Ad Placeholder Image

Kenali 7 Gejala Demensia yang Sering Diabaikan Sejak Dini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juli 2026

Waspadai Gejala Demensia Lebih Awal Sebelum Menurunkan Kualitas Hidup Anggota Keluarga Tercinta

Kenali 7 Gejala Demensia yang Sering Diabaikan Sejak DiniKenali 7 Gejala Demensia yang Sering Diabaikan Sejak Dini

DAFTAR ISI


Demensia adalah penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, serta perilaku seseorang. Kondisi ini bukan sekadar kelupaan biasa akibat penuaan, melainkan masalah medis yang membutuhkan perhatian khusus. Seiring bertambahnya usia, risiko terjadinya demensia meningkat secara signifikan, terutama jika ada riwayat penyakit pembuluh darah atau kondisi neurologis lainnya.

Sayangnya, gejala awal demensia sering dianggap wajar dan dimaklumi sebagai pikun biasa. Padahal, mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar pasien bisa mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. Penanganan yang cepat dapat membantu memperlambat keparahan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Agar kamu lebih waspada, penting untuk memahami berbagai tanda perubahan perilaku dan kognitif yang kerap muncul pada tahap awal demensia.

Gejala Demensia yang Sering Diabaikan

Gejala demensia berkembang secara bertahap. Berikut adalah beberapa tanda awal yang kerap muncul namun sering tidak disadari:

  1. Sering Lupa Hal yang Baru Terjadi: Menanyakan hal yang sama berulang kali atau lupa informasi penting yang baru saja didapatkan.
  2. Kesulitan Melakukan Tugas Sehari-hari: Bingung saat harus menyelesaikan tugas yang biasa dilakukan, seperti memasak resep favorit atau menggunakan peralatan rumah tangga.
  3. Disorientasi Waktu dan Tempat: Lupa hari, tanggal, atau merasa tersesat di lingkungan yang sebenarnya sangat familiar.
  4. Gangguan Berkomunikasi: Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara atau tiba-tiba kehilangan alur pembicaraan.
  5. Salah Menempatkan Benda: Menaruh barang di tempat yang tidak biasa (misalnya meletakkan kunci di dalam kulkas) dan tidak mampu melacaknya kembali.
  6. Perubahan Mood dan Perilaku: Menjadi lebih cemas, curiga, depresi, atau mudah marah tanpa alasan yang jelas.
  7. Penurunan Kemampuan Menilai: Kesulitan mengambil keputusan rasional, seperti dalam mengelola keuangan atau menjaga kebersihan diri.
Faktor Risiko yang Memicu Demensia
  1. Usia di atas 65 tahun.
  2. Riwayat keluarga dengan penyakit Alzheimer atau demensia.
  3. Gaya hidup kurang sehat, seperti merokok dan kurang aktivitas fisik.
  4. Penyakit vaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes yang tidak terkoordinasi dengan baik.

Studi Terkait

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet Neurology (2026) mengungkapkan bahwa deteksi dini melalui skrining fungsi kognitif berkala pada kelompok usia berisiko dapat menekan laju penurunan kognitif hingga 30%. Peneliti menekankan pentingnya intervensi gaya hidup dan penanganan medis sejak tanda-tanda awal muncul.

Selain itu, riset dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pengelolaan faktor risiko vaskular seperti hipertensi dan diabetes secara ketat terbukti efektif menurunkan risiko berkembangnya demensia vaskular pada lansia.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluargamu mulai menunjukkan gejala penurunan daya ingat yang mengganggu aktivitas harian, sering bingung, atau mengalami perubahan perilaku secara drastis, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tenaga medis. Kamu bisa segera melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc untuk evaluasi dan penanganan dini.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan kini lebih praktis dan cepat lewat layanan chat dokter di Halodoc.

  • Dokter berlisensi: Terhubung langsung dengan dokter spesialis berpengalaman.
  • Respon cepat: Layanan dokter siap membantu kamu 24 jam nonstop.
  • Privasi terjaga: Kerahasiaan data medis dan obrolan medis kamu terjamin aman.
  • Kemudahan rujukan: Dokter dapat memberikan resep obat resmi atau rujukan pemeriksaan fisik lebih lanjut jika diperlukan.

Referensi

Lancet Neurology. Diakses pada 2026. Early Detection and Intervention Strategies in Dementia Care.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Risk Reduction of Cognitive Decline and Dementia.
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Clinical Features and Early Symptoms of Dementia.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Gejala Dini Demensia dan Pencegahannya.

FAQ

Apakah demensia sama dengan pikun biasa?

Tidak. Pikun biasa merupakan penurunan daya ingat ringan karena proses penuaan alami yang tidak mengganggu aktivitas harian. Sementara demensia adalah kondisi medis progresif yang mengganggu fungsi kognitif otak secara mendasar.

Apakah demensia bisa disembuhkan?

Sebagian besar jenis demensia tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, intervensi medis dan terapi pendukung dapat membantu mengontrol gejala serta memperlambat perkembangan penyakit.

Pada usia berapa demensia biasanya mulai muncul?

Demensia paling sering dialami oleh lansia berusia di atas 65 tahun. Kendati demikian, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dengan usia lebih muda yang dikenal sebagai young-onset dementia.

Bagaimana cara mengurangi risiko demensia sejak dini?

Kamu bisa mengurangi risiko demensia dengan menerapkan gaya hidup sehat, rutin berolahraga, melatih kemampuan otak (seperti membaca atau mengisi teka-teki silang), serta mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah.