tidak bisa diperbaiki.

4. Rusa dan Tanduk Barunya

Di sebuah hutan, sekelompok rusa sedang bermain dengan gembira. Mereka bernyanyi, menari, berlari-lari, dan meloncat dengan penuh kegembiraan. Namun, ada seekor rusa jantan bernama Nala yang terlihat sedih.

“Nala, ada apa? Mengapa kau bersedih?” tanya saudaranya, Nana.

Nala hanya menggeleng, lalu berbalik dan pergi ke dalam hutan sambil menangis. Nana bingung melihat sikap saudaranya yang murung itu.

Di dalam hutan, Nala terus menangis, meratapi nasibnya. Beberapa hari yang lalu, saat bermain dengan teman-temannya, tanduknya patah.

Kini ia hanya memiliki satu tanduk, membuatnya merasa tidak percaya diri.

Saat berjalan, Nala bertemu dengan burung Gelatik, sahabatnya. “Kenapa kau bersedih, Nala?” tanya Gelatik.

Nala bercerita, “Tandukku patah saat aku bermain. Aku ingin seperti kakekku, yang memiliki tanduk kuat untuk melindungi saudara-saudaraku.”

Gelatik menenangkan Nala, “Jangan khawatir, tandukmu akan tumbuh kembali, lebih kuat dan gagah. Tanduk seperti kuku, jika patah, akan tumbuh lagi.”

Mendengar hal itu, Nala merasa lebih baik. Ia tersenyum dan berterima kasih kepada Gelatik.

“Ayo, kembali ke keluargamu. Mereka pasti mengerti dan tidak akan mengejekmu,” kata Gelatik.

Nala pulang dengan hati gembira. Ia bernyanyi sepanjang perjalanan. Ketika tiba, saudaranya, Nana, bertanya, “Nala, dari mana kau?”

Nala hanya tersenyum dan kembali bergabung dengan teman-temannya.

Ia menyadari bahwa kehilangan sesuatu tidak perlu membuatnya bersedih, karena akan selalu ada yang baru dan lebih baik datang.

Pesan moral dari cerita ini adalah jika kita kehilangan sesuatu yang berharga, jangan bersedih. Yakinlah bahwa sesuatu yang lebih baik akan datang sebagai pengganti.

5. Tiga Babi Kecil

Suatu hari, seekor induk babi memutuskan untuk mengirim ketiga anaknya keluar untuk mencari peruntungan sendiri karena ia tidak lagi bisa memberi mereka makan.

Ketiga babi itu kemudian membangun rumah mereka masing-masing.

Babi pertama, yang malas, memilih untuk membangun rumah dari jerami. Ia bertemu dengan seorang pria yang menjual jerami, lalu membelinya dan membangun rumahnya dengan cepat.

Babi kedua juga malas, namun ia memilih kayu untuk rumahnya. Ia bertemu dengan penjual kayu dan segera membuat rumahnya.

Babi ketiga, yang paling cerdas dan rajin, memutuskan untuk membangun rumah dari batu bata. 

Ia bertemu dengan penjual batu bata, membeli beberapa, dan mulai membangun rumah yang kuat dan kokoh.

Beberapa hari kemudian, seekor serigala datang. Pertama, ia menghampiri rumah jerami babi pertama. “Babi kecil! Babi kecil! Biarkan aku masuk!” serigala memohon.

Tapi babi pertama menolak, dan serigala itu menghembuskan napasnya keras-keras hingga rumah jerami itu hancur. Babi pertama melarikan diri ke rumah babi kedua.

Serigala kemudian datang ke rumah kayu babi kedua dan melakukan hal yang sama.

Ia meniup rumah itu hingga roboh, tapi kedua babi berhasil melarikan diri ke rumah babi ketiga yang terbuat dari bata.

Serigala, yang sangat lapar, mencoba meruntuhkan rumah bata, tapi gagal. Ia kemudian mencoba masuk lewat cerobong asap.

Namun, babi ketiga dengan cerdas menyalakan api di perapian, sehingga ketika serigala turun melalui cerobong, ekornya terbakar. Serigala lari ke hutan dan tidak pernah kembali.

Akhirnya, ketiga babi kecil hidup bahagia bersama di rumah bata yang kuat dan aman.

