• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Langsung Dimarahi, Ini Penyebab Anak Tidak Bisa Diam

Jangan Langsung Dimarahi, Ini Penyebab Anak Tidak Bisa Diam

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Apakah ibu memiliki anak yang seperti memiliki banyak energi sehingga tidak bisa diam? Kemungkinan Si Kecil berada dalam fase hiperaktif. Ibu tidak perlu khawatir, karena ini adalah keadaan yang normal. Terutama jika Si Kecil berada pada usia prasekolah. Di usia seperti ini, mereka bisa sangat aktif, sering bergerak cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. 

Hiperaktif merupakan keadaan aktif yang tidak biasa atau tidak normal. Memang sering kali sulit untuk mengelola anak yang memiliki sifat hiperaktif. Namun, ibu tidak perlu khawatir dan memarahi Si Kecil, ya. Jika perilaku hiperaktif anak terjadi secara teratur, ibu perlu mencari tahu apa saja penyebab anak tidak bisa diam.

1. Kemungkinan ADHD

Tidak usah takut untuk memiliki pertanyaan apakah Si Kecil mengalami ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Sebab, ADHD bisa menjadi salah satu penyebab energi tinggi pada anak. Hanya saja menjadi hiper bukan berarti anak memiliki kondisi tersebut. Untuk itu cobalah perhatikan tanda-tanda ADHD:

  • Apakah anak sering menyela?
  • Apakah anak kesulitan mengikuti instruksi dan mengatur tugas?
  • Apakah dia pelupa?
  • Apakah dia tidak sabar?
  • Apakah dia sering berbicara tidak pada gilirannya?
  • Apakah dia sering berbicara tidak pada gilirannya?

Baca juga: Anak Terlalu Hiperaktif? Waspada ADHD

Jika anak mengalami ADHD, masalah ini akan terjadi dalam jangka waktu yang lama, dan biasanya di rumah maupun sekolah. Bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai keluhan yang ibu rasakan. 

2. Adiktif Terhadap Makanan

Sebagian kecil anak-anak dengan ADHD mungkin sensitif terhadap beberapa zat aditif yang ada pada makanan. Jika ibu berpikir ini mungkin adalah alasannya, cobalah untuk melakukan “diet eliminasi”. Kurangi sumber aditif buatan seperti permen, minuman buah, soda, sereal berwarna cerah, dan junk food. Lihat juga apakah ibu melihat adanya perubahan perilaku?

3. Rumah Terlalu Bising

Terkadang terlalu banyak kebisingan dan aktivitas rumah dapat membuat anak menjadi sulit untuk rileks. Misalnya, terlalu banyak konflik keluarga, seperti argumen, dapat menyebabkan stres. Begitu juga jadwal yang tidak teratur dan kurang tidur. 

Jika ini adalah penyebabnya, sebaiknya orangtua menguasahakan agar suasana setenang mungkin. Terkadang seorang anak yang tidak bisa diam membutuhkan waktu yang tenang dan dekat dengan ibu atau ayah. Rangkullah Si Kecil di sofa dengan selimut dan baca buku dongeng untuk membantu menenangkan keadaan. 

Baca juga: Si Kecil Aktif atau Hiperaktif? Ini Bedanya!

4. Kurang Berolahraga

Anak-anak dapat menjadi gelisah jika mereka tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup untuk membakar energi mereka. Ibu dapat membantu anak mendapatkan latihan fisik atau olahraga yang dibutuhkannya. Misalnya, ajak ia bermain sepak bola, sepeda, atau bermain di halaman rumah. 

Menghadapi Anak yang Hiperaktif

Setelah mengetahui hal-hal yang mungkin menjadi penyebab anak bersikap hiperaktif, orangtua juga perlu belajar untuk menghadapi Si Kecil saat ia sedang tidak bisa diam. Daripada memarahinya, lebih baik lakukan beberapa cara menghadapi anak hiperaktif ini, antara lain:

  • Belajar mengendalikan emosi.
  • Perhatikan perilaku anak dan catat perubahan yang terjadi.
  • Bicara pada guru untuk mengetahui perilaku Si Kecil di sekolah.
  • Berdiskusilah dengan orangtua lain yang juga memiliki anak hiperaktif.
  • Bertanya dan memastikan kondisi Si Kecil pada dokter melalui aplikasi Halodoc terlebih dulu. Gunanya adalah untuk mengetahui kemungkinan anak terkena hipertiroidisme atau gangguan telinga bagian dalam.
  • Berdiskusi dengan psikolog anak untuk mendiagnosis kemungkinan ADHD pada anak.

Baca juga: Remaja ADHD Lebih Impulsif dan Cepat Mengambil Keputusan?

Meski mungkin repot dan melelahkan, ibu dan ayah harus tetap bersabar, serta tidak boleh memarahi Si Kecil jika ia tidak bisa diam. Hindari bersikap reaktif dan pupuk kebiasaan untuk mencari tahu penyebab sikap “unik” Si Kecil.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Why Is My Child So Hyper?
Healthy Children. Diakses pada 2020. Causes of ADHD: What We Know Today.