
Kenali Bedanya Campak, Cacar Air dan Rubella
Perbedaan utama antara campak, cacar air, dan rubella terletak pada jenis virus penyebab dan karakteristik ruam.

DAFTAR ISI
- Definisi Campak, Cacar Air, dan Rubella
- Perbedaan Penyebab Campak, Cacar Air dan Rubella
- Kenali Perbedaan Gejala Campak, Cacar Air dan Rubella
- Mekanisme Penularan
- Bedanya Pengobatan Campak, Cacar Air dan Rubella
- Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
- Pencegahan Melalui Imunisasi
- Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Campak
Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare
Beberapa penyakit seperti campak, cacar air, dan rubella sering terlihat mirip karena sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit.
Padahal, ketiganya merupakan penyakit yang berbeda, baik dari penyebab, gejala, maupun tingkat keparahannya.
Karena itu, penting untuk memahami perbedaannya agar penanganan yang dilakukan bisa tepat.
Definisi Campak, Cacar Air, dan Rubella
Campak, cacar air, dan rubella adalah penyakit infeksi virus yang menular. Meski sama-sama dapat menimbulkan ruam, ketiganya disebabkan oleh virus yang berbeda.
- Campak (measles atau rubeola) disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae dan termasuk penyakit yang sangat menular serta dapat menimbulkan komplikasi serius.
- Cacar air (varicella) disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang juga dapat aktif kembali di kemudian hari sebagai herpes zoster (cacar ular).
- Rubella disebabkan oleh virus rubella dan umumnya memiliki gejala yang lebih ringan, terutama pada anak-anak.
Memahami perbedaan ini penting untuk membantu diagnosis dini dan mencegah penularan lebih luas.
Perbedaan Penyebab Campak, Cacar Air dan Rubella
Cacar air, campak, dan rubella adalah penyakit menular yang sama-sama disebabkan oleh virus, tetapi dengan jenis virusnya yang berbeda:
- Campak → virus measles (Paramyxoviridae)
- Cacar air → virus varicella-zoster
- Rubella → virus rubella
Perlu diluruskan, campak tidak sama dengan rubella. Meskipun rubella sering disebut campak Jerman, keduanya adalah penyakit yang berbeda.
Ketiganya dapat menular melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Namun, cacar air juga bisa menular melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan pada kulit.
Saat ini, ketiga penyakit tersebut sudah bisa dicegah melalui vaksinasi.
Baca juga: Hindari Tertular Campak dengan Vaksin
Kenali Perbedaan Gejala Campak, Cacar Air dan Rubella
Gejala ketiga penyakit ini memang mirip, tetapi ada beberapa perbedaan khas yang bisa dikenali.
1. Gejala Cacar Air
- Ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan (lentur/vesikel)
- Gatal
- Demam
- Lemas dan nafsu makan menurun
Ruam biasanya muncul bertahap dan bisa berada dalam berbagai tahap (bintik, lepuh, hingga mengering) secara bersamaan.
2. Gejala Campak
- Demam tinggi
- Batuk kering
- Pilek
- Mata merah (konjungtivitis)
- Bintik Koplik (bercak putih di dalam mulut)
Ruam campak:
- Dimulai dari wajah atau garis rambut
- Menyebar ke seluruh tubuh
- Berupa bintik merah datar, tidak berisi cairan
3. Gejala Rubella
Gejala rubella cenderung lebih ringan, bahkan kadang tidak disadari, terutama pada anak.
- Demam ringan
- Sakit kepala
- Pilek
- Mata merah
- Pembengkakan kelenjar getah bening (belakang telinga/leher)
Ruam rubella:
- Berwarna merah muda
- Dimulai dari wajah
- Menyebar cepat ke tubuh
- Biasanya berlangsung singkat (1–3 hari)
Baca juga: Awas, Ini yang Terjadi pada Si Kecil Ketika Terserang Rubella
Mekanisme Penularan
Ketiga penyakit ini menular terutama melalui droplet saat penderita batuk atau bersin.
Namun, ada perbedaan penting:
- Campak sangat mudah menular dan virusnya dapat bertahan di udara hingga 2 jam
- Cacar air juga menular melalui cairan dari lepuhan kulit
- Rubella menular melalui droplet, tetapi tingkat penularannya tidak setinggi campak
Masa inkubasi (waktu dari paparan hingga muncul gejala):
- Campak: 10–14 hari
- Cacar air: 10–21 hari
- Rubella: 14–21 hari
Bedanya Pengobatan Campak, Cacar Air dan Rubella
Ketiganya disebabkan oleh virus, sehingga pengobatan umumnya bersifat suportif (meredakan gejala).
- Cacar air:
- Antihistamin untuk gatal
- Obat penurun demam
- Pada kasus tertentu bisa diberikan antivirus
- Campak:
- Istirahat cukup
- Banyak minum
- Obat penurun demam seperti parasetamol
- Kadang diberikan vitamin A untuk anak
- Rubella:
- Umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus
- Obat pereda demam dan nyeri bila diperlukan
Kamu bisa menurunkan demam dan meredakan sakit dengan obat penghilang rasa sakit, seperti asetaminofen dan ibuprofen. Namun, hindari memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja, karena berisiko menyebabkan sindrom Reye.
Baca juga: Bagaimana Cara Pengobatan di Rumah Guna Mengatasi Cacar Air?
Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Meski sering dianggap penyakit ringan, komplikasi tetap bisa terjadi:
- Campak: pneumonia, diare berat, ensefalitis
- Cacar air: infeksi kulit, terutama pada orang dewasa bisa lebih berat
- Rubella: berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada janin
CRS dapat menyebabkan cacat lahir seperti gangguan pendengaran, kelainan jantung, dan masalah penglihatan.
Pencegahan Melalui Imunisasi
Vaksinasi adalah metode paling efektif untuk mencegah ketiga penyakit ini. Di Indonesia, pemerintah mewajibkan pemberian vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles, Mumps, Rubella) dalam jadwal imunisasi rutin.
Imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
Selain vaksinasi, langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan:
- Rutin mencuci tangan
- Menghindari kontak dengan orang sakit
- Tidak berbagi barang pribadi
- Isolasi sementara saat sakit
Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Campak
Bila kamu punya pertanyaan tentang ketiga penyakit tersebut, tanyakan saja langsung pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc.
Berikut rekomendasi dokter yang bisa kamu hubungi:
Dokter Spesialis Anak
- dr. Ariawan Setiadi, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 22 tahun, lulusan Universitas Islam Sultan Agung (2002) dan Universitas Diponegoro (2015). Saat ini berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Dandung Bawono, Sp.A, M.Sc: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 20 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2004, 2009). Saat ini berpraktik di Gondokusuman, DIY, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Lingga Pradipta, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 11 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2011) dan Universitas Hasanuddin (2021). Saat ini berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
- dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Hang Tuah Surabaya (2012) dan Universitas Sam Ratulangi (2020). Berpraktik di Cikarang, Jawa Barat, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
- dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Pengalaman 9 tahun, lulusan Universitas Sriwijaya (2015) dan Universitas Hasanuddin (2023). Berpraktik di Lampung Tengah, Lampung, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
- dr. Vera Bahar, Sp.PD: Pengalaman 15 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2008) dan Universitas Hasanuddin (2021). Berpraktik di Wajo, Sulawesi Selatan, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc
Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare
Halodoc menyediakan layanan vaksin MMR untuk anak yang bisa memberikan perlindungan dari campak, gondongan, dan rubella. Layanan ini pun bisa kamu lakukan di rumah atau di mana saja, sehingga mempermudah proses tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
Selain itu, ada berbagai manfaat lain yang bisa didapatkan saat menggunakan layanan Halodoc Homecare, seperti:
- Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter. Nah, Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
- Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
- Protokol kesehatan ketat.
- Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
- Hemat waktu dan biaya.
- Harga satu dosis vaksin MMR mulai dari Rp Rp690.000,-
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.
Cara Memesan Layanan Vaksin di Rumah pakai Halodoc Homecare
Cara mendapatkan layanan Vaksin MMR untuk anak dari Halodoc cukup mudah.
Kamu bisa order dengan menghubungi langsung nomor Official WhatsApp Homecare di 0888-0999-9226.
Selain itu, kamu juga melakukan pemesanan di aplikasi. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
- Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
- Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Homecare & Vaksinasi’.
- Pilih kategori layanan yang kamu butuhkan.
- Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan yang kamu inginkan.
- Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Homecare Halodoc akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.
- Harga sudah termasuk biaya layanan, biaya transportasi, dan biaya alat pelindung diri (APD).
- Mohon memberikan informasi kepada petugas terkait beberapa kondisi yang mungkin dapat memengaruhi hasil (lamanya puasa, obat yang dikonsumsi, kondisi penyakit atau keluhan lain).
Dengan memesan layanan vaksin dan imunisasi di Halodoc, kesehatan dan imunitas tubuh kamu akan tetap terjaga.
Dengan Halodoc, kamu bisa melakukan vaksin dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.