Pesan moral dari cerita ini adalah usaha keras dan cerdas akan memberikan hasil yang baik, meski memerlukan waktu dan tenaga lebih.

Jangan mudah menyerah, dan tetap sopan serta berhati-hati saat mengejar sesuatu.

6. Pinokio Si Boneka Kayu

Suatu hari, sepotong kayu pinus tua tiba-tiba mampu bicara bahkan sebelum Paman Geppetto selesai memahatnya. Begitu kakinya selesai dipahat, boneka kayu itu langsung menendang Geppetto dan berlari kabur ke jalanan. Kenakalannya membuat sang pembuat kayu tua justru ditangkap polisi karena disangka menganiaya anak gelandangan.

Kembali ke rumah sendirian, Pinokio yang kelaparan bertemu dengan seekor Jangkrik Bicara yang berusaha menasihatinya agar bersekolah. Alih-alih mendengarkan, Pinokio yang pemarah justru melempar palu ke arah jangkrik itu hingga mati.

Karma datang dengan cepat; malam itu ia tertidur di dekat tungku untuk menghangatkan diri hingga kedua kaki kayunya hangus terbakar. Geppetto yang baru bebas dari penjara memaafkannya, membuatkannya kaki baru, dan rela menjual satu-satunya mantel hangat yang ia miliki di tengah musim dingin demi membelikan Pinokio buku ejaan.

Namun, godaan dunia terlalu besar bagi boneka kayu yang naif ini. Alih-alih pergi ke sekolah, Pinokio menjual bukunya demi tiket pertunjukan teater boneka. Di sanalah ia mendapat simpati dari sang pemilik teater yang memberinya lima keping emas.

Di perjalanan pulang, ia ditipu mentah-mentah oleh Si Rubah yang pura-pura pincang dan Si Kucing yang pura-pura buta. Puncak nasib tragisnya terjadi ketika kedua penipu itu menggantung Pinokio di dahan Pohon Ek Raksasa untuk merampas emasnya, membiarkannya terombang-ambing ditiup angin badai.

Nyawanya diselamatkan oleh Peri Biru. Ketika sang Peri menanyakan ke mana perginya kepingan emas itu, Pinokio mulai berbohong. Seketika hidung kayunya memanjang begitu pesat hingga ia bahkan tidak bisa memutar kepalanya di dalam ruangan tanpa menabrak dinding.

Meski telah diselamatkan dan berjanji untuk belajar dengan giat, ia kembali tergoda mengikuti temannya, Lampwick, ke Negeri Mainan, sebuah tempat ajaib tanpa sekolah, tanpa guru, dan penuh waktu bermain. Akibat kemalasannya, Pinokio dikutuk dan perlahan berubah menjadi seekor keledai seutuhnya.

Ia dijual ke sirkus, dipaksa melompat dari lingkaran api hingga kakinya pincang, lalu akhirnya dijual kepada seorang pria yang melemparnya ke lautan dengan batu terikat di leher agar kulit keledainya bisa dikuliti dan dijadikan bedug. Di dasar laut, sekawanan ikan memakan daging keledainya hingga ia kembali berwujud boneka kayu.

Sayangnya, begitu ia bisa berenang bebas, ia langsung tertelan oleh Monster Hiu Raksasa yang mengerikan. Di dalam perut monster yang gelap gulita itulah ia menemukan keajaiban, Paman Geppetto duduk di depan meja kecil yang diterangi cahaya lilin redup, bertahan hidup di dalam sana selama dua tahun demi mencari anak kayunya.

Rasa bersalah yang teramat dalam akhirnya mengubah hati Pinokio. Ia menggendong ayahnya yang renta, berenang sekuat tenaga keluar dari mulut hiu saat monster itu tertidur, dan berhasil mencapai daratan. Setelah itu, Pinokio tidak pernah lagi mengeluh.

Ia bekerja sangat keras siang dan malam menimba air untuk seorang petani demi membelikan segelas susu untuk Geppetto yang sakit. Berkat kerja keras, kejujuran, dan pengorbanannya yang tulus, suatu pagi Pinokio terbangun dan mendapati tubuh kayunya telah sirna, ia akhirnya berubah menjadi seorang anak laki-laki sejati yang hidup.

7. Angsa dan Telur Emas

Suatu hari, seorang petani membawa pulang seekor angsa. Keesokan paginya, angsa tersebut bertelur, dan ternyata telur itu terbuat dari emas.

“Angsa ini ajaib!” seru petani.

Petani segera membawa telur itu ke pedagang emas di pasar untuk memastikan kebenarannya, dan pedagang mengatakan bahwa telur itu emas murni.

Setiap hari, angsa tersebut terus mengeluarkan telur emas. Petani pun menjadi kaya raya dengan belasan telur emas yang ia miliki. Namun, ia masih merasa kurang puas.

“Aku ingin cepat kaya, angsa ini harus mengeluarkan lebih banyak telur setiap hari,” pikirnya.

Tak sabar menunggu, petani memutuskan untuk menyembelih angsa, berharap menemukan lebih banyak emas di dalam tubuhnya.

Namun, setelah membunuh angsa itu, ia tidak menemukan apa-apa.

Dengan menyesal, petani menyadari bahwa keserakahannya telah menghancurkan sumber kekayaannya.

Jika saja ia tidak terburu-buru, angsa itu akan terus menghasilkan telur emas. Kini, petani hanya bisa menyesali perbuatannya.

Cerita ini mengajarkan bahwa keserakahan hanya akan membawa kerugian, dan untuk mencapai kesuksesan, diperlukan kesabaran serta kerja keras.

Itulah pilihan dongeng yang bisa ayah dan ibu bacakan sebelum tidur.

Jika ingin variasi dongeng lainnya, berikut 6 Cara Membuat Cerita Dongeng untuk Tugas Sekolah Anak yang bisa dilakukan.

Manfaat Membacakan Dongeng Sebelum Tidur

Membacakan dongeng secara rutin setiap malam memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan kognitif dan emosional anak, di antaranya:

  • Meningkatkan Kosa Kata: Anak menyerap kosa kata baru, intonasi, dan struktur bahasa secara alami.
  • Melatih Imajinasi dan Kreativitas: Mendengar cerita membantu otak anak membayangkan visual dan skenario dalam pikiran mereka.
  • Meningkatkan Kualitas Tidur: Suara tenang orang tua saat mendongeng merangsang rasa aman dan rileks, sehingga anak tidur lebih lelap. Jika anak menunjukkan keluhan sulit tidur yang berkepanjangan, ibu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak mengalami gangguan tidur yang berkelanjutan, sering terbangun sambil menangis histeris, atau menunjukkan gejala kecemasan berlebih yang mengganggu aktivitas harian, segera konsultasikan dengan [Dokter Spesialis Anak] di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • Akses 24 Jam: Konsultasi dokter spesialis anak kapan saja tanpa perlu antre di rumah sakit.
  • Dokter Berlisensi: Dokter-dokter yang bergabung di Halodoc memiliki STR dan SIP resmi serta berpengalaman.
  • Praktis & Hemat Waktu: Bisa diakses langsung dari HP melalui video call atau chat.

Referensi

American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2026. The Power of Reading Aloud to Your Child.
Sleep Foundation. Diakses pada 2026. How Bedtime Stories Help Children Sleep.
UNICEF. Diakses pada 2026. Early Childhood Development and Bedtime Routines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang ideal untuk membacakan dongeng sebelum tidur?
Waktu ideal membacakan dongeng adalah sekitar 10 hingga 15 menit. Durasi ini cukup untuk menenangkan pikiran anak tanpa membuatnya terlalu lelah atau terstimulasi berlebihan sebelum tidur.

2. Mulai usia berapa anak bisa dibacakan dongeng sebelum tidur?
Orang tua bisa mulai membacakan dongeng sejak anak berusia beberapa bulan. Meskipun belum memahami jalan cerita, suara dan intonasi tenang dari orang tua dapat memberikan rasa aman dan merangsang perkembangan otaknya.

3. Apakah mendongeng harus selalu menggunakan buku bergambar?
Buku bergambar sangat bagus untuk balita karena membantu visualisasi. Namun, mendongeng secara lisan tanpa buku juga sangat efektif melatih daya imajinasi serta fokus pendengaran si Kecil.