• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Memeriksakan Batu Ginjal ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Batu Ginjal ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Batu Ginjal ke Dokter?

Halodoc, Jakarta – Memenuhi kebutuhan air putih setiap hari dan banyak mengonsumsi sayur serta buah menjadi cara untuk mencegah gangguan pada ginjal. Batu ginjal menjadi salah satu gangguan pada ginjal yang bisa dialami siapa saja. Tentunya, berbagai komplikasi dapat dialami oleh seseorang yang mengalami batu ginjal jika kondisi ini tidak segera diatasi.

Baca juga: Pola Hidup yang Tingkatkan Risiko Alami Batu Ginjal

Kondisi ini yang menyebabkan kamu perlu mengetahui tanda yang menjadi gejala dari penyakit batu ginjal. Pemeriksaan dan penanganan lebih cepat membuat batu ginjal lebih mudah diatasi dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi kesehatan. Ini waktu terbaik untuk memeriksakan batu ginjal ke dokter. 

Segera Periksakan Kesehatan Saat Alami Gejala 

Penyakit batu ginjal terjadi ketika adanya pembentukan materi keras menyerupai batu yang terbentuk dari limbah dalam darah yang menumpuk dan membentuk kristal dalam ginjal. Ada beberapa faktor yang memicu seseorang mengalami batu ginjal, seperti kebiasaan kurang mengonsumsi air putih, obesitas, atau pernah mengalami operasi pada area pencernaan. 

Saat batu ginjal masih berukuran kecil, umumnya kondisi ini jarang disadari oleh pengidap karena tidak menimbulkan gejala. Gejala sering dirasakan ketika ukuran batu ginjal telah membesar. Batu ginjal yang membesar menyebabkan pengidapnya mengalami frekuensi buang air kecil yang meningkat. Selain itu, buang air kecil disertai rasa nyeri yang cukup mengganggu. 

Selain itu, jumlah urine yang keluar terkadang hanya sedikit dan bahkan bisa sulit menyebabkan keluarnya urine saat buang air kecil. Hal ini disebabkan batu ginjal yang berpindah menuju ureter kecil hingga saluran kemih. Kondisi ini yang menyebabkan munculnya gangguan pada saluran kemih

Baca juga: 10 Kondisi yang Tidak Boleh Menjalani Pengobatan ESWL

Melansir Mayo Clinic, pengidap batu ginjal juga kerap mengalami nyeri pada bagian punggung bawah, mual, muntah, hingga alami demam akibat infeksi yang terjadi. Batu ginjal juga dapat dikenali gejalanya dari warna urine yang menjadi kemerahan hingga cokelat dan urine yang berbusa.

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala tersebut. Penanganan lebih dini dapat mencegah munculnya komplikasi dan juga kerusakan ginjal secara permanen yang menyebabkan kesehatan yang semakin memburuk.

Pemeriksaan untuk Deteksi Batu Ginjal

Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan untuk mendeteksi batu ginjal dalam tubuh. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lain. Melansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, ada beberapa pemeriksaan yang kerap dilakukan tim medis, seperti:

1.Tes Laboratorium

Tes laboratorium mencakup tes urine dan tes darah. Tes urine dan tes darah dilakukan untuk memastikan adanya kalsium yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.

2.Tes Citra

Abdominal X-ray dan CT Scan dapat dilakukan untuk mendeteksi batu ginjal. Dengan melakukan tes pencitraan dokter akan lebih mudah menemukan dimana letak batu ginjal yang tepat agar pengobatan lebih mudah dilakukan.

Pemeriksaan yang dilakukan lebih dini akan membuat pengobatan lebih mudah dilakukan untuk menghindari berbagai risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Berbagai komplikasi dapat terjadi akibat batu ginjal yang tidak diatasi dengan baik, seperti cedera pada ureter, perdarahan, hingga kerusakan ginjal permanen.

Baca juga: Adakah Efek Samping Pengobatan Batu Ginjal dengan ESWL?

Batu ginjal menjadi salah satu penyakit kambuhan. Sebaiknya penuhi kebutuhan air putih setiap harinya dan batasi mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan kalsium tinggi agar penyakit ini tidak kembali dialami. Jika ada yang ingin ditanyakan tentang cara menjaga kesehatan ginjal, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Kidney Stones
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2020. Diagnosis of Kidney Stones