Ad Placeholder Image

Kenali Berbagai Gejala DM yang Sering Muncul pada Tubuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juli 2026

Kenali Gejala DM Lebih Awal Agar Kesehatan Tubuh Tetap Terjaga Dengan Baik Setiap Hari

Kenali Berbagai Gejala DM yang Sering Muncul pada TubuhKenali Berbagai Gejala DM yang Sering Muncul pada Tubuh

DAFTAR ISI


Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini terjadi ketika organ pankreas tidak mampu memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Mengenali gejala DM sejak dini sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan sebelum timbul komplikasi serius.

Sering kali, gejala DM berkembang secara perlahan sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Banyak orang baru menyadari mengidap diabetes saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika komplikasi sudah mulai muncul. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami tanda-tanda awal perubahan kondisi tubuh yang terkait dengan kadar gula darah tinggi.

Dengan mengenali berbagai sinyal awal yang diberikan oleh tubuh, kamu dapat segera mengambil tindakan pencegahan dan melakukan penyesuaian gaya hidup maupun pemeriksaan medis secara tepat.

Gejala DM yang Paling Umum

Gejala klasik Diabetes Mellitus umumnya dikenal dengan istilah 3P, yaitu Poliuri, Polidipsi, dan Polifagi. Berikut penjelasan detail mengenai gejala utama tersebut:

  • Sering Buang Air Kecil (Poliuri): Ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat, terutama di malam hari.
  • Sering Merasa Haus (Polidipsi): Akibat banyaknya cairan yang keluar melalui urine, tubuh mengalami dehidrasi ringan yang memicu rasa haus terus-menerus.
  • Sering Merasa Lapar (Polifagi): Meskipun kadar gula dalam darah tinggi, sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup energi karena kurangnya peran insulin. Hal ini menyebabkan tubuh terus mengirimkan sinyal lapar.
  • Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab: Tubuh mulai memecah cadangan lemak dan otot untuk mendapatkan energi karena tidak bisa menggunakan glukosa dengan baik.
  • Lemas dan Mudah Lelah: Sel-sel tubuh kekurangan bahan bakar utama (glukosa) sehingga energi tubuh menurun signifikan.
  • Luka Lambat Sembuh: Kadar gula darah tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah dan merusak saraf, merintangi proses penyembuhan alami luka.
  • Pandangan Kabur: Penumpukan gula darah tinggi dapat menarik cairan dari lensa mata, memengaruhi fokus penglihatan.

Faktor Risiko Diabetes Mellitus

Memahami faktor risiko dapat membantu kamu mengantisipasi timbulnya gejala DM sejak dini.

Faktor Pemicu Risiko Diabetes Mellitus (DM)
  1. Riwayat keluarga atau faktor genetik penderita diabetes.
  2. Gaya hidup kurang bergerak (sedentari) dan jarang berolahraga.
  3. Pola makan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan lemak jenuh.
  4. Kondisi berat badan berlebih atau obesitas.

Studi Terkait

Studi terbaru yang dipublikasikan pada tahun 2026 menunjukkan bahwa deteksi dini terhadap gejala DM klasik, seperti polidipsi dan poliuri, berkorelasi signifikan dengan penurunan risiko komplikasi mikrovaskular jangka panjang. Peneliti menekankan pentingnya skrining kadar gula darah sewaktu dan HbA1c secara berkala pada individu dengan indikasi gejala awal guna mengoptimalkan kontrol glikemik sejak dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami beberapa gejala DM seperti sering buang air kecil, haus berlebihan, serta berat badan turun tanpa alasan jelas, segera berkonsultasi dengan medis. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk evaluasi kesehatan dan pemeriksaan gula darah secara komprehensif.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan kini semakin cepat dan praktis melalui Halodoc. Berikut keunggulan layanan konsultasi Halodoc:

  • Dokter Berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter umum dan spesialis penyakit dalam berlisensi resmi.
  • Tersedia 24/7: Layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja.
  • Resep Digital Praktis: Dokter dapat memberikan resep digital yang bisa langsung ditebus melalui aplikasi.
  • Privasi Terjamin: Seluruh data riwayat medis dan percakapan konsultasi terjamin kerahasiaannya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diabetes Overview and Diagnostic Criteria.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Diabetes Mellitus.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Early Symptom Recognition and Glycemic Control in Type 2 Diabetes Mellitus.
WebMD. Diakses pada 2026. Early Signs and Symptoms of Diabetes.

FAQ

Apa saja gejala DM yang paling sering muncul?

Gejala DM yang paling umum adalah fenomena 3P, yaitu sering buang air kecil (poliuri), sering merasa haus (polidipsi), dan sering merasa lapar (polifagi). Penderita juga kerap mengalami penurunan berat badan secara signifikan tanpa alasan yang jelas.

Apakah gejala DM tipe 1 dan tipe 2 berbeda?

Meskipun gejalanya mirip, pada diabetes tipe 1 gejala berkembang sangat cepat dalam hitungan minggu. Sementara pada diabetes tipe 2, gejala berkembang bertahap selama bertahun-tahun sehingga sering kali tidak disadari.

Mengapa penderita DM sering merasa lelah?

Rasa lelah terjadi karena sel tubuh tidak mendapat asupan glukosa yang cukup sebagai sumber energi utama akibat kurangnya produksi atau gangguan kerja hormon insulin.

Kapan seseorang harus memeriksakan kadar gula darah?

Pemeriksaan kadar gula darah dianjurkan jika kamu mengalami gejala DM yang persisten atau memiliki faktor risiko tinggi seperti riwayat keluarga diabetes, obesitas, dan usia di atas 45 tahun.