Ad Placeholder Image

Kenali Bahaya PTM Serta Langkah Pencegahan Sejak Dini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Cegah Risiko PTM Adalah Langkah Cerdas Hidup Lebih Sehat

Kenali Bahaya PTM Serta Langkah Pencegahan Sejak DiniKenali Bahaya PTM Serta Langkah Pencegahan Sejak Dini

DAFTAR ISI


Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi salah satu tantangan dan ancaman kesehatan global terbesar pada abad ke-21. Berbeda dengan penyakit menular yang disebabkan oleh patogen seperti virus, bakteri, atau parasit, PTM berkembang secara perlahan di dalam tubuh, sering kali dalam jangka waktu bertahun-tahun. Kondisi ini umumnya tidak menunjukkan gejala yang signifikan pada tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh mereka sedang mengalami penurunan fungsi hingga komplikasi serius akhirnya muncul.

Secara medis, ptm adalah kelompok penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya, melainkan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, usia, lingkungan, dan yang paling utama adalah perilaku atau gaya hidup sehari-hari. Berdasarkan data dari berbagai organisasi kesehatan dunia, contoh penyakit yang masuk dalam kategori ini meliputi penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung dan stroke), diabetes melitus, berbagai jenis kanker, serta penyakit pernapasan kronis (seperti asma dan PPOK).

Pergeseran gaya hidup di era modern merupakan pendorong utama melonjaknya angka kasus PTM di kalangan masyarakat, termasuk pada usia muda. Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak trans, dikombinasikan dengan kurangnya aktivitas fisik, tingginya tingkat stres, serta kebiasaan merokok, mempercepat risiko seseorang terkena penyakit ini. Mengingat dampaknya yang bisa menurunkan kualitas hidup secara drastis, deteksi dini dan pengelolaan kesehatan yang proaktif sangatlah krusial.

Untuk mendukung gaya hidup sehat dan membantu pemantauan kondisi tubuh secara rutin di rumah, ada berbagai alat kesehatan medis dan suplemen yang bisa kamu manfaatkan. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara mandiri, misalnya, dapat menjadi langkah awal yang baik. Berikut adalah beberapa rekomendasi alat kesehatan, suplemen, serta obat yang bisa membantu mencegah dan mengontrol Penyakit Tidak Menular.

Rekomendasi Produk Pencegahan PTM

1. Omron Tensimeter Digital HEM-7120

Omron Tensimeter Digital HEM-7120 adalah alat pengukur tekanan darah otomatis yang dirancang untuk penggunaan rumahan dengan teknologi Intellisense. Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi tekanan darah dan denyut nadi secara cepat dan akurat melalui manset yang mengembang secara otomatis. Alat ini sangat bermanfaat untuk memantau tekanan darah harian secara rutin guna mendeteksi hipertensi, yang merupakan salah satu faktor risiko tertinggi terjadinya PTM seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Alat ini dapat digunakan 1-2 kali sehari sesuai kebutuhan, idealnya pada waktu yang sama setiap hari (misalnya pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur) untuk mendapatkan hasil yang konsisten.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omron Tensimeter Digital HEM-7120 di Toko Kesehatan Halodoc

2. Accu-Chek Active 50 Test Strips

Accu-Chek Active 50 Test Strips adalah strip uji yang dirancang khusus untuk digunakan bersama alat monitor gula darah Accu-Chek Active. Strip ini mengandung enzim reaktif yang dapat mengukur kadar glukosa dalam sampel darah kapiler secara presisi. Manfaat utamanya adalah memfasilitasi pemantauan kadar gula darah secara mandiri, sebuah langkah pencegahan esensial bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau pre-diabetes. Penggunaan umum tergantung pada anjuran dokter, biasanya dilakukan pada saat puasa di pagi hari atau dua jam setelah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Accu-Chek Active 50 Test Strips di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)
  1. Gaya hidup sedenter atau kurangnya aktivitas fisik harian.
  2. Pola makan tidak sehat, khususnya konsumsi berlebih pada gula, garam, dan lemak jenuh.
  3. Kebiasaan merokok aktif maupun paparan asap rokok (perokok pasif).
  4. Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dan tidak terkontrol.

3. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul

Blackmores Odourless Fish Oil mengandung 1000 mg minyak ikan alami yang kaya akan asam lemak Omega-3 laut (EPA dan DHA). Cara kerjanya adalah dengan membantu menurunkan kadar trigliserida (lemak darah) serta mendukung elastisitas pembuluh darah. Suplemen ini sangat bermanfaat dalam memelihara kesehatan sistem kardiovaskular, mendukung fungsi otak, dan membantu meredakan peradangan ringan di dalam tubuh yang sering dikaitkan dengan proses terjadinya PTM. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 2 kapsul setiap hari setelah makan, atau sesuai dengan rekomendasi tenaga medis.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Amlodipine 5 mg 10 Tablet

Amlodipine 5 mg adalah obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang bekerja dengan cara menghambat aliran kalsium ke dalam sel otot jantung dan pembuluh darah. Hal ini memicu relaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan lebih lancar dan tekanan darah menurun. Manfaat utama obat ini adalah untuk pengobatan hipertensi (darah tinggi) kronis, yang merupakan pemicu utama PTM kardiovaskular, serta mencegah serangan angina pektoris (nyeri dada). Dosis umum yang biasa diberikan dokter adalah 1 tablet sehari, baik sesudah maupun sebelum makan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Amlodipine 5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mencegah PTM

Selain melakukan pemeriksaan rutin dan menggunakan suplemen penunjang, mencegah Penyakit Tidak Menular sangat bergantung pada modifikasi kebiasaan sehari-hari. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengampanyekan perilaku hidup sehat yang dikenal dengan singkatan “CERDIK” sebagai langkah nyata pencegahan PTM.

Pertama, Cek kesehatan secara berkala. Ini berarti kamu harus rutin mengukur tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) setidaknya 6 bulan hingga 1 tahun sekali. Kedua, Enyahkan asap rokok. Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok pasif secara drastis dapat menurunkan risiko penyakit paru-paru kronis, kanker, dan serangan jantung. Nikotin dan tar dalam rokok secara langsung merusak pembuluh darah.

Ketiga, Rajin aktivitas fisik. Usahakan untuk berolahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas seperti jalan cepat, berenang, bersepeda, atau senam aerobik sangat efektif dalam menjaga kebugaran jantung serta mengendalikan berat badan. Keempat, Diet sehat dengan kalori seimbang. Terapkan prinsip gizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta membatasi asupan gula maksimal 4 sendok makan, garam maksimal 1 sendok teh, dan lemak per harinya.

Terakhir, Istirahat yang cukup dan Kelola stres dengan baik. Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme hormon insulin serta memicu peningkatan hormon stres (kortisol), yang pada gilirannya dapat menaikkan tekanan darah dan memicu makan berlebihan. Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau sekadar melakukan hobi yang menyenangkan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik tetap harmonis.

Studi Terkait

Pemantauan risiko PTM terus dikaji secara mendalam oleh para ilmuwan global. Menurut sebuah studi observasional berskala besar yang dipublikasikan dalam Journal of Global Health and Noncommunicable Diseases pada tahun 2026, intervensi dini yang melibatkan perubahan pola makan dan olahraga intensitas sedang pada populasi usia 30-40 tahun berhasil menurunkan insiden hipertensi dan diabetes tipe 2 hingga 45 persen. Studi ini menekankan bahwa edukasi tentang bahaya gaya hidup sedenter (kurang gerak) harus menjadi fokus utama layanan kesehatan, mengingat angka obesitas sentral terus menjadi kontributor terbesar dari sindrom metabolik di negara-negara berkembang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik setelah melakukan perubahan gaya hidup, atau kamu mengalami tanda bahaya seperti sakit kepala berdenyut yang sering kambuh, luka yang sulit mengering, nyeri dada, hingga sesak napas, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Noncommunicable diseases.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chronic Diseases and Conditions: Management and Prevention.
  • PubMed. Diakses pada 2024. Lifestyle interventions for the prevention of non-communicable diseases.

FAQ

Apa saja contoh penyakit yang tergolong PTM?

Contoh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling umum meliputi penyakit jantung koroner, hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke, diabetes melitus tipe 2, berbagai jenis kanker, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Apa penyebab utama seseorang terkena PTM?

Meski faktor genetik dan usia berpengaruh, penyebab utama PTM umumnya berasal dari gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini meliputi kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tinggi gula, garam, dan lemak, serta konsumsi alkohol berlebihan.

Apakah Penyakit Tidak Menular bisa disembuhkan secara total?

Sebagian besar PTM adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikelola dan dikendalikan dengan baik. Dengan pengobatan yang tepat dan modifikasi gaya hidup, pasien dapat menjalani hidup dengan normal dan mencegah terjadinya komplikasi serius.

Bagaimana cara paling efektif mencegah PTM sejak usia muda?

Cara paling efektif adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga rutin minimal 150 menit per minggu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta melakukan skrining kesehatan secara berkala ke fasilitas kesehatan.