• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Audiometri?

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Audiometri?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan audiometri merupakan tes yang berfungsi untuk mengevaluasi pendengaran seseorang. Masalah pada pendengaran dapat menyerang siapa saja seiring dengan bertambahnya usia. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan pendengaran atau tidak, pemeriksaan ini dibutuhkan. Lantas, kapan sebaiknya audiometri dilakukan?

Baca juga: Kualitas Pendengaran Menurun, Saatnya Pemeriksaan Audiometri

Waktu yang Tepat dalam Melakukan Pemeriksaan Audiometri

Proses mendengar terjadi saat gelombang suara dirambatkan dengan baik dalam lubang telinga. Getaran gelombang suara tersebut kemudian diubah menjadi sinyal saraf yang dapat diproses oleh otak sebagai suara. Pada kondisi tertentu, proses tersebut dapat terganggu, berikut kondisi yang menuntut seseorang untuk melakukan pemeriksaan ini:

  • Mengidap cacat bawaan lahir.

  • Mengidap infeksi telinga kronis, yaitu kondisi yang ditandai dengan sakit pada telinga bagian dalam, demam di atas 38 derajat Celsius, kesulitan mendengar, telinga terasa tertekan atau penuh, rasa gatal dan iritasi di sekitar telinga, serta kulit bersisik di dalam dan sekitar telinga

  • Mengidap meningitis, yaitu kondisi yang ditandai dengan demam tinggi, kaku pada leher sakit kepala berat, kejang-kejang, sensitif terhadap cahaya, mual dan muntah, sulit fokus, ruam, serta berkurangnya nafsu makan.

  • Mengidap campak, yaitu kondisi yang ditandai dengan demam, lemas, pegal linu, pilek, hidung tersumbat, batuk kering, diare, muntah, penurunan nafsu makan, mata memerah, kelopak mata membengkak, bercak putih dalam mulut, serta sensitif terhadap cahaya.

  • Terpapar suara yang terlalu keras.

  • Gendang telinga pecah.

  • Mengalami cedera kepala atau telinga.

  • Penumpukan kotoran dalam telinga.

  • Efek samping pemakaian obat-obatan.

  • Efek samping alami saat proses penuaan.

Gangguan pendengaran bisa bersifat sementara atau permanen, dan umumnya terjadi secara bertahap saat seseorang bertambah tua. Terkadang, gangguan pendengaran dapat terjadi secara tiba-tiba.

Baca juga: Ketahui Penjelasan Indikasi dalam Pemeriksaan Audiometri

Saat menurunnya fungsi pendengaran, beberapa gejala yang akan terlihat, di antaranya:

  • Kesulitan mendengarkan ucapan orang lain dengan jelas, terutama di tempat yang ramai.

  • Telinga berdenging.

  • Sering meminta orang lain untuk mengulang perkataan.

  • Mendengar musik atau menonton televisi dengan volume yang keras.

  • Harus berkonsentrasi ekstra untuk mendengar.

Jika kamu merasakan berbagai gejala tersebut, mungkin sudah saatnya kamu melakukan tes audiometri guna memeriksakan fungsi pendengaran secara keseluruhan. Dengan pemeriksaan tersebut, gangguan pendengaran dapat terdeteksi sejak dini. Nah, sebelum melakukannya, diskusikan terlebih dulu dengan dokter di aplikasi Halodoc mengenai prosedur apa saja yang harus kamu jalani.

Baca juga: 5 Hal yang Diperhatikan saat Pemeriksaan Audiometri

Bagaimana Prosedur Audiometri Dilakukan?

Audiometri merupakan tes pendengaran menggunakan sebuah mesin yang disebut dengan audiometer. Mesin ini berguna untuk menghasilkan suara dengan volume dan frekuensi yang berbeda-beda. Saat prosedur pemeriksaan dilakukan, peserta akan diperdengarkan dengan beragam suara dengan tingkat kenyaringan dan kecepatan getaran gelombang suara yang berbeda-beda.

Salah satu tes yang dilakukan adalah tes nada murni, yang berfungsi untuk mengukur suara yang paling senyap yang bisa didengar, dengan nada yang berbeda-beda. Saat pemeriksaan berlangsung, tim medis akan membantu kamu untuk memainkan berbagai suara, seperti bunyi dan ucapan, pada interval yang berbeda ke satu telinga, pada satu waktu.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menentukan rentang kemampuan pendengaran pada masing-masing telinga. Tim medis juga akan menyarankan kamu untuk mengangkat tangan atau mengulang ucapan pemeriksa saat suara dari mesin terdengar. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan seseorang dalam mengenali kata dan membedakan bunyi ucapan dari suara di sekitar.

Pemeriksaan audiometri membutuhkan waktu sekitar satu jam lamanya. Sebelum melakukan pemeriksaan, kamu tidak membutuhkan persiapan khusus. Pemeriksan ini juga tidak menimbulkan risiko. Kamu hanya perlu mengikuti instruksi dari tim medis yang bertugas saja. Setelah hasilnya selesai, dokter akan melakukan tindakan dan menyarankan kamu untuk melakukan langkah preventif dalam mengatasi kondisi yang kamu alami. 

Referensi:

Medline Plus. Diakses pada 2020. Audiometry. 

Healthline. Diakses pada 2020. Audiometry.