Jika anak kejang apa yang harus dilakukan? Simak panduan pertolongan pertama yang aman di sini.

DAFTAR ISI
- Penanganan Pertama saat Anak Kejang
- Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Kejang
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Kejang pada anak, terutama kejang demam (febrile seizure), sering kali membuat orang tua merasa panik luar biasa. Kondisi ini umumnya terjadi saat suhu tubuh anak meningkat secara mendadak akibat infeksi virus atau bakteri, seperti flu atau infeksi telinga.
Meskipun tampak mengkhawatirkan, sebagian besar kejang demam berlangsung kurang dari beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan otak permanen. Kunci utama dalam menghadapi situasi darurat ini adalah tetap tenang dan melakukan tindakan pertolongan pertama yang benar.
Penanganan awal yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko cedera fisik, seperti tersedak atau benturan. Dengan memahami langkah-langkah yang aman, kamu dapat melindungi Si Kecil hingga fase kejang mereda secara alami.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah mengenai pertolongan pertama yang harus dilakukan serta tindakan yang wajib dihindari saat anak mengalami kejang.
Penanganan Pertama saat Anak Kejang
Jika Si Kecil tiba-tiba mengalami kejang, pastikan kamu segera mengambil langkah pertolongan pertama berikut ini secara tenang:
- Tetap tenang dan amati durasi kejang: Hindari rasa panik. Perhatikan jam saat kejang mulai terjadi untuk mengukur durasinya secara tepat.
- Baringkan anak di tempat yang aman: Pindahkan anak ke permukaan yang datar dan empuk, seperti kasur atau lantai berkarpet. Jauhkan dari benda-benda keras, tajam, atau berbahaya.
- Posisikan tubuh anak miring: Miringkan tubuh dan kepala anak ke salah satu sisi (recovery position). Langkah ini penting untuk mencegah air liur atau muntahan masuk ke saluran pernapasan.
- Longgarkan pakaian: Kendurkan pakaian di sekitar leher dan dada anak agar sirkulasi udara dan pernapasan tetap lancar.
- Dampingi hingga sadar penuh: Jangan pernah meninggalkan anak sendirian selama atau sesudah kejang hingga kesadarannya pulih total.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Kejang
Beberapa tindakan yang keliru justru dapat membahayakan keselamatan anak. Saat kejang berlangsung, pastikan kamu menghindari hal-hal berikut:
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut: Dilarang keras menaruh sendok, kain, atau jari ke mulut anak. Hal ini berisiko menyumbat jalan napas atau mematahkan gigi anak.
- Jangan menahan gerakan tubuh anak: Hindari memeluk, memegang erat, atau menahan sentakan tubuh anak secara paksa karena dapat memicu cedera otot atau patah tulang.
- Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat oral: Mengalirkan cairan atau obat saat anak kejang atau belum sadar sepenuhnya sangat berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan tersedak.
- Jangan menyiram dengan air dingin: Menurunkan suhu tubuh secara drastis saat anak kejang dapat memicu guncangan sistem saraf (syok).
Studi Terkait
Berdasarkan studi klinis yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Neurology (2026), memposisikan anak secara miring saat timbul kejang terbukti menurunkan risiko komplikasi aspirasi jalan napas hingga 85 persen. Peneliti menekankan pentingnya edukasi pertolongan pertama bagi orang tua agar dapat menangani episode kejang secara tepat sebelum bantuan medis profesional tiba.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak mengalami sesak napas, bibir membiru, atau kejang berulang dalam waktu 24 jam, segera bawa Si Kecil ke UGD terdekat. Kamu juga dapat melakukan konsultasi darurat dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi medis lebih lanjut.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Saat anak mendadak demam tinggi atau menunjukkan gejala kejang, kamu bisa langsung melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat memberikan arahan medis secara terarah mengenai tindakan penanganan serta pereda demam yang aman sesuai kondisi anak.
Referensi
Journal of Pediatric Neurology. Diakses pada 2026. First-Aid Protocols for Pediatric Febrile Seizures and Airway Risk Reduction.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Management and First Aid for Febrile Convulsions in Children.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Tatalaksana dan Pertolongan Pertama Kejang Demam pada Balita.
WebMD. Diakses pada 2026. What to Do When Your Child Has a Febrile Seizure.
FAQ
Apakah kejang demam pada anak berbahaya bagi otak?
Sebagian besar kejang demam sederhana berlangsung singkat dan tidak menyebabkan kerusakan otak atau penurunan kecerdasan. Meski demikian, penanganan medis tetap diperlukan untuk mendiagnosis penyebab utama demam.
Bolehkah memberi obat penurun panas saat anak sedang kejang?
Tidak boleh. Jangan pernah memberikan makanan, minuman, atau obat cairan melalui mulut saat anak sedang kejang karena dapat memicu tersedak hebat dan menyumbat jalan napas.
Kapan anak kejang harus segera dibawa ke UGD?
Segera bawa anak ke UGD jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anak sulit bernapas, tampak kebiruan, atau tidak kunjung sadar setelah kejang berhenti.





