• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jadi Penyakit Kambuhan, Malaria Masih Sering Terjadi

Jadi Penyakit Kambuhan, Malaria Masih Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pada cuaca pancaroba yang sudah mengarah ke musim panas ini, nyamuk dapat berkembangbiak dengan mudah. Sehingga, banyak penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk lebih mudah terjadi. Ada banyak penyakit yang dapat menyerang seseorang ketika nyamuk hinggap, beberapa gangguan hanya ringan dan lainnya dapat membahayakan.

Salah satu penyakit yang dapat terjadi karena nyamuk adalah malaria. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah mengisap parasit penyebab gangguan tersebut. Namun, tahukah kamu apabila malaria adalah penyakit yang dapat kambuh meski seseorang sudah pernah mengalaminya? Berikut pembahasan lengkapnya!

Baca juga: Hobi Traveling? Waspada Penyakit Malaria

Penyakit Malaria Dapat Kambuh

Beberapa orang dapat mengalami serangan malaria beberapa kali atau kekambuhan. Gangguan ini dapat terjadi selama hitungan minggu hingga bulan, bahkan lebih lama setelah tertular penyakit tersebut. Kekambuhan ini umumnya terjadi pada seseorang yang digigit oleh nyamuk yang membawa penyebab malaria dengan jenis Plasmodium vivax.

Memang banyak orang yang heran bagaimana caranya malaria jenis ini kerap menyebabkan kekambuhan meskipun telah menerima pengobatan. Walau begitu, belum ada penjelasan pasti tentang lokasi parasit yang dapat menimbulkan kekambuhan ini untuk bersembunyi sehingga mampu menginfeksi secara tiba-tiba.

Dengan belum adanya deteksi yang pasti, maka pengobatan yang dilakukan juga belum ampuh untuk membunuh parasit tersebut di dalam tubuh. Hal ini yang menyebabkan pengidap penyakit malaria mempunyai kemungkinan untuk kambuh dan belum ada cara yang sangat ampuh untuk memberantas parasit dari malaria ketika sudah memasuki tubuh.

Umumnya, obat yang dikonsumsi oleh seseorang dengan penyakit malaria akan mengatasi parasit yang berada di hati dan aliran darah. Padahal, parasit dapat berkembang biak tanpa terdeteksi di lebih banyak organ dan jaringan tubuh. Hal tersebut yang menyebabkan kekambuhan pada malaria meski sudah diberikan obat untuk membunuh parasit.

Asumsi selama ini yang dapat membuat malaria menyebabkan kekambuhan adalah saat parasit penyebabnya masuk ke hati tetapi dalam kondisi tertidur, disebut juga tahap "hypnozoite". Saat bangun, parasit tersebut akan berkembang biak dan menghasilkan merozoit.

Pada tahap ini, penyebab penyakit tersebut akan menyebar dari sel hati menuju sel darah merah dan bereproduksi di dalamnya. Saat sel-sel tersebut pecah, merozoit akan dilepaskan yang akhirnya masuk ke sel darah merah lainnya yang akhir menyebar dengan luas. Siklus tersebut akan terus berulang selama terdapat parasit yang masih dalam tahap tertidur.

Baca juga: Pahami 8 Gejala Malaria yang Dapat Terjadi pada Anak

Hingga saat ini, sel-sel hati dan pembuluh darah masih dianggap satu-satunya tempat berkembang biak dari parasit malaria tersebut di dalam tubuh manusia dan akhirnya berlipat ganda. Namun, diketahui saat ini jika merozoit tidak hanya berada di dalam pembuluh darah tetapi juga di luar bagian tersebut.

Belum lama ini juga dikemukakan oleh peneliti di Universitas Witwatersrand apabila sumsum tulang mungkin dapat berperan sebagai reservoir merozoit untuk parasit penyebab penyakit malaria. Selain itu, beberapa sumber lainnya juga mengatakan limpa dan bagian tubuh lainnya juga dapat berperan.

Itulah pembahasan mengenai berbagai kemungkinan penyebab malaria dapat mengalami kekambuhan meski sudah sembuh. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab dari malaria yang menyerang apakah termasuk yang dapat menyebabkan kekambuhan atau tidak. Sehingga penanganannya penting dilakukan.

Baca juga: Malaria dan DBD, Lebih Berbahaya yang Mana?

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait penyakit malaria yang kerap kambuh. Dengan begitu, kamu dapat lebih cepat melakukan langkah tepat guna mengatasinya. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Referensi:
The Conversation. Diakses pada 2020. Why does malaria recur? How pieces of the puzzle are slowly being filled in.
CDC. Diakses pada 2020. Lifecycle of Malaria.