• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Introvert Rentan Terkena Demensia, Kok Bisa?

Introvert Rentan Terkena Demensia, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Sudahkah kamu mengetahui tipe kepribadian yang kamu miliki? Tipe kepribadian ada bermacam-macam jenisnya. Selama ini yang sering kita tahu adalah ekstrovert, ambivert, dan introvert. Sebenarnya, ketiga tipe tersebut adalah tingkat keterbukaan seseorang. Kali ini kita membahas introvert yang katanya lebih rentan terkena demensia. Introvert dikenal punya karakter yang suka menyendiri, suka mengamati, dan cenderung memilih bersosialisasi dengan orang-orang yang sudah mereka kenal baik. 

Baca Juga: Hati-Hati, 5 Hal Ini Bisa Sebabkan Demensia

Introvert diduga lebih rentan mengembangkan penyakit demensia ketimbang kedua jenis yang lain, yaitu ekstrovert dan ambivert. Demensia adalah gejala yang memengaruhi daya ingat, pikiran dan kemampuan bersosialisasi, sehingga mengganggu kehidupan pengidapnya sehari-hari. Lantas, benarkah seseorang yang memiliki kepribadian introvert rentan mengalami kondisi ini? Berikut ini penjelasannya.

Benarkah Introvert Rentan Alami Demensia?

Menurut penelitian yang dipublikasikan American Journal of Geriatric Psychiatry, risiko perkembangan demensia pada seseorang yang punya sifat introvert masih bersifat tentatif. Namun, pada kepribadian ekstrovert tidak ditemukan kaitan demensia. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian neurotisme ternyata memiliki risiko yang lebih besar untuk mengembangkan demensia.

Kepribadian neurotisme berkaitan dengan kestabilan emosi. Hal ini ditandai dengan cara seseorang menghadapi emosi negatif yang sedang dirasakan. Semakin tinggi nilai neurotisme seseorang, maka pribadi tersebut lebih mudah stres, panik, cemas, marah, dan depresi. Perkembangan demensia muncul akibat tekanan yang berlangsung lama, sehingga memengaruhi bagian otak, seperti hippocampus.

Karena sifat kepribadian ternyata berhubungan dengan risiko demensia, dokter perlu mempertimbangkan kepribadian seseorang saat merencanakan strategi pencegahan risiko demensia. Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Neurology menunjukan bahwa seseorang dengan kepribadian ekstrovert maupun introvert yang memiliki rasa damai dan aktif secara sosial ternyata punya risiko demensia yang lebih rendah seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Introvert dan Gangguan Antisosial

Apabila kamu memiliki pertanyaan lain seputar penyakit demensia, kamu bisa memperoleh informasinya dengan bertanya ke dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Apakah Demensia Mampu Dicegah?

Sebenarnya, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah demensia. Namun, banyak langkah-langkah yang dapat diambil yang mungkin bisa membantu. Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Jaga pikiran tetap aktif. Kegiatan yang merangsang secara mental, seperti membaca, memecahkan teka-teki dan bermain permainan kata, serta pelatihan memori dapat menunda timbulnya demensia dan mengurangi efeknya.

  • Aktif secara fisik maupun sosial. Aktivitas fisik dan interaksi sosial dapat menunda timbulnya demensia dan mengurangi gejalanya. Usahakan untuk tetap aktif dan berolahraga secara rutin.

  • Berhenti merokok. Kebiasaan merokok di usia pertengahan dan setelahnya meningkatkan risiko demensia dan penyakit pembuluh darah. Usahakan untuk tidak memulai atau meninggalkan kebiasaan ini untuk mengurangi risiko demensia maupun meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

  • Cukup konsumsi vitamin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan kadar vitamin D rendah dalam darah lebih mungkin mengembangkan penyakit Alzheimer dan bentuk lain dari demensia. 

Baca Juga: Benarkah Orang Introvert Rentan Mengalami Skizofrenia?

Meski tidak ada cara yang pasti untuk mencegah demensia, tetapi melakukan segala hal yang positif dan baik untuk kesehatan pasti akan memberikan manfaat yang positif pula di masa yang akan mendatang.

Referensi :
Psychology Today. Diakses pada 2019. Understanding Introverts.
The University Of Queensland. Diakses pada 2019. Personality influences dementia risk.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dementia.