Benarkah Orang Introvert Rentan Mengalami Skizofrenia?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Orang Introvert Rentan Mengalami Skizofrenia?

Halodoc, Jakarta - Skizofrenia mengacu pada gangguan mental yang terjadi pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa. Kondisi ini dicirikan dengan delusi, halusinasi, dan kesulitan kognitif lainnya yang sering menjadi perjuangan seumur hidup bagi seseorang. Gangguan mental ini sering menyerang antara usia 16 hingga 30 tahun, dan laki-laki cenderung menunjukkan gejala pada usia yang sedikit lebih muda dibandingkan dengan perempuan. 

Dalam banyak kasus, skizofrenia bisa berkembang dengan begitu lambat sehingga seseorang sering tidak menyadari mereka sudah mengalaminya bahkan selama bertahun-tahun. Pada kasus lainnya, gangguan mental ini bisa terjadi pada seseorang secara tiba-tiba dan berkembang dengan begitu cepat. 

Benarkah Orang Introvert Lebih Berisiko Alami Skizofrenia?

Ada tiga komponen yang secara umum menggambarkan seseorang pengidap skizofrenia, yaitu pengasingan, introversi, dan pemikiran yang berbeda. Bersama-sama, ketiga karakteristik ini mengurangi kapasitas pengidap skizofrenia untuk melakukan penilaian yang baik dalam situasi sosial. 

Baca juga: Inilah 4 Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

Pengidap skizofrenia yang muncul cenderung mengalami gangguan sosial dan terisolasi. Mereka tidak populer dan tidak terlibat dengan aktivitas apa pun di lingkungan sosialnya. Bahkan, mereka bisa jadi lebih tertutup dibandingkan dengan teman-teman sekelas atau di lingkungan sekolah juga pergaulannya. 

Isolasi sosial dan hubungan interpersonal yang buruk atau terganggu selama masa anak-anak, remaja, dan dewasa awal tampaknya meningkatkan risiko seseorang terhadap skizofrenia. Sederhananya, isolasi sosial adalah konsekuensi dari terjadinya gangguan mental ini pada seseorang. 

Baca juga: 5 Pemahaman yang Keliru Penyakit Skizofrenia

Sementara itu, introversi juga dapat menyertai psikosis, dan memiliki keterkaitan dengan aspek pengasingan yang terjadi pada pengidap skizofrenia. Orang introvert memecahkan masalah mereka dalam pikiran mereka sendiri, berbeda dengan para ekstrovert yang mengandalkan dunia luar dan berinteraksi dengan orang lain dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang mereka miliki. 

Seseorang dikatakan introvert jika minat dan perhatiannya umumnya beralih ke dalam, menuju pikiran dan perasaannya sendiri. Sebaliknya, jika minat dan perhatian diarahkan ke luar ke arah orang lain dan rangsangan eksternal, seseorang lebih cenderung menjadi ekstrovert. Dalam kaitannya dengan skizofrenia, mereka yang termasuk orang introvert lebih berisiko mengidapnya, dan isolasi sosial yang menyertai bisa sangat ekstrem.

Baca juga: Skizofrenia Paranoid Punya Kecenderungan Berhalusinasi

Komplikasi dan Pencegahannya

Jika tidak diobati, skizofrenia menyebabkan masalah buruk yang berpengaruh di setiap aspek kehidupan. Komplikasi yang dikaitkan dengan gangguan mental ini meliputi percobaan bunuh diri, hasrat untuk melukai diri sendiri, hingga bunuh diri adalah yang paling berbahaya. Gangguan kecemasan dan OCD, depresi, isolasi sosial, perilaku agresif, penyalahgunaan alkohol dan narkoba, hingga masalah kesehatan. 

Sayangnya, belum ada cara pasti untuk mencegah skizofrenia, tetapi setiap pengidap perlu diberikan perawatan khusus untuk membantu mencegah kekambuhan atau memburuknya gejala. Diharapkan setiap orang terdekat mengetahui apa saja faktor risiko dan gejala dari gangguan mental ini, sehingga deteksi dini bisa diketahui dan pengobatan pun bisa diberikan lebih cepat. 

Jadi, memang benar orang introvert lebih cenderung mengalami skizofrenia, dan ini membuat kamu harus lebih waspada. Ajak pengidap untuk melakukan terapi, sekarang lebih mudah karena kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Kamu juga bisa lebih tahu tentang gangguan mental ini dengan bertanya langsung pada dokter ahlinya, dengan download aplikasi Halodoc.