13 November 2018

Perlukah Operasi untuk Atasi Batu Ginjal?

Perlukah Operasi untuk Atasi Batu Ginjal?

Halodoc, Jakarta – Batu ginjal adalah sebuah penyakit yang terjadi karena adanya tumpukan zat tertentu yang kemudian membentuk batu di dalam ginjal. Material pembentuk batu ini berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal. Oleh karena beberapa alasan, zat tersebut kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini yang cukup umum diketahui adalah dengan prosedur operasi. Tujuannya untuk mengeluarkan batu dari dalam tubuh. Namun, apakah operasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi batu ginjal?

Pada dasarnya, pengobatan penyakit ini tergantung dari ukuran batu yang terbentuk. Batu ginjal yang masih tergolong kecil, biasanya bisa dikeluarkan melalui saluran kemih. Artinya, tidak dibutuhkan prosedur operasi untuk mengatasinya.

Caranya adalah dengan memperbanyak minum air putih setiap hari, hal itu bertujuan untuk merangsang urine terus keluar. Dengan demikian, diharapkan batu ginjal yang masih berukuran kecil tersebut dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, selain air putih dokter mungkin akan menyarankan pengidap batu ginjal mengonsumsi beberapa jenis obat.

Obat yang dikonsumsi bertujuan untuk melancarkan pengeluaran batu ginjal dengan membuat otot-otot ureter rileks. Dengan demikian, batu ginjal bisa keluar tanpa menimbulkan rasa sakit dan dalam tempo waktu yang relatif cepat.

Kapan Operasi Harus Dilakukan untuk Mengatasi Batu Ginjal?

Penanganan batu ginjal dengan tindakan operasi biasanya baru akan dilakukan jika batu tersebut berukuran besar, yaitu memiliki diameter lebih dari 0,6 sentimeter atau jika batu sudah menyumbat saluran kemih. Operasi yang dilakukan pun berbeda-beda, tergantung dari lokasi dan ukuran batu ginjal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal, yaitu:

1. Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL)

Tindakan medis pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi batu ginjal adalah dengan extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). ESWL merupakan prosedur penghancuran batu ginjal dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound), setelah hancur batu maka  akan menjadi serpihan kecil dan bisa keluar dengan mudah.

2. Ureteroskopi

Prosedur pengangkatan batu ginjal dengan menggunakan sebuah alat yang disebut ureteroskop yang dimasukkan ke ureter melalui uretra dan kandung kemih. Uretra adalah saluran terakhir untuk keluarnya urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Setelah letaknya diketahui, batu akan dihancurkan dengan menggunakan instrumen lain atau laser. Ureteroskopi biasanya dilakukan untuk menangani batu yang terjebak di dalam ureter.

3. Bedah Terbuka

Di zaman modern seperti sekarang, prosedur ini sebenarnya sudah tergolong jarang dan hanya dilakukan untuk mengangkat batu ginjal yang berukuran sangat besar. Sesuai dengan namanya, bedah terbuka dilakukan dengan cara membuat sebuah sayatan pada permukaan kulit di punggung yang berfungsi sebagai akses bagi dokter bedah dalam mengangkat batu ginjal.

4. PCNL

Percutaneous nephrolithotomy atau disingkat PCNL, yaitu prosedur penghancuran batu ginjal. Sayatan kecil dibuat di atas permukaan kulit dekat ginjal sehingga alat yang disebut nephroscope bisa masuk untuk memecahkan dan mengangkat serpihan batu ginjal. Prosedur ini biasanya dilakukan jika tindakan ESWL tidak memungkinkan untuk dilakukan, misalnya pada penderita obesitas.

Baca juga: