
Jangan Keliru, Ini Bedanya Gejala Flu dengan Pilek
Perbedaan paling mendasar dari flu dan pilek adalah penyebab yang mendasari. Flu disebabkan oleh virus influenza, sedangkan pilek umumnya disebabkan oleh infeksi rhinovirus.

DAFTAR ISI
- Perbedaan Antara Flu dan Pilek
- Pengobatan Flu dan Pilek
- Pencegahan Flu dan Pilek
- Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Flu dan Pilek
Flu dan pilek seringkali dianggap sebagai penyakit yang sama oleh sebagian orang. Meskipun begitu, flu dan pilek sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Bukan hanya memiliki penyebab yang berbeda, gejala yang timbul antara flu dan pilek pun berbeda.
Kesalahpahaman mengenai flu dan pilek seringkali mengarah pada penanganan yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami perbedaan antara keduanya. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pengobatan yang efektif dan sesuai untuk menghadapi flu maupun pilek.
Yuk simak pembahasannya di bawah ini!
Perbedaan Antara Flu dan Pilek
Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan antara flu dan pilek biasa:
1. Flu

Penyakit flu atau influenza umumnya tidak berasal dari gangguan kesehatan, seperti pilek. Satu-satunya penyebab dari penyakit flu adalah virus influenza itu sendiri.
Terdapat 3 macam virus penyebab flu, yaitu influenza tipe A, B, dan C. Influenza tipe A dan B menyebabkan flu musiman, sedangkan influenza tipe C bisa terjadi sepanjang tahun. Selain ketiga itu, terdapat pula virus influenza D yang sejauh ini hanya dapat menginfeksi hewan.
Kamu dapat membaca lebih lanjut mengenai jenis-jenis flu pada artikel berikut ini: “Mengenal Jenis Influenza A, B, C, D dan Gejalanya”.
Nah, ketimbang pilek, gejala flu umumnya datang lebih cepat dan lebih parah. Berikut ini beberapa gejala flu yang perlu kamu perhatikan:
- Demam tinggi.
- Sakit kepala berat.
- Batuk kering.
- Sakit tenggorokan.
- Badan menggigil.
- Nyeri otot.
- Kelelahan parah.
- Mual dan muntah.
Sejumlah gejala flu tersebut dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Hal yang membedakan dari pilek adalah, gejala flu dapat disertai dengan nyeri otot dan menggigil.
Apabila kamu mengalami gejala-gejala di atas, kamu dapat mencoba menggunakan obat flu dan batuk yang direkomendasikan pada artikel berikut ini: “Daftar Obat Flu dan Batuk yang Ampuh untuk Dewasa”.
2. Pilek

Berbeda dengan flu, kondisi pilek umumnya disebabkan oleh infeksi rhinovirus. Selain itu, pilek juga bisa menjadi bagian dari gejala gangguan kesehatan lainnya.
Kondisi tersebut umumnya muncul akibat:
- Paparan udara terlalu dingin.
- Paparan alergi.
- Mengidap rhinitis non-alergi.
- Mengidap sinusitis.
- Perubahan hormon tubuh.
Selain beberapa kondisi tersebut, pilek juga bisa muncul setelah mengonsumsi jenis obat tertentu. Berbeda dengan gejala flu, berikut ini sejumlah gejala yang muncul pada pengidap pilek:
- Bersin-bersin.
- Batuk.
- Sakit tenggorokan.
- Keluarnya lendir pada hidung.
- Hidung tersumbat.
- Badan lemas.
- Sakit kepala.
Ketimbang flu, pilek memiliki gejala yang lebih ringan dan dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Pengobatan Flu dan Pilek
Pengobatan flu dan pilek umumnya bertujuan untuk meredakan gejala. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Istirahat yang cukup
- Minum banyak cairan (air putih, sup, teh hangat)
- Mengkonsumsi obat pereda demam dan nyeri (parasetamol atau ibuprofen) sesuai dosis
- Menggunakan dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat
- Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakit tenggorokan
Untuk flu, dokter mungkin meresepkan obat antivirus seperti oseltamivir (Tamiflu), terutama jika diberikan dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul.
Pencegahan Flu dan Pilek:
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari flu dan pilek. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:
- Vaksinasi Flu Tahunan: Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari flu.
- Cuci Tangan Secara Teratur: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
- Hindari Menyentuh Wajah: Virus dapat masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut.
- Hindari Kontak Dekat dengan Orang Sakit: Jaga jarak dengan orang yang menunjukkan gejala flu atau pilek.
- Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan tidur yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Flu dan Pilek
Meskipun jarang terjadi, flu dan pilek dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan. Komplikasi flu yang serius meliputi:
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Bronkitis
- Infeksi telinga
- Sinusitis
- Meningitis
Pilek jarang menyebabkan komplikasi serius, tetapi dapat memicu sinusitis atau infeksi telinga pada beberapa kasus.
Jika kedua kondisi tersebut tidak membaik dalam waktu 10 hari, segeralah tanya dokter lewat aplikasi Halodoc.
Kamu juga dapat menggunakan obat dari Toko Kesehatan Halodoc dengan mudah. Produk akan dikirim dari apotek terpercaya langsung ke lokasimu!
Dengan mengetahui penyebab pasti, kamu bisa menentukan langkah tepat untuk mengatasinya. Jangan dibiarkan begitu saja, karena sejumlah gejala yang muncul akan mengganggu aktivitas harian yang kamu lakukan.
Yuk, download Halodoc sekarang jug!


