• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kaitan Antara Gangguan Kepribadian Ambang dengan Binge Eating

Kaitan Antara Gangguan Kepribadian Ambang dengan Binge Eating

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kaitan Antara Gangguan Kepribadian Ambang dengan Binge Eating

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa gangguan makan seperti binge eating disorder (BED) nyatanya bisa berjalan beriringan dengan gangguan kepribadian ambang (BPD)? Namun, hingga saat ini, penelitian lebih besar masih belum dilakukan, sehingga kaitan keduanya belum diketahui lebih detail. 

Secara sederhana, binge eating disorder bisa dijelaskan sebagai penyimpangan perilaku makan. Pengidap BED sering kali makan dalam jumlah besar dan mereka sulit untuk menahan dorongan untuk makan. Gangguan makan ini secara resmi ditambahkan ke daftar gangguan kejiwaan pada 2013. Mereka yang mengalami BED juga kerap alami episode-episode yang sering kali disertai dengan perasaan malu atau bersalah. 

Baca juga: Ini Alasan Depresi Sebabkan Binge Eating Disorder

Lantas, seperti apa kaitan antara binge eating disorder dan gangguan kepribadian ambang? Simak ulasannya berikut!

Hubungan Binge Eating Disorder dan Gangguan Kepribadian Ambang

BPD dan gangguan makan pertama kali muncul pada masa remaja dan dewasa muda dan dapat terjadi bersamaan. Diperkirakan sekitar 54 persen pasien BPD juga memiliki riwayat kelainan makan. Gangguan kepribadian ambang telah terbukti terjadi pada sekitar 25 persen penderita anoreksia nervosa dan 28 persen penderita bulimia nervosa. Tingkat gangguan makan pada populasi BPD ini jauh lebih tinggi daripada populasi umum yaitu 5-10 persen. 

Timbulnya BPD pada masa remaja atau awal masa dewasa sebagai salah satu prediktor utama perkembangan BPD adalah pewarisan temperamen yang rentan terhadap pola asuh dan stresor kehidupan. Baik BPD dan gangguan makan dikaitkan dengan riwayat trauma masa kanak-kanak, seperti pelecehan fisik, seksual dan emosional. Para peneliti menemukan bahwa BPD berkembang sebelum gangguan makan dan oleh karena itu memahami dan mengenali hubungan antara kedua gangguan pada seseorang penting untuk menentukan pengobatan terbaik.

Hubungan antara BPD dan gangguan makan bukanlah hubungan sebab akibat. Meski begitu, beberapa peneliti berhipotesis mungkin ada beberapa hubungan sebab akibat. Seperti BPD, perkembangan gangguan makan melibatkan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Paparan terhadap ejekan atau kritik tentang fisik dapat dialami secara negatif di masa kanak-kanak ketika digabungkan dengan kerentanan anak terhadap tekanan dan idealisasi media tentang tipe tubuh kurus dapat menyebabkan perilaku makan yang tidak teratur. 

Beberapa peneliti menyarankan bahwa neurobiologi dalam pikiran BPD dapat membentuk jenis patologi makan yang diekspresikan dalam diri seseorang. Masalah makan pada individu dengan BPD dapat dilihat secara bersamaan sebagai:

  • Perilaku untuk mengubah pola makan untuk kemudian mengubah bentuk tubuh. 
  • Perilaku menyakiti diri sendiri.

Baca juga: Korban Bully Bisa Alami Gangguan Kepribadian Ambang

Langkah Perawatan yang Bisa Dilakukan

Lantas, bagaimana cara mengatasi BPD dan gangguan makan yang terjadi bersamaan? Untungnya ada perawatan efektif yang tersedia untuk kedua jenis kondisi tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan BPD mungkin tidak menanggapi pengobatan gangguan makan dengan baik. Namun, ada penelitian lain yang tidak menemukan perbedaan dalam tanggapan pengobatan antara orang dengan gangguan makan dengan atau tanpa BPD.

Mungkin gangguan makan dan gejala BPD dapat diobati pada saat yang bersamaan, tetapi hal ini dapat diputuskan berdasarkan kasus per kasus. Misalnya, beberapa orang mengalami gejala gangguan makan yang sangat parah sehingga mengancam nyawa. Dalam kasus ini, rawat inap untuk gejala gangguan makan mungkin diperlukan sebelum pengobatan untuk gejala BPD dapat dimulai. Sebagai alternatif, pada seseorang dengan gejala BPD yang sangat parah yang mengancam jiwa atau mengancam untuk mengurangi kemampuannya untuk menjalani pengobatan, gejala BPD dapat diobati terlebih dahulu.

Baca juga: Remaja Hadapi Gangguan Kepribadian Ambang, Ini Peran Orangtua

Jika kamu atau orang terdekat kamu mengalami gejala mirip gangguan kepribadian ambang atau gangguan binge eating, kamu bisa memintanya untuk mendiskusikan masalah tersebut dengan psikolog di Halodoc. Psikolog akan memberikan penanganan awal yang mungkin bisa mencegah gangguan ini. 

Referensi:
Borderline in the ACT. Diakses pada 2020. BPD and Eating Disorders.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Eating Disorders and Borderline Personality