• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kanker yang Sembuh pada Anak-Anak Bisa Kambuh saat Dewasa?

Kanker yang Sembuh pada Anak-Anak Bisa Kambuh saat Dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Setelah menjalani pengobatan, kanker pada anak memiliki kemungkinan untuk sembuh. Setelah dinyatakan sembuh, Si Kecil bisa mulai beraktivitas dan menjalani kehidupan tanpa gangguan kanker. Namun, ternyata ada risiko kanker yang sembuh pada anak-anak bisa kembali kambuh. Biasanya, kanker kambuh saat memasuki usia dewasa. 

Ada penelitian yang menemukan bahwa kanker pada anak, sekalipun sudah dinyatakan sembuh, berisiko kambuh kembali. Penyintas kanker disebut memiliki risiko hingga dua kali lipat mengalami kanker kembali jika dibandingkan dengan orang yang belum pernah terserang kanker. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi risiko kanker kambuh kembali, mulai dari usia saat mendapat pengobatan, jenis perawatan yang diterima, serta faktor genetik dan riwayat kanker di keluarga.

Baca juga: Penting, Begini Cara Mendeteksi Kanker pada Anak Sejak Dini 

Pencegahan Kanker Kambuh 

Kanker pada anak ternyata bisa kambuh atau datang kembali pada saat dewasa, sekalipun sebelumnya sudah dinyatakan sembuh. Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko hal ini terjadi, termasuk jenis perawatan yang didapat, pengobatan kanker, usia saat mendapatkan pengobatan, serta faktor genetik dan riwayat kanker di keluarga. 

Beberapa orang mungkin memiliki “gen kanker”, sehingga lebih rentan mengalami penyakit ini. Salah satu tanda yang bisa diamati adalah kanker pada anggota keluarga adalah hal yang cukup sering terjadi, biasanya pada usia muda. Jika itu yang terjadi, penting untuk mengetahui riwayat medis secara keseluruhan dan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. 

Baca juga: 10 Gejala Kanker Pada Anak, Jangan Abaikan!

Kanker bisa kambuh kembali, sekalipun sebelumnya sudah dilakukan pengobatan maksimal dan dinyatakan sembuh. Saat kanker pada anak yang sebelumnya sembuh kambuh kembali, pengobatan dan perawatan perlu segera dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika memiliki risiko kanker kambuh, di antaranya: 

  • Memperhatikan kondisi medis dan membangun hubungan baik dengan dokter, termasuk dokter yang menangani kanker semasa kecil. 
  • Melakukan kunjungan ke rumah sakit secara rutin atau sesuai dengan saran dokter. 
  • Menjalani tes skrining yang disarankan dokter, biasanya terkait usia, jenis kelamin, riwayat kanker, serta riwayat pengobatan. Tujuannya untuk menilai risiko kanker kambuh sehingga pemeriksaan dan pengobatan bisa segera dilakukan. 
  • Perhatikan dan selalu laporkan gejala yang muncul. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika gejala berlanjut atau semakin parah. 

Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menurunkan risiko kanker kambuh? Jawabannya ada. Untuk menurunkan risiko kanker kembali saat dewasa, mulailah dengan menjalani gaya hidup sehat, menghindari rokok maupun asap rokok, selalu lindungi kulit sebab kanker kulit bisa menjadi kanker kedua yang muncul setelah kanker masa kanak-kanak. 

Untuk melindungi kulit, selalu gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah, kenakan pakaian yang melindungi, hindari aktivitas luar ruangan di atas jam 10 pagi hingga jam 2 siang, dan jangan berjemur. Menurunkan risiko kanker kambuh juga bisa dilakukan dengan membatasi asupan minuman beralkohol, konsumsi makanan sehat dan kaya zat gizi, serta menjaga berat badan dan aktif bergerak.

Baca juga: Ini 5 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak-Anak

Kamu juga bisa menurunkan risiko kanker dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Biar lebih sehat, cobalah untuk mengonsumsi suplemen tambahan atau multivitamin. Kamu bisa membeli suplemen dan produk kesehatan lainnya melalui aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Together St. Jude. Diakses pada 2021. Relapse - When Childhood Cancer Comes Back.
Cure Search. Diakses pada 2021. RISK FOR A SECOND CANCER AFTER CHILDHOOD CANCER.