
Jangan Takut! Lihat Gambar Bisul Bolong Ini Solusinya
Bisul bolong atau abses merupakan kondisi lanjutan dari infeksi bakteri pada kulit yang telah pecah.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Bisul Bolong (Abses)?
- Karakteristik dan Gambaran Bisul Bolong
- Gejala Bisul Bolong yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab Terbentuknya Bisul Bolong
- Penanganan Bisul Bolong: Mandiri dan Medis
- Kapan Harus Segera Konsultasi ke Dokter?
- Pencegahan Terjadinya Bisul dan Abses
Bisul bolong, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai abses, merupakan kondisi lanjutan dari infeksi bakteri pada kulit yang telah pecah. Ini adalah tahapan serius di mana benjolan merah berisi nanah yang tadinya utuh kini meninggalkan luka terbuka menyerupai kawah atau lubang.
Pemahaman yang akurat mengenai karakteristik dan penanganan bisul bolong sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan penyembuhan yang optimal.
Apa Itu Bisul Bolong (Abses)?
Bisul bolong adalah kondisi kulit di mana infeksi bakteri, paling sering disebabkan oleh Staphylococcus aureus, telah menyebabkan terbentuknya kumpulan nanah di bawah kulit.
Ketika tekanan nanah terlalu besar, bisul tersebut pecah, meninggalkan lubang atau kawah di permukaan kulit. Lubang ini sering kali dalam, terasa sangat nyeri, dan terus mengeluarkan nanah.
Perawatan medis sangat dianjurkan untuk membersihkan sisa infeksi dan mencegah penyebaran atau infeksi ulang yang lebih parah.
Ketahui lebih lanjut informasi tentang Perawatan Luka – Tujuan, Jenis, dan Prosedurnya berikut ini.
Karakteristik dan Gambaran Bisul Bolong
Melihat gambar bisul bolong secara deskriptif dapat membantu memahami kondisi ini. Bisul yang pecah meninggalkan kawah atau lubang yang jelas pada kulit.
Bagian dalam lubang ini sering kali menunjukkan jaringan nekrotik atau mati yang berwarna kuning atau putih. Ini adalah sisa-sisa sel mati dan nanah yang perlu dibersihkan.
Kulit di sekitar lubang bisul umumnya tampak merah, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh, menandakan adanya peradangan aktif.
Gejala Bisul Bolong yang Perlu Diwaspadai
Gejala bisul bolong seringkali lebih intens dibandingkan bisul yang belum pecah. Berikut adalah beberapa gejala utama yang perlu diwaspadai:
- Nyeri hebat pada area bisul yang berlubang.
- Kulit di sekitar lubang bisul tampak kemerahan dan terasa panas.
- Keluar nanah terus-menerus dari lubang, terkadang bercampur darah.
- Pembengkakan pada area yang terinfeksi.
- Potensi demam jika infeksi meluas ke aliran darah atau tubuh secara keseluruhan.
- Kelelahan atau malaise umum.
Apabila demam terjadi, ini adalah indikasi bahwa infeksi mungkin sudah menyebar dan memerlukan perhatian medis segera.
Penyebab Terbentuknya Bisul Bolong
Penyebab utama bisul bolong adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini umumnya hidup di permukaan kulit dan di dalam hidung tanpa menyebabkan masalah.
Namun, ketika ada luka, goresan, atau folikel rambut yang tersumbat, bakteri dapat masuk ke dalam kulit dan menyebabkan infeksi.
Respon tubuh terhadap infeksi ini adalah membentuk kumpulan nanah. Jika infeksi tidak tertangani dengan baik dan tekanan nanah terus meningkat, bisul akhirnya akan pecah dan meninggalkan lubang.
Faktor risiko lain termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah, kebersihan diri yang buruk, dan kondisi kulit tertentu.
Kulit sekitar kuku terasa sakit? Ini Dokter Ini Bisa Segera Dihubungi Jika Mengidap Cantengan.
Penanganan Bisul Bolong: Mandiri dan Medis
Penanganan bisul bolong memerlukan pendekatan hati-hati, baik melalui perawatan mandiri awal maupun intervensi medis.
Penanganan mandiri
Beberapa langkah penanganan mandiri dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan area bisul bolong:
- Bersihkan area bisul secara perlahan menggunakan sabun antibakteri dan air bersih.
- Oleskan antiseptik topikal yang direkomendasikan dokter pada area luka.
- Tutup luka dengan perban steril dan ganti perban secara rutin, setidaknya sekali sehari atau jika basah.
- Hindari memencet atau mencoba mengeluarkan nanah secara paksa, karena dapat memperparah infeksi.
Perawatan mandiri bertujuan untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi lebih lanjut, namun tidak menggantikan penanganan medis profesional.
Apabila telah melakukan perawatan di atas tetapi kulit tidak membaik, Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Kulit di Halodoc yang bisa kamu hubungi.
Kapan Harus Segera Konsultasi ke Dokter?
Ada beberapa kondisi yang mengharuskan konsultasi segera dengan dokter:
- Jika lubang bisul bertambah dalam atau meluas.
- Nanah tidak kunjung kering atau keluar dalam jumlah banyak secara terus-menerus.
- Terbentuk bisul berkelompok yang berdekatan atau karbunkel.
- Mengalami demam, menggigil, atau tanda-tanda infeksi sistemik lainnya.
- Nyeri yang tidak tertahankan.
- Bisul muncul di area sensitif seperti wajah, tulang belakang, atau selangkangan.
- Memiliki kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes.
Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.
Dalam beberapa kasus, tindakan insisi atau pembedahan kecil untuk membuang nanah dan jaringan mati mungkin diperlukan agar luka dapat sembuh dengan baik dan mencegah terbentuknya jaringan parut permanen.
Kamu pun bisa hubungi dokter ini di Halodoc untuk penanganan bisul:
- dr. Frieda Sp.D.V.E: Ia adalah dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sebelas Maret pada 2022. Kini praktik di Bogor, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2022). Saat ini praktik di Bima, NTB, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin berpengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Udayana (2017), praktik di Denpasar, Bali, anggota PERDOSKI, dan tersedia di Halodoc.
Pencegahan Terjadinya Bisul dan Abses
Mencegah bisul dan abses berulang sangat penting. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:
- Jaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur menggunakan sabun antibakteri.
- Cuci tangan secara sering, terutama setelah menyentuh area kulit yang terluka.
- Hindari berbagi handuk, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
- Jaga kelembapan kulit dan hindari kulit kering yang mudah retak.
- Tangani luka kecil atau goresan dengan segera menggunakan antiseptik.
- Hindari menggaruk atau memencet bisul yang baru muncul.
- Kenakan pakaian bersih dan tidak terlalu ketat, terutama di daerah yang rentan gesekan.
- Tingkatkan sistem kekebalan tubuh melalui pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Jika mengalami bisul bolong yang menunjukkan gejala berat atau tidak membaik dengan perawatan mandiri, segera konsultasikan ke dokter dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2026. Boils.
Journal of Clinical and Diagnostic Research. Diakses pada 2026. Psychological Stress and Skin Symptoms in College Student: Results of A Cross-Sectional Web-Based Questionnaire Study.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diseases and Conditions. Boils and Carbuncles.
WebMD. Diakses pada 2026. Boils.
FAQ
1. Mengapa bisul meninggalkan lubang setelah pecah?
Lubang tersebut terbentuk karena hancurnya jaringan kulit akibat tekanan nanah dan aktivitas bakteri. Secara alami, lubang ini akan menutup seiring dengan proses regenerasi kulit yang sehat.
2. Apakah bisul menular?
Bakteri penyebab bisul dapat berpindah melalui kontak kulit langsung atau berbagi barang pribadi seperti handuk dan alat cukur. Menjaga kebersihan tangan adalah kunci pencegahan penularan.
3. Bolehkah memberikan bahan alami seperti bawang putih pada bisul?
Meskipun beberapa bahan alami memiliki sifat antiseptik, penggunaannya secara langsung pada luka terbuka dapat memicu iritasi. Disarankan untuk menggunakan produk medis yang telah teruji secara klinis.


