• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 6 Gejala Patent Ductus Arteriosus pada Si Kecil

Inilah 6 Gejala Patent Ductus Arteriosus pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Patent ductus arteriosus (PDA) adalah pembuluh darah ekstra yang ditemukan pada bayi sebelum ia lahir dan tepat setelah lahir. Pada kebanyakan bayi yang memiliki jantung normal, PDA akan menyusut dan menutup dengan sendirinya dalam beberapa hari pertama kehidupan. 

Jika tetap terbuka lebih lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan darah ekstra mengalir ke paru-paru. Masalah kesehatan mungkin saja terjadi jika PDA berbentuk besar. Beberapa PDA yang lebih kecil yang tidak tutup lebih awal akan ditutup dengan sendirinya pada saat anak berusia satu tahun. 

Baca juga: Penanganan yang Dilakukan pada Pengidap PDA

Gejala Patent Ductus Arteriosus pada Anak

Ukuran penghubung antara aorta dan arteri pulmonalis akan memengaruhi jenis gejala yang terjadi, tingkat keparahan gejala, dan usia saat pertama kali terjadi. Semakin besar pembukaan, maka semakin besar jumlah darah yang melewati yang membebani paru-paru. 

Seorang anak yang mengalami PDA dengan ukuran kecil mungkin tidak akan mengalami gejala. Sedangkan bayi yang mengalami PDA lebih besar dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Berikut ini merupakan gejala PDA yang paling umum. Meskipun begitu, setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda. Gejala mungkin termasuk:

  1. Kelelahan.
  2. Berkeringat.
  3. Napas berjalan cepat.
  4. Napas tersumbat.
  5. Tidak tertarik untuk makan atau lelah saat menyusu.
  6. Peningkatan berat badan yang buruk.

Gejala-gejala PDA mungkin menyerupai kondisi medis lain atau masalah jantung. Sebaiknya selalu berdiskusi dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baca juga: Si Kecil Alami PDA, Waspada Komplikasinya

Hal yang Terjadi pada Pengidap Patent Ductus Arteriosus

Ductus arteriosus adalah pembuluh darah normal yang menghubungkan dua arteri utama, aorta dan arteri paru-paru, serta membawa darah dari jantung. Paru-paru tidak digunakan saat janin berada dalam rahim karena bayi mendapat oksigen langsung dari plasenta ibu. 

Ductus arteriosus membawa darah dari paru-paru dan mengirimkannya langsung ke tubuh. Saat bayi baru lahir bernapas dan mulai menggunakan paru-paru, ductus tidak lagi diperlukan dan biasanya menutup dengan sendirinya selama 2 hari pertama setelah kelahiran. 

Jika ductus tidak menutup, patent ductus arteriosus pun akan terjadi. PDA bisa menyebabkan darah yang kaya akan oksigen bercampur dengan darah yang rendah akan oksigen di arteri paru-paru. Akibatnya, terlalu banyak darah mengalir ke paru-paru, sehingga menyebabkan tekanan pada jantung dan meningkatkan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru. 

Meski begitu, dalam beberapa kasus PDA bisa membantu bayi tetap sehat. Ketika bayi mengalami masalah jantung, seperti berkurangnya aliran darah dari jantung ke paru-paru atau berkurangnya aliran darah yang kaya oksigen ke tubuh, PDA sebenarnya dapat membantu. Selain itu, dokter pun mungkin saja akan meresepkan obat yang membuat ductus arteriosus tetap terbuka.

Baca juga: 9 Buah yang Berkhasiat untuk Pengidap Penyakit Jantung

Alasan PDA Menjadi Perhatian Khusus

Pembuluh darah di paru-paru harus menangani jumlah darah yang lebih besar dari biasanya. Seberapa baik pembuluh paru-paru dapat beradaptasi dengan aliran darah ekstra tergantung pada seberapa besar PDA dan seberapa banyak darah mampu melewatinya dari aorta. 

Darah ekstra menyebabkan tekanan lebih tinggi pada pembuluh darah di paru-paru. Semakin besar volume darah yang masuk ke paru-paru pada tekanan tinggi, makan semakin keras kerja paru-paru untuk mengatasi darah ekstra ini pada tekanan tinggi.

Anak-anak mungkin mengalami kesulitan bernapas karena aliran darah ekstra ini ke paru-paru pada tekanan tinggi. Mereka mungkin tetap akan menggunakan ventilator untuk jangka waktu yang lebih lama jika anak terlahir prematur. Dukungan dari ventilator juga mungkin tinggi, karena aliran darah ekstra ke paru-paru.

Meski jarang terjadi, PDA yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan paru jangka panjang. Karena sebagian besar anak akan mendapatkan perawatan sebelum paru-parunya menjadi rusak.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Patent Ductus Arteriosus (PDA)
Children’s National. Diakses pada 2020. Pediatric Patent Ductus Arteriosus (PDA)