04 April 2019

Pahami 8 Gejala Malaria yang Dapat Terjadi pada Anak

Pahami 8 Gejala Malaria yang Dapat Terjadi pada Anak

Halodoc, Jakarta - Orangtua mana yang tidak panik ketika anaknya sakit? Apalagi jika Si Kecil demam tinggi. Agar tidak salah atau terlambat penanganan, orangtua mesti tahu demam seperti apa yang dialami Si Kecil. Sebab, demam pada dasarnya hanyalah sebuah gejala dari suatu penyakit. Salah satu penyakit dengan gejala utama demam dan menggigil yang perlu diwaspadai adalah malaria.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang menyebar melalui gigitan nyamuk, dan dapat mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Malaria sangat jarang menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Penularan penyakit ini terjadi jika ada kontak dengan darah pengidap melalui gigitan nyamuk, transfusi darah, atau janin yang terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu.

Baca juga: Disebabkan Nyamuk, Ini Perbedaan Malaria dan DBD

Ketika Anak Terinfeksi Malaria

Pada anak di bawah usia 5 tahun, gejala yang muncul ketika malaria menginfeksi adalah:

  1. Demam tinggi disertai menggigil.

  2. Rewel (karena anak pada usia ini belum bisa menyampaikan apa yang dirasakannya dengan baik, ia akan terlihat rewel dan mudah menangis tanpa sebab).

  3. Mudah mengantuk dan lemas.

  4. Kurang nafsu makan.

  5. Sulit tidur.

  6. Muntah.

  7. Sakit perut.

  8. Napas cepat.

Dalam beberapa kasus, seorang anak dapat mengembangkan hipotermia, alih-alih demam. Hipotermia adalah kondisi ketika seseorang memiliki suhu tubuh yang jauh lebih rendah dari normalnya.

Sementara itu, untuk anak yang lebih besar, gejala malaria pada anak dapat mirip dengan yang dialami oleh orang dewasa, yaitu:

  • Demam tinggi dan menggigil yang berlangsung selama 48 jam diikuti oleh keluarnya keringat berlebihan.

  • Sakit kepala.

  • Panas dingin.

  • Mual dan muntah.

  • Pegal-pegal.

  • Kehilangan selera makan.

Baca juga: Hobi Traveling? Waspada Penyakit Malaria

Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

Jika anak menunjukkan gejala malaria, terutama jika demam yang dialami sangat tinggi dan tak kunjung turun, orangtua perlu segera membawanya ke dokter agar bisa mendapat penanganan secepatnya. Dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat yang perlu dikonsumsi anak. Untuk mempercepat penyembuhan, orangtua juga bisa melakukan perawatan rumahan, seperti:

1. Pastikan Anak Cukup Istirahat

Selain efek demam yang dialami, anak umumnya sulit diminta untuk diam berbaring dan beristirahat seharian. Apalagi jika Si Kecil termasuk tipe yang aktif. Namun, ketika terserang malaria, salah satu hal yang dapat mempercepat penyembuhan adalah istirahat yang cukup. Oleh karena itu, pastikan anak istirahat yang cukup, dan dampingi ia selalu hingga benar-benar sembuh.

2. Jaga Asupan Nutrisi dan Cairan Tubuh

Tubuh sebenarnya diciptakan Tuhan dengan sebuah sistem yang bertugas untuk melawan infeksi bakteri, virus, maupun parasit yang terjadi. Selain memastikan Si Kecil cukup istirahat, hal lain yang dapat dilakukan orangtua adalah memastikannya mendapat asupan nutrisi yang cukup dari makanan. Walaupun ia menolak diberi makanan, pastikan perutnya selalu terisi dengan makanan yang kaya nutrisi. Tak kalah penting, pastikan juga Si Kecil banyak minum air putih. Ini akan membantu menurunkan demamnya.

Baca juga: Awas, 4 Penyakit Ini Disebabkan Gigitan Nyamuk

Itulah sedikit penjelasan tentang malaria pada anak yang perlu diwaspadai orangtua. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!