
Kena Gigitan Monyet, Apakah Berbahaya? Ini Faktanya
Gigitan monyet bisa berbahaya dan berisiko, terutama karena potensi penularan rabies, infeksi bakteri, dan virus herpes B

DAFTAR ISI
- Kenapa Gigitan Monyet Berbahaya?
- Risiko Utama Setelah Gigitan Monyet
- Infeksi Rabies
- Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Monyet?
- Kapan Harus Kembali ke Dokter?
- Hubungi Dokter Ini untuk Penanganan Luka Digigit Monyet
Gigitan monyet seringkali dianggap sebagai kejadian yang sepele. Namun, tahukah kamu bahwa kena gigitan monyet bisa berbahaya?
Monyet dapat menjadi sumber berbagai penyakit serius yang bisa menular melalui gigitan atau cakaran, terutama jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat.
Simak pembahasan terkait risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat gigitan monyet, langkah-langkah pertolongan pertama yang harus diambil, serta kapan kamu harus segera mencari pertolongan medis.
Kenapa Gigitan Monyet Berbahaya?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gigitan hewan, termasuk monyet, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.
Monyet, sebagai hewan liar, berpotensi membawa berbagai macam patogen berbahaya. Risiko utama dari gigitan monyet meliputi infeksi rabies, infeksi bakteri lokal, virus Herpes B, serta penyakit zoonosis lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk tidak meremehkan gigitan monyet dan segera mengambil tindakan yang diperlukan.
Pahami lebih dalam soal Infeksi Kulit – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan agar kamu waspada terhadap kondisi ini.
Risiko Utama Setelah Gigitan Monyet
Berikut adalah beberapa risiko utama yang perlu kamu waspadai setelah terkena gigitan monyet:
1. Infeksi rabies
Monyet termasuk hewan yang dapat menularkan virus rabies melalui air liur mereka saat menggigit atau mencakar.
Rabies adalah penyakit yang sangat serius karena menyerang sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati dengan vaksin post-eksposur.
Vaksin ini sangat penting untuk mencegah virus menyebar dan menyebabkan kerusakan permanen pada otak.
2. Risiko bakteri dan infeksi lokal
Gigitan monyet dapat menyebabkan luka terbuka yang mudah terinfeksi oleh bakteri yang ada di mulut monyet.
Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan pembengkakan, keluarnya nanah, rasa sakit yang meningkat, dan bahkan infeksi jaringan yang lebih serius jika tidak diobati dengan antibiotik.
Kebersihan luka yang buruk juga dapat memperparah kondisi ini.
3. Virus herpes B (simian B virus)
Beberapa jenis monyet, terutama jenis Macaque, diketahui membawa virus Herpes B yang sangat berbahaya bagi manusia.
Meskipun kasus penularan virus ini sangat jarang terjadi, infeksi virus Herpes B dapat menyebabkan radang otak yang berat dan berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.
Tingkat kematian akibat infeksi ini bisa mencapai 70-80 persen.
4. Penyakit Lain yang Mungkin Terkait
Selain risiko di atas, gigitan monyet juga dapat menularkan penyakit lain seperti tetanus dan berbagai zoonosis lainnya yang dibawa oleh hewan liar.
Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Tetanus adalah infeksi bakteri serius yang memengaruhi sistem saraf dan dapat menyebabkan kekakuan otot yang parah.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Monyet?
Jika kamu atau orang di sekitar kamu mengalami gigitan monyet, langkah-langkah berikut sangat penting untuk dilakukan:
1. Segera bersihkan luka
Cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 15-20 menit sesegera mungkin.
Tindakan ini membantu menghilangkan sebanyak mungkin bakteri dan virus dari luka.
Jangan tunda membersihkan luka, karena semakin cepat dibersihkan, semakin rendah risiko infeksi.
2. Perawatan medis segera
Setelah membersihkan luka, segera pergi ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat. Idealnya, kamu harus mendapatkan perawatan medis dalam beberapa jam setelah gigitan.
Dokter akan mengevaluasi risiko rabies, infeksi bakteri, tetanus, dan kemungkinan infeksi virus B.
Berdasarkan evaluasi ini, dokter akan memberikan perawatan yang sesuai, seperti vaksin rabies dan antibiotik.
3. Vaksin rabies dan tetanus
Setelah gigitan dari hewan yang berpotensi rabies, dokter biasanya akan memberikan profilaksis pasca pajanan (post-exposure prophylaxis) rabies dan vaksin tetanus jika diperlukan.
Vaksin rabies bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang melawan virus rabies. Vaksin tetanus membantu mencegah infeksi bakteri tetanus.
4. Pantau gejala setelahnya
Setelah mendapatkan perawatan medis, perhatikan tanda-tanda infeksi seperti demam, nyeri yang bertambah, pembengkakan, kemerahan, keluarnya nanah dari luka, atau gejala umum seperti sakit kepala dan lemas.
Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, segera kembali ke layanan kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.
Kapan Harus Kembali ke Dokter?
Selain memantau gejala infeksi, ada beberapa kondisi lain yang mengharuskan kamu segera mencari pertolongan medis setelah digigit monyet:
- Luka gigitan yang dalam dan lebar
- Perdarahan yang sulit dihentikan
- Munculnya gejala neurologis seperti kebingungan, kelemahan otot, atau kesulitan bernapas
- Reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, atau kesulitan menelan
Hubungi Dokter Ini untuk Penanganan Luka Digigit Monyet
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc jika kamu memiliki kekhawatiran setelah digigit monyet.
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter berikut:
- dr. Frieda Sp.D.V.E: Ia adalah dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sebelas Maret pada 2022. Kini praktik di Bogor, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2022). Saat ini praktik di Bima, NTB, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin berpengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Udayana (2017), praktik di Denpasar, Bali, anggota PERDOSKI, dan tersedia di Halodoc.
Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius.
Kamu bisa langsung klik banner di bawah ini untuk tanya dokter!



