Ad Placeholder Image

Inilah Prosedur Pemasangan KB IUD pada Wanita

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 15 September 2026

"IUD dinilai sebagai alat kontrasepsi paling aman mencegah kehamilan. Alat ini mampu mencegah kehamilan selama 10 tahun. Untuk penjelasan prosedur pemasangan KB IUD, yuk, simak selengkapnya di bawah ini."

Inilah Prosedur Pemasangan KB IUD pada WanitaInilah Prosedur Pemasangan KB IUD pada Wanita

DAFTAR ISI


IUD (Intrauterine Device) atau KB spiral merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Alat ini dipasang di dalam rahim oleh tenaga medis profesional dan dapat bertahan hingga 3–10 tahun tergantung jenisnya.

Memahami jalannya prosedur pemasangan dapat membantu mengurangi rasa cemas sebelum Anda datang ke fasilitas kesehatan. Mari simak tahapan lengkap pemasangan KB IUD serta hal-hal yang perlu Anda persiapkan.

Prosedur Pemasangan KB IUD

Prosedur pemasangan KB IUD tergolong cepat dan umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 15 menit. Sebelum tindakan dimulai, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memastikan ukuran, posisi rahim, serta memastikan tidak ada infeksi organ reproduksi. Jika diperlukan konsultasi medis sebelum tindakan, Anda bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Pertama, dokter memasukkan spekulum ke dalam vagina untuk memperjelas area leher rahim (serviks). Leher rahim kemudian dibersihkan dengan cairan antiseptik guna mencegah risiko infeksi. Selanjutnya, alat khusus digunakan untuk mengukur kedalaman serta arah rongga rahim agar IUD terpasang dengan tepat.

IUD yang berukuran kecil diletakkan di dalam tabung aplikator khusus yang sangat tipis. Aplikator ini dimasukkan melalui leher rahim hingga mencapai rahim, lalu IUD dilepaskan dari tabung sehingga lengannya terbuka membentuk huruf T. Setelah itu, aplikator ditarik keluar dan benang IUD disisakan sedikit menggantung di leher rahim.

Benang IUD dipotong hingga tersisa sekitar 1–2 sentimeter di luar serviks, yang nantinya berguna untuk pemeriksaan posisi IUD dan proses pelepasan. Anda mungkin merasakan sedikit kram perut seperti saat menstruasi selama atau sesaat setelah tindakan pemasangan selesai dilakukan.

Rekomendasi Obat Kontrasepsi dan Pengatur Hormon

Selain kontrasepsi dalam rahim seperti IUD, terdapat juga pilihan kontrasepsi darurat maupun terapi hormonal lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan reproduksi Anda:

1. Postinor-2 0.75 mg 2 Tablet

Postinor-2 mengandung Levonorgestrel 0.75 mg yang berfungsi sebagai kontrasepsi darurat. Obat ini bekerja dengan cara mencegah atau menunda ovulasi serta mencegah pembuahan jika dikonsumsi secepatnya setelah hubungan seksual tanpa pelindung. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Postinor-2 0.75 mg 2 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Andalan Postpil 2 Tablet

Andalan Postpil mengandung zat aktif Levonorgestrel 0.75 mg yang efektif digunakan sebagai kontrasepsi darurat dalam waktu maksimal 72 jam setelah berhubungan intim. Penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dosis serta pengawasan dokter karena tergolong obat keras.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Andalan Postpil 2 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Primolut N 5 mg 15 Tablet

Primolut N mengandung Norethisterone 5 mg yang merupakan hormon progestogen buatan. Obat ini sering diresepkan untuk mengatasi pendarahan disfungsional, gangguan siklus menstruasi, endometriosis, hingga penundaan haid atas indikasi medis tertentu. Membutuhkan resep dan anjuran dari dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Primolut N 5 mg 15 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Paket Postinor + Test Kehamilan

Paket ini berisi obat kontrasepsi darurat Postinor beserta alat uji kehamilan (test pack) untuk memastikan efektivitas pencegahan kehamilan. Penggunaan obat harus memperhatikan indikasi serta dosis resep dari dokter spesialis.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paket Postinor + Test Kehamilan di Toko Kesehatan Halodoc

5. Retrogest 5 mg 28 Tablet

Retrogest mengandung Altrenogestrel / Dydrogesterone yang digunakan dalam terapi pengganti hormon atau masalah kekurangan progesteron seperti amenorea sekunder dan pendarahan uterus abnormal. Obat ini dikonsumsi dengan indikasi ketat dan resep resmi dari dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Retrogest 5 mg 28 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Persiapan dan Perawatan Setelah Pemasangan IUD

Sebelum memasang IUD, disarankan untuk mengonsumsi pereda nyeri ringan seperti parasetamol atau ibuprofen sekitar 1 jam sebelum tindakan guna mengurangi rasa kram. Pemasangan yang dilakukan saat hari-hari terakhir menstruasi juga dapat mempermudah proses karena leher rahim berada dalam kondisi sedikit terbuka alami.

Setelah tindakan selesai, beristirahatlah sejenak jika merasa pusing atau kram perut. Anda disarankan menghindari penggunaan pembalut wanita jenis tampon atau melakukan hubungan seksual selama 24–48 jam pertama pasca-pemasangan untuk meminimalkan risiko infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah seperti timbul demam tinggi, nyeri panggul hebat, atau pendarahan berlebihan, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • Akses 24 Jam: Bisa berkonsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.
  • Dokter Berlisensi: Ditangani langsung oleh dokter spesialis kandungan yang berpengalaman dan memiliki STR/SIP resmi.
  • Privasi Terjamin: Kerahasiaan data dan riwayat medis Anda terjaga dengan aman.
  • Resep Digital Langsung: Dapatkan resep obat resmi yang bisa langsung dipesan lewat aplikasi.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Intrauterine devices (IUDs) for contraception.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. IUD (intrauterine device) placement and what to expect.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is an IUD Insertion Like?
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.

FAQ

Apakah pemasangan KB IUD terasa sakit?
Sebagian besar wanita merasakan kram ringan hingga sedang selama beberapa menit saat IUD dimasukkan. Rasa tidak nyaman ini umumnya cepat mereda dan dapat dikurangi dengan meminum pereda nyeri sebelum prosedur.

Berapa lama IUD bisa bertahan di dalam rahim?
Daya tahan IUD bervariasi tergantung jenisnya. IUD tembaga dapat bertahan hingga 10 tahun, sedangkan IUD hormonal bertahan antara 3 hingga 8 tahun.

Bisakah IUD bergeser atau terlepas sendiri?
IUD dapat bergeser atau keluar (ekspulsi), terutama dalam beberapa bulan pertama setelah pemasangan. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk rutin memeriksa keberadaan benang IUD secara mandiri setiap bulan.