Jenis Obat Diare Apa yang Aman untuk Anak-Anak?
Beberapa jenis obat diare anak yang aman yaitu oralit, zinc, dan probiotik. Selain mencukupi cairannya, berikan juga makanan yang mendukung pemulihan diare anak.

DAFTAR ISI
- Penyebab Diare pada Anak
- Gejala Diare pada Anak yang Perlu Diwaspadai
- Jenis Obat Diare yang Aman untuk Anak
- Pemberian Makan saat Anak Diare
Diare pada anak bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Selain akibat infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi makanan, hingga mengonsumsi makanan yang tidak higienis.
Diare bisa berlangsung 1 atau 2 hari dan hilang dengan sendirinya. Meskipun merupakan masalah yang umum, tapi orang tua tetap perlu memberikan obat diare anak.
Jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, anak mungkin memiliki masalah yang lebih serius. Ibu bisa simak selengkapnya, jenis obat diare yang aman untuk anak berikut ini.



Penyebab Diare pada Anak
Diare pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Infeksi virus: Rotavirus adalah penyebab paling umum diare pada bayi dan anak kecil.
- Infeksi bakteri: Bakteri seperti Salmonella, Shigella, dan E. coli dapat menyebabkan diare.
- Parasit: Parasit seperti Giardia juga dapat menyebabkan diare.
- Alergi makanan: Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti susu sapi, dapat menyebabkan diare.
- Efek samping obat: Beberapa obat, seperti antibiotik, dapat mengganggu keseimbangan bakteri di usus dan menyebabkan diare.
Gejala Diare pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Selain frekuensi BAB yang meningkat dan tinja yang lebih cair, gejala lain yang mungkin menyertai diare pada anak meliputi:
- Mual dan muntah.
- Sakit perut atau kram.
- Demam.
- Kehilangan nafsu makan.
- Dehidrasi (ditandai dengan mulut kering, jarang buang air kecil, mata cekung, dan lemas).
Jenis Obat Diare yang Aman untuk Anak
Nah, sebelum memberikan obat diare anak, pastikan obat aman dikonsumsi untuk anak-anak. Lantas, apa saja jenis obat diare anak yang aman?
1. Oralit
Oralit menjadi pertolongan pertama yang bisa diberikan ketika anak mengalami diare. Obat ini bisa dibilang cukup efektif dalam mencegah dan membantu meringankan dehidrasi pada Si Kecil.
Hal ini berkat beberapa kandungan dalam oralit, yaitu:
- Glukosa anhidrat.
- Natrium bikarbonat.
- Kalium klorida.
- Natrium klorida.
Semua kandungan di atas bisa membantu mengembalikan elektrolit dan cairan tubuh yang hilang saat mengalami diare. Obat diare anak ini bekerja hanya dalam waktu 8 hingga 12 jam setelah dikonsumsi.
2. Zinc
Dibandingkan dengan obat generik, ibu disarankan untuk memberikan suplemen zinc saat anak mengalami diare. Hal ini untuk membantu mempercepat pemulihan diare anak.
Setidaknya, begitulah hasil dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalamIndian Journal of Pharmacology. Menurut riset tersebut pemberian suplemen zinc yang dibarengi dengan larutan oralit, efektif membantu mengurangi lama diare pada anak.
United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) juga sepakat untuk menyarankan pemberian suplemen zinc. Suplemen zinc diberikan sebanyak 20 miligram selama sekitar 10 hingga 14 hari pada anak yang mengalami diare akut. Selain mempercepat penyembuhan, memberikan suplemen zinc juga diduga efektif mencegah diare pada anak kembali terjadi, hingga dua atau tiga bulan mendatang.
3. Probiotik
Obat diare lain yang direkomendasikan untuk anak adalah suplemen probiotik. Suplemen tersebut efektif untuk mengembalikan bakteri baik di dalam usus. Sebab bakteri baik bisa saja berkurang akibat munculnya bakteri jahat saat anak terserang diare.
Tidak hanya itu, memberikan suplemen ini pada anak juga dianggap mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh pada anak saat diare. Selain itu obat diare anak ini juga dijual bebas di apotek, ibu bisa juga memberikan probiotik dari yoghurt.
Obat diare anak yang bagus merk apa? Ibu bisa simak rekomendasinya berikut ini:
- Guanistrep Suspensi 60 ml
- Daryazinc Syrup 60 ml
- Lacto-B
- Pedialyte Original 500 ml
- Oralit 200 4.1 g 1 Sachet
Nah, itulah beberapa jenis obat diare anak yang aman. Jika Si Kecil diare, segera berikan obat diare anak. Ibu bisa cek kebutuhan obat diare di toko kesehatan melalui aplikasi Halodoc.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!
Pemberian Makan saat Anak Diare
Pemberian makan pada anak yang mengalami diare harus diperhatikan dengan cermat. Pastikan untuk memberikan makanan yang sehat dan seimbang, selain banyak cairan. Dalam kasus diare tertentu, dokter mungkin menyarankan untuk mengurangi asupan susu dan gula untuk jangka pendek.
Makanan berserat dapat dikonsumsi karena bermanfaat di saat keadaan sembelit dan diare. Makanan kaya serat tertentu dapat membantu memperlambat diare anak, contohnya:
- Apel (tanpa kulit).
- Pisang.
- Gandum.
- Kacang polong.
- Ubi jalar (tanpa kulit.
Jika diare berlanjut, cobalah untuk mengobservasi makanan yang dikonsumsi anak.
Bagi sebagian anak, makanan tertentu dapat memicu diare. Untuk beberapa anak, gluten atau produk susu juga dapat memicunya.
Jika ibu mencurigai adanya makanan tertentu yang menyebabkan masalah diare pada anak, tuliskan dan tanyakan pada dokter.
Konsultasi dengan dokter spesialis anak kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


