• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan atau Ketergantungan Obat? Ketahui Lewat Cek Ketergantungan Obat

Kecanduan atau Ketergantungan Obat? Ketahui Lewat Cek Ketergantungan Obat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kecanduan atau Ketergantungan Obat? Ketahui Lewat Cek Ketergantungan Obat

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu merasa tak bisa lepas dari konsumsi obat tertentu? Untuk mengetahui apakah kamu mengalami ketergantungan obat atau kecanduan, maka kamu perlu melakukan pengecekan. Cek ketergantungan obat bisa dilakukan dengan melibatkan dokter, psikiater, dan psikolog. Apalagi jika obat yang membuat ketergantungan adalah narkotika, maka diperlukan pemeriksaan dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).

Selama menjalani pengobatan untuk terlepas dari ketergantungan obat, kamu akan menjalani tes darah, urine, atau tes laboratorium lainnya. Tes-tes tersebut bukanlah tes diagnostik untuk ketergantungan obat, tetapi tes yang dapat digunakan untuk memantau perawatan dan pemulihan. Sementara itu, dalam mendiagnosis gangguan ketergantungan obat, sebagian besar profesional kesehatan mental menggunakan kriteria dalam Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

Baca juga: Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Perawatan untuk Ketergantungan Obat

Setelah kamu benar-benar diduga mengalami ketergantungan obat, maka langkah selanjutnya adalah melakukan serangkaian terapi perawatan. Terapi ini dilakukan karena sejauh ini belum ada obat yang dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan atau ketergantungan obat. Penanganan terhadap ketergantungan obat biasanya akan tergantung pada obat yang digunakan, serta gangguan medis atau mental yang mungkin terjadi.

Ada beberapa langkah terapi atau penanganan yang dapat dilakukan untuk pengidap ketergantungan obat, misalnya: 

Detoksifikasi

Pertama-tama yang harus dilakukan dalam penanganan ketergantungan obat adalah detoksifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memungkinkan pengidap berhenti mengonsumsi obat secepat dan seaman mungkin. Selama menjalani proses detoks, beberapa orang ada yang dapat melakukanya secara mandiri, dan sebagian lainnya ada yang perlu dirawat inap, tergantung tingkat keparahan ketergantungan yang dialami.

Proses detoksifikasi dilakukan dengan cara menghentikan penggunaan obat yang membuat ketergantungan. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan mengurangi dosis, atau mengganti sementara dengan obat lain yang sejenis, tetapi yang dosisnya lebih rendah.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Terapi Perilaku

Sebagai bagian dari program perawatan ketergantungan obat, terapi perilaku (suatu bentuk psikoterapi), dapat dilakukan oleh psikolog atau psikiater. Terapi ini dilakukan dengan maksud: 

  • Membantu mengembangkan cara-cara untuk mengatasi hasrat mengonsumsi obat.
  • Menyarankan strategi untuk menghindari obat dan mencegah kekambuhan.
  • Memberi saran bagaimana menangani kekambuhan.

Ingat, untuk menghentikan konsumsi zat secara sepenuhnya dapat membuat seseorang mengalami withdrawal symptoms atau efek lepas obat. Selain cara-cara tersebut, cara yang paling penting adalah mengurangi dosis secara perlahan. Namun, hal ini pun bergantung pada jenis obat yang digunakan. Beberapa zat dapat memiliki dampak negatif yang cukup berbahaya dan harus segera dihentikan, serta beberapa zat lainnya dapat dihentikan secara perlahan.

Lagipula, untuk menghindari ketergantungan obat, juga dibutuhkan keinginan untuk menghentikan oleh si pemakaiannya. Di samping itu, rasa kecemasan yang dapat muncul juga harus dicegah saat tidak menggunakan obat tersebut sehingga proses penghentian ketergantungan obat bisa diatasi.

Baca juga: Ketergantungan Krim Dokter, Begini Cara Menghentikannya

Cara Mencegah Ketergantungan Obat

Kamu pun sebenarnya dapat mencegah ketergantungan obat dengan beberapa cara, seperti:

  • Apabila kamu minum obat berdasarkan resep dokter, patuhilah sesuai petunjuk penggunaan obat yang dianjurkan. Jangan mencampur konsumsi obat dengan obat jenis lain tanpa berkonsultasi lebih dulu pada dokter.
  • Jika kamu merasakan hasrat untuk mengonsumsi obat dengan jenis tertentu dalam dosis banyak, sebaiknya kamu menghubungi dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut. Tindakan tersebut lebih baik dibanding kamu mengambil keputusan sendiri.

Jika kamu merasakan gejala yang mengganggu akibat ketergantungan obat, sebaiknya segera buat janji dengan dokter di rumah sakit. Kini buat janji dengan dokter pun lebih mudah dilakukan dengan aplikasi Halodoc, dan kamu bisa datang ke rumah sakit tepat pada waktu pemeriksaan saja, sehingga kamu tak perlu repot antre lagi. Mudah bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!


Referensi:
Addiction Center. Diakses pada 2021. Rehab In Indonesia.
HelpGuide.org. Diakses pada 2021. Overcoming Drug Addiction.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Drug Addiction.