Ad Placeholder Image

Inilah Faktor Penyebab Sembelit Saat Puasa

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   20 Februari 2026

Jeda waktu yang panjang antara sahur dan berbuka membuat aktivitas usus melambat, sehingga risiko terjadinya sembelit pun meningkat.

Inilah Faktor Penyebab Sembelit Saat PuasaInilah Faktor Penyebab Sembelit Saat Puasa

DAFTAR ISI


Setiap perubahan pola makan saat berpuasa, tentu membawa dampak bagi tubuh, salah satunya adalah sembelit. Kondisi ini dipicu oleh perubahan siklus makan dan waktu puasa yang memengaruhi sistem pencernaan secara keseluruhan.

Keluhan konstipasi di awal Ramadan pun menjadi hal yang umum terjadi, jeda waktu yang panjang antara sahur dan berbuka seolah memaksa usus beristirahat sejenak, yang terkadang justru memicu gangguan.

Meski tergolong wajar, sembelit yang dibiarkan terus-menerus dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius hingga komplikasi.

Sembelit Jadi Tantangan yang Berulang Setiap Ramadan dan Idulfitri

Pola keluhan kesehatan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri menunjukkan tren yang serupa setiap tahunnya. 

Berdasarkan data Laporan Indonesia Health Insight 2026 Q1 dari Halodoc, terjadi pergeseran jenis gangguan pencernaan yang signifikan. 

Jika di awal Ramadan masyarakat lebih banyak mengeluhkan maag dan GERD, memasuki minggu-minggu berikutnya hingga hari raya, keluhan justru didominasi oleh sembelit.

Data Halodoc 2025 mencatat peningkatan rata-rata mingguan konsultasi sembelit sebesar +23% sepanjang Ramadan dan 37% di minggu Idulfitri dibandingkan periode biasanya. 

Dari minggu ke minggu terlihat adanya peningkatan konsultasi terkait sembelit secara bertahap, dimulai sejak minggu pertama (+20%) dan mencapai puncaknya di minggu Idulfitri (+37%). 

Penyebab Terjadinya Sembelit saat Puasa

Pada dasarnya, setiap orang memiliki kebiasaan buang air besar yang berbeda-beda. Namun secara umum, tubuh membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menyerap nutrisi makanan sepenuhnya.

Setelah tiga hari, struktur feses pun akan menjadi lebih keras karena kandungan airnya sudah banyak terserap oleh usus. Akhirnya ampas makanan menjadi semakin sulit untuk dikeluarkan tubuh.

Apabila kamu tidak buang air besar selama tiga hari, berarti kamu sedang mengalami sembelit. 

Ini beberapa penyebab yang membuat kamu lebih mudah mengalami sembelit saat puasa:

1. Kurang minum air putih

Selama berpuasa, waktu untuk minum air putih memang bergeser. Meski begitu, upayakan untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas per hari.

Air berperan penting dalam melarutkan nutrisi dan mengangkut sisa makanan ke sistem pembuangan. Jika tubuh kekurangan cairan, sisa makanan tersebut akan lebih sulit diproses, sehingga memicu sembelit.

Kamu dapat menyiasati kebutuhan delapan gelas air tersebut dengan cara minum dua gelas saat sahur, satu gelas sebelum imsak, dua gelas saat berbuka, satu gelas setelah salat tarawih, dan dua gelas sebelum tidur.

2. Kurang serat

Saat berpuasa, banyak orang cenderung mengabaikan kualitas asupan makanan, terutama kebutuhan serat.

Padahal, menjaga asupan nutrisi selama puasa sangat penting untuk mencegah gangguan pencernaan, seperti sembelit.

Pastikan asupan serat harianmu tercukupi karena serat berperan penting dalam meningkatkan gerak peristaltik usus, sehingga makanan lebih mudah dicerna.

Kamu bisa menambahkan buah-buahan seperti pepaya, apel, pisang, atau pir ke dalam menu sahur dan berbuka.

3. Terlalu banyak minum susu

Berbanding terbalik dengan buah-buahan yang tadi disebutkan, susu memiliki kandungan serat yang sangat sedikit. Oleh karena itu, susu tidak direkomendasikan untuk sistem pencernaan saat memasuki bulan puasa.

Hal ini juga berlaku untuk beragam produk olahannya, seperti keju, es krim, ataupun yoghurt. Kamu sebenarnya masih boleh meminum susu, namun harus dibatasi atau diselingi buah dan sayuran.

4. Gangguan usus

Hal ini mungkin terdengar mengkhawatirkan, namun apabila cara-cara diatas tidak memberikanmu efek apapun, bisa jadi kamu memiliki gangguan usus.

Gangguan usus biasanya mengakibatkan otot pada usus tidak dapat bekerja dengan maksimal. Gangguan yang mungkin muncul antara lain tumor di usus halus, peradangan, atau penyempitan  di usus besar.

5. Minum teh secara berlebihan

Selama bulan puasa, konsumsi teh cenderung meningkat di masyarakat.

Namun perlu diingat, asupan teh yang berlebihan dapat memengaruhi kinerja usus dalam mencerna makanan secara optimal.

Hal inilah yang sering kali memicu munculnya sembelit saat berpuasa.

6. Begadang sampai larut malam

Agenda silaturahmi dan pertemuan sering kali padat hingga malam hari, saat bulan Ramadan. Sayangnya, momen ini kerap menjadi alasan untuk begadang dan tidur larut malam.

Perlu dipahami bahwa kurang tidur serta perubahan siklus tidur yang ekstrem, akibat harus bangun lebih awal untuk sahur, dapat mengganggu ritme sistem pencernaan.

Kondisi inilah yang akhirnya memicu munculnya sembelit.

7. Makan terlalu banyak saat berbuka dan sahur

Tak sedikit orang yang memiliki kebiasaan makan berlebihan saat berbuka maupun sahur, lalu langsung beranjak tidur. Kebiasaan ini sangat tidak disarankan karena dapat memicu mual hingga rasa ingin muntah.

Makan dalam porsi besar dalam waktu singkat juga berisiko bagi kesehatan lambung. Pasalnya, sistem pencernaan dan metabolisme tubuh cenderung melambat pada malam hari.

Kondisi inilah yang membuat perut terasa begah saat bangun tidur, bahkan rasa mual tersebut bisa bertahan hingga waktu sahur tiba.

Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan saat Sembelit Menyerang.

Atasi Sembelit dengan Konsumsi Sayuran

Sembelit saat puasa dapat diatasi dengan konsumsi sayur-sayuran. Berikut ini jenis sayur yang direkomendasikan untuk mengatasi sembelit saat puasa:

1. Brokoli

Dalam 1 cup brokoli, setara dengan 70-90 gram brokoli rebus, terdapat 5,1 gram serat. Angka ini tentu cukup tinggi dan telah memenuhi 1/5 kebutuhan serat harian orang dewasa.

Kandungan serat pada brokoli pun 2 kali lebih tinggi jika diolah dengan metode pemasakan bukan dikonsumsi mentah.

Kamu bisa mulai sajikan brokoli rebus, kukus, atau panggang untuk mengatasi sembelit.

2. Kubis

Kubis adalah sayuran dengan kandungan cairan dan serat yang baik, sehingga merupakan jenis sayur yang jitu mengatasi sembelit.

Dalam 1 porsi kubis, setara dengan 5-6 sendok besar kubis yang direbus, terdapat 3,9 gram serat.

Kamu bisa memilih jenis kubis merah untuk tambahan 0,3 gram serat dalam porsi yang sama.

3. Sayuran berdaun hijau gelap

Selain dua jenis sayuran tadi, sayuran berdaun hijau gelap, misalnya bayam, kale, atau kangkung, bisa jadi pilihan sayuran yang tinggi serat dan cairan alami untuk mengatasi sembelit.

Pastikan mengonsumsinya dalam porsi yang cukup, yaitu 1-2 porsi dalam satu kali saji, yang setara dengan 6-12 sendok besar sayur hijau berdaun yang direbus.

Nah, itulah yang perlu diketahui mengenai penyebab sembelit saat puasa. Jika kamu mengalami gejala sembelit yang tak kunjung membaik, segera tanya dokter di aplikasi Halodoc.

Rekomendasi Obat Sembelit di Halodoc

Kamu alami sembelit saat berpuasa? Jangan panik dulu. Simak selengkapnya, rekomendasi obat sembelit di Halodoc berikut ini:

  • Microlax Gel 5 ml. Mengandung sorbic acid yang bekerja dengan cepat melunakkan tinja, sehingga ketidaknyamanan akibat konstipasi bisa segera mereda.
  • Custodiol 5 mg 10 Tablet. Obat pencahar yang mengandung bisacodyl 5 mg, dirancang untuk membantu mengatasi sembelit (konstipasi) pada orang dewasa.
  • Dulcolax Adult 10 mg 5 Suppositoria. Digunakan dengan cara memasukkan ke dalam anus, obat ini dapat merangsang pergerakan usus sehingga bisa melunakkan tinja dalam waktu cepat.
  • Laxadine Emulsi 60 ml. Mengandung Phenolphtalein, Paraffin Liquidum, dan Glycerin, yang bekerja merangsang gerakan peristaltik usus besar, menghambat reabsorpsi air, dan melicinkan feses.
  • Dulcolax 5 mg 4 Tablet. Obat sembelit dewasa dan anak di atas usia 10 tahun yang mengandung bisacodyl dalam bentuk tablet salut enterik untuk mengatasi masalah sembelit atau sulit BAB.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Halodoc. Diakses pada 2026. Indonesia Health Insight Report 2026 (Q1). 
Health Shots. Diakses pada 2026. Does fasting leave you constipated during Navratri? Here’s why and what you can do
Everyday Health. Diakses pada 2026. 7 Foods to Avoid for Constipation Relief
Medline Plus. Diakses pada 2026. Constipation – self-care
Blodsky. Diakses pada 2026. Have These Healthy Foods To Avoid Constipation During Ramzan.